Benarkah Kurang Tidur Memengaruhi Kualitas Sperma Laki-Laki?
Waktu tidur yang cukup jadi satu kunci sederhana untuk menjaga kesehatan. Termasuk pula kesehatan reproduksi.
Beredar anggapan bahwa kurang tidur memengaruhi kualitas sperma. Ini tentu menjadi concern penting jika kamu ingin atau sedang mengusahakan momongan. Namun, benarkah anggapan tersebut? Baca terus untuk mengetahui kaitan kuantitas tidur dengan kesuburan laki-laki.
Durasi tidur ideal orang dewasa
Kuantitas waktu tidur memang bisa berbeda tiap individu. Meski demikian, tetap ada durasi ideal yang sebaiknya dipenuhi. Bagi orang dewasa, National Sleep Foundation menyarankan agar istirahat setidaknya 7-8 jam.
Tidur yang cukup membantu mendukung fungsi otak, kesehatan fisik, hingga keseimbangan emosional. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan kronis alias jangka panjang, memengaruhi metabolisme tubuh, hingga mengurangi kemampuan diri beraktivitas sehari-hari.
Secara tidak langsung, gangguan fisik akibat kurang tidur juga memengaruhi kemampuan reproduksi. Pada perempuan, tidur kurang dari 7 jam dapat mengurangi kemungkinan untuk hamil hingga 15 persen. Sementara itu, pada laki-laki, kurang tidur dapat memengaruhi kualitas spema.
Benarkah kurang tidur memengaruhi kualitas sperma?
Sebuah studi dalam jurnal Fertility & Sterility mencoba menganalisis gaya hidup dari hampir 700 pasangan. Pengamatan tersebut dilakukan selama 1 tahun guna mengetahui bagaimana dampak tidur terhadap kualitas sperma.
Hasilnya, laki-laki yang tidur kurang dari 6 jam, berpotensi menurunkan kemungkinan pembuahan hingga 31 persen. Angka tersebut jelas berbeda dibandingkan dengan laki-laki yang mendapatkan tidur cukup, sekitar 7-8 jam semalam.
Sementara itu, mereka yang tidur lebih dari 9 jam semalam memiliki kemungkinan 49 persen lebih kecil untuk membuahi pasangan. Jadi, dapat dikatakan bahwa tidur cukuplah yang bagus untuk menjaga kualitas sperma.
Dalam penelitian tersebut, kesuburan laki-laki diukur bukan berdasar dari jumlah sperma maupun kemampuannya dalam berenang. Namun, menyandarkan pada kemampuan sperma untuk membuahi sel telur yang dapat mengakibatkan kehamilan.
Lauren Wise, Sc.D., profesor epidemiologi di Universitas Boston dalam Men's Health menjelaskan bagaimana tidur bisa memengaruhi sperma. Menurutnya, durasi tidur yang pendek dapat mengurangi pelepasan testosteron yang mana hormon ini berperan penting dalam produksi sperma.
Faktanya, laki-laki dalam penelitian yang mengalami masalah dengan tidurnya, berpotensi menurunkan kehamilan hingga 28 persen. Meski begitu, bisa jadi responden tersebut dalam kondisi atau punya kebiasaan yang dapat menurunkan kualitas sperma, seperti merokok atau minum alkohol.
Oleh karena kurang tidur memengaruhi kualitas sperma, usahakan memperbaiki jam tidur setidaknya 3 bulan sebelum menjalani program hamil. Alasannya, sperma membutuhkan 72 hari untuk matang alias sehat kembali. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan kualitas sperma yang baik saat waktunya tiba.
Sumber : idntimes.com
Cara Merawat Tali Pusat Bayi agar Tercegah dari Infeksi
Tali pusat memiliki fungsi penting bagi kehidupan janin di dalam kandungan. Nutrisi dan oksigen bisa tersalur ke janin karena adanya tali pusat yang terhubung plasenta. Setelah bayi lahir, tali pusat dipotong dan sisanya akan lepas dengan sendirinya atau puput.
Walaupun tali pusat puput di kemudian hari, perawatannya tidak boleh asal-asalan. Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah infeksi. Terlebih, bayi baru lahir rentan mengalami infeksi dan penyakit.
Infeksi tali pusat (omphalitis) bisa terjadi karena kurangnya pemahaman tentang perawatan tali pusat yang benar. Lalu bagaimana cara merawat tali pusat yang tepat agar terhindar dari masalah tersebut? Yuk, kenali bersama caranya.
1. Bolehkah tali pusat diberi ramuan dan betadine?
Orangtua mungkin sering mendengarkan penambahan bahan pada tali pusat supaya cepat puput. Ada yang menyarankan pemberian bubuk kunyit, kapur sirih, ataupun madu. Akan tetapi, sebenarnya tali pusat tidak perlu diberi bahan-bahan tersebut, lho. Pembubuhan ramuan justru berisiko menimbulkan infeksi.
Hal yang sama pun berlaku untuk iodine povidone 10 persen atau betadine yang biasa digunakan sebagai antiseptik. Namun, pemberian betadine pada tali pusat bayi bisa menimbulkan alergi. WHO juga tidak menyarankan perawatan tali pusat memakai alkohol 70 persen dikarenakan memperlambat pengeringan luka.
2. Lepaskan kasa yang kotor
Prinsip perawatan tali pusat adalah menjaganya tetap kering dan bersih. Apabila kasa yang membungkusnya basah, lebih baik diganti dan dibersihkan untuk mencegah tali pusat lembap.
Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan tali pusat. Kemudian lepaskan kasa yang membungkus tali pusat secara perlahan. Kamu pun bisa mulai membersihkan area sekitarnya.
3. Bersihkan tali pusat dengan air DTT
Membersihkan tali pusat tidak perlu memakai sabun. Jika area itu terkena air seni dan tinja, kamu bisa membersihkan dengan memakai air desinfeksi tingkat tinggi (DTT) dan kasa steril.
Air DTT atau air steril adalah cairan yang dipakai untuk membunuh mikroorganisme. Kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya adalah dengan merebus air hingga mendidih, diamkan selama 20 menit, selanjutnya simpan ke dalam termos atau tempat tertutup.
Namun perlu diingat, ketika ingin memakainya, biarkan air DTT lebih dingin terlebih dahulu. Selanjutnya, celupkan kasa steril dan bersihkan tali pusat hingga pangkalnya.
4. Keringkan tali pusat
Setelah tali pusat dibersihkan, keringkan sisa air yang menempel pada tali pusat menggunakan kasa steril. Sebaiknya, biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka tanpa terbungkus apa pun.
Kamu mungkin juga bertanya-tanya, bagaimana jika tali pusat terkena popok? Ada baiknya untuk mencegah hal tersebut. Jika tali pusat belum puput, lipatlah popok di bawah area tersebut agar tidak mengenainya.
5. Apa perbedaan tali pusat tertutup dan terbuka?
Ada pendapat berbeda mengenai tali pusat yang terbuka dan tertutup. Tim pro tertutup berpendapat bahwa menutupnya dengan kasa steril lebih nyaman dan menghindarkannya dari kotoran. Akan tetapi, Kemenkes RI justru menganjurkan tali pusat dibiarkan terbuka.
Ternyata ada perbedaan lama waktu puput di antara keduanya. Studi dalam jurnal Midwifery Care Journal melaporkan rata-rata waktu lepas tali pusat yang dibiarkan terbuka adalah 4 hari 2,7 jam, sedangkan tali pusat tertutup akan lepas kira-kira 7 hari 2,6 jam.
Cara perawatan tali pusat yang tepat dapat mengurangi risiko masalah kesehatan pada bayi. Biasanya, tenaga kesehatan akan memberikan edukasi terkait perawatan tali pusat setelah persalinan.
Sumber : idntimes.com
Waspadai Pendarahan Otak, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Untuk kebanyakan orang, istilah pendarahan otak diartikan sebagai kondisi pendarahan yang terjadi di dalam kepala. Meski demikian, di mata dokter, pendarahan otak (juga dikenal dengan istilah atau intracerebral hemorrhage atau intracranial hemorrhage) adalah istilah yang luas. Umumnya, dokter akan menggambarkan pendarahan otak berdasarkan lokasi tepatnya.
Berdasarkan laporan dalam publikasi StatPearls, pendarahan otak, bergantung pada lokasi terjadinya, bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk kelemahan pada tubuh, kehilangan kesadaran, kejang, hingga kematian. Ya, pendarahan otak adalah kondisi darurat medis yang butuh perawatan sesegera mungkin.
Mengingat bahayanya, yuk, simak penjelasan berikut ini tentang penyebab dan gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai.
1. Trauma atau cedera kepala
Cedera kepala adalah kondisi ketika kepala mengalami benturan keras, sehingga menimbulkan gangguan pada struktur dan jaringan otak. Cedera atau trauma kepala bisa diakibatkan banyak hal, seperti kecelakaan, jatuh, cedera olahraga, penyerangan, dan sebagainya.
Cedera kepala juga memiliki beberapa jenis, seperti hematoma, pendarahan, gegar otak, sampai pembengkakan pada jaringan otak.
Area pendarahan yang paling umum setelah mengalami cedera kepala adalah area tengkorak dan membran lainnya (meninges), yang digambarkan sebagai hematoma subdural.
Sebagai informasi, menurut penelitian dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine tahun 2011, trauma kepala bisa meningkatkan risiko stroke.
2. Aneurisme
Aneurisme otak adalah kondisi timbulnya benjolan yang diakibatkan oleh melemahnya dinding arteri (pembuluh darah).
Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya aneurisme, seperti merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, pola makan yang buruk, dan gaya hidup yang tidak aktif.
Selama aneurisme tidak pecah, gejalanya mungkin tidak terdeteksi. Meski begitu, aneurisme yang tidak pecah juga bisa menghambat sirkulasi ke jaringan lain, sehingga dapat terjadi penyumbatan darah yang bisa menyebabkan stroke atau komplikasi lainnya.
3. Tumor otak
Tumor otak adalah kumpulan sel-sel jaringan abnormal yang tumbuh di otak. Berdasarkan sifatnya, tumor memiliki dua jenis, yaitu jinak dan ganas.
Tumor jinak biasanya dikategorikan sebagai tumor otak primer yang berasal dari otak, sementara tumor ganas dikategorikan sebagai tumor otak sekunder yang berasal dari sel kanker yang menyebar ke otak dari organ tubuh lain.
Dilansir Verywell Health, tumor otak bisa menyebabkan area di dekat tumor mengalami pendarahan. Ini bisa terjadi ketika tumor (dan tekanan intrakranial yang terkait dengannya) menyebabkan pembuluh darah kecil di dekatnya menipis, pecah, dan berdarah.
4. Pendarahan spontan
Meskipun jarang terjadi, tetapi pendarahan spontan di otak sering memengaruhi korteks serebral atau kapsul internal, menyebabkan gejala mirip stroke.
Berdarkan laporan dalam jurnal Stroke tahun 2018, kondisi ini disebut sebagai amyloid angiopathy, yang dapat dipicu oleh penggunaan pengencer darah atau kelainan darah.
5. Penyalahgunaan obat-obatan
Penyalahgunaan obat-obatan, seperti kokain dan metamfetamin, juga meningkatkan risiko pendarahan otak.
Penggunaan kokain dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pusing, insomnia, dan beberapa penyakit lainnya. Selain itu, penyalahgunaan metamfetamin juga memiliki pengaruh buruk pada sel-sel yang melindungi kesehatan otak.
Penyalahgunaan obat-obatan ini juga dapat menimbulkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang merupakan salah satu faktor penyebab pendarahan pada otak.
6. Konversi hemoragik
Stroke adalah kerusakan pada otak yang disebabkan oleh aliran darah yang terputus di otak. Stroke iskemik, yang ditandai dengan aliran darah yang tidak memadai ke otak, terkadang dapat memicu stroke hemoragik jika parah dan berlangsung lama.
Proses itulah yang disebut sebagai konversi hemoragik, biasanya berkembang setelah penyumbatan pembuluh darah. Ini dijelaskan dalam laporan di jurnal Annals of Translational Medicine tahun 2004.
Faktor risiko pendarahan otak
Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko pendarahan otak, meliputi :
- Hipertensi maligna, yaitu kondisi darurat medis yang terjadi ketika tekanan darah meningkat drastis hingga jauh melebihi ambang batas normal.
- Penggunaan narkoba, seperti sabu atau kokain.
- Kelainan darah.
- Obat-obatan yang mengganggu pembekuan darah, seperti clopidogrel.
Faktor risiko di atas juga membuat seseorang lebih mungkin mengalami pendarahan otak setelah mengalami trauma atau cedera kepala.
Selain itu, menurut studi dalam Journal of Stroke tahun 2017, orang yang berusia di atas 75 tahun lebih rentan mengalami pendarahan otak karena perubahan terkait penuaan, seperti peningkatan kerapuhan pembuluh darah dan gangguan pembekuan darah.
Waspadai gejalanya
Pendarahan otak bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala yang memburuk dengan cepat, selama berjam-jam atau berhari-hari.
Gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Rasa sakit di kepala.
- Nyeri di leher dan punggung.
- Kaku leher.
- Perubahan pada penglihatan.
- Fotofobia.
- Kelemahan pada satu sisi wajah atau tubuh.
- Bicara cadel.
- Kelesuan.
- Mual dan muntah.
- Kebingungan.
- Perubahan perilaku.
- Kejang.
- Rasa ingin jatuh tetapi tak selalu sampai kehilangan kesadaran.
- Kehilangan kesadaran.
Umumnya efek pendarahan otak tergolong parah, tetapi bisa nonspesifik, jadi kamu mungkin tidak menyadari bahwa itu terkait dengan masalah otak.
Bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, apalagi punya faktor risikonya, segera cari pertolongan medis. Pendarahan otak ada beberapa macam dan semuanya berbahaya. Namun, pemulihan masih mungkin dilakukan. Perawatan yang cepat dan tepat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi berbahaya.
Sumber : idntimes.com
Penyebab Perut Buncit pada Perempuan yang Harus Diwaspadai
Rasanya kebanyakan orang tak ingin perutnya menyimpan kelebihan lemak, baik laki-laki maupun perempuan. Bukan cuma memengaruhi penampilan, tumpukan lemak di perut juga meningkatkan risiko berbagai penyakit. Secara mental, memiliki perut rata juga bisa meningkatkan kepercayaan diri.
Ada berbagai cara untuk mengusir timbunan lemak di perut, tetapi kadang menghilangkannya tidak semudah itu. Berikut ini akan dijelaskan berbagai penyebab perut buncit pada perempuan. Dengan mengetahui penyebabnya, akan lebih mudah bagimu untuk mencegah dan mengatasinya. Simak terus, ya!
1. Pola makan yang salah dan tidak seimbang
Salah satu alasan utama perempuan memiliki lemak perut berlebih adalah jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar atau keluar. Kelebihan kalori ini akan disimpan sebagai lemak. Sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau sirop jagung fruktosa tinggi juga dapat menyebabkan penambahan lemak perut.
Dilansir Medical News Today, beberapa makanan dan minuman manis seperti kue, permen, soda, dan jus buah juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut karena dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi kemampuan tubuh dalam
.
Pola makan yang rendah protein dan tinggi karbohidrat juga dapat meningkatkan berat badan. Ini karena protein merupakan unsur penting yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
2. Alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit hati dan peradangan. Dilansir The Healthy Mummy, kelebihan kalori dari konsumsi alkohol juga akan disimpan sebagai lemak. Seperti gula, alkohol juga memperlambat pembakaran lemak dan metabolisme.
Seseorang yang mengonsumsi sebanyak tiga gelas atau lebih alkohol dalam sehari, dapat memiliki lemak perut yang lebih banyak daripada orang yang tidak minum alkohol atau meminumnya lebih sedikit.
Selain itu, seseorang yang jarang minum alkohol, tetapi pada satu hari tertentu langsung mengonsumsi empat gelas atau lebih alkohol, memiliki risiko penambahan lemak perut yang juga besar.
3. Lemak trans
Lemak trans merupakan lemak yang paling tidak sehat. Lemak ini dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh untuk membuatnya lebih stabil, dan biasanya ditemukan dalam makanan cepat saji agar dapat bertahan lebih lama.
Lemak trans dapat menimbulkan banyak peradangan atau inflamasi, resistansi insulin, dan lemak perut pada tubuh. Makanan yang dipanggang seperti muffin dan biskuit juga dapat mengandung lemak trans.
American Heart Association merekomendasikan kita untuk mengganti lemak trans dengan makanan berbasis gandum yang sehat, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Membaca label makanan dapat membantu untuk melihat apakah makanan tersebut mengandung lemak trans atau tidak.
4. Kurang gerak atau minim aktivitas fisik
Gaya hidup sedenter yang jarang bergerak alias mager juga merupakan salah satu penyebab lemak perut berlebih pada perempuan. Gaya hidup minim aktivitas fisik ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Olahraga rutin atau aktivitas fisik lainnya bisa membantu mengecilkan perut.
Kenyamanan yang disuguhkan dari teknologi modern juga mengurangi kebutuhan kita untuk aktif bergerak, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Mengutip Healthline, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa perempuan yang menonton TV lebih dari 3 jam setiap harinya memiliki risiko dua kali lipat lebih mengalami obesitas di perut daripada orang yang hanya menonton TV satu jam setiap harinya.
5. Merokok
Menurut para peneliti, merokok bukanlah penyebab langsung dari menumpuknya lemak di perut. Namun, mereka meyakini bahwa merokok adalah salah satu faktor risiko.
Sebuah studi berjudul “Cigarette Smoking Increases Abdominal and Visceral Obesity but Not Overall Fatness: An Observational Study” dalam jurnal PLOS One tahun 2012,
menyatakan bahwa subjek penelitian yang adalah perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan lemak viseral daripada yang tidak merokok, meskipun mereka sama-sama mengalami obesitas.
6. Penuaan dan menopause
Penuaan atau bertambahnya usia perempuan juga dapat meningkatkan lemak di perut. Meskipun tidak mengalami pertambahan berat badan sekalipun, perempuan dapat mengalami peningkatan lemak perut seiring bertambahnya usia, terutama di sekitar usia menopause.
Pada masa menopause, lemak yang biasanya disimpan di pinggul dan paha jadi bergeser disimpan di perut karena kadar hormon estrogen yang menurun drastis.
Beberapa perempuan mungkin mengalami lebih banyak penumpukan lemak perut karena faktor genetika dan usia menopause itu dimulai. Menopause yang terjadi pada usia yang lebih muda cenderung mendapatkan lebih sedikit lemak perut.
Menghilangkan perut buncit terkadang tidak mudah, sebab menumpuknya lemak di perut atau penyebab perut buncit pada perempuan tidak sesederhana akibat kebanyakan makan dan malas gerak saja. Ada banyak faktor yang memengaruhinya.
Perut buncit pada perempuan bisa disebabkan banyak faktor, baik faktor bawaan maupun gaya hidup. Kamu tidak dapat mengubah gen, memperlambat penuaan, atau menghentikan menopause. Namun, kamu masih bisa mengendalikan faktor lain yang berkontribusi pada timbunan lemak di perut dengan olahraga rutin, menerapkan pola makan yang sehat, cukup tidur, dan mampu mengelola stres dengan baik.
Sumber : idntimes.com
Alasan Pentingnya Olahraga saat Puasa
Karena tak mendapatkan asupan makan dan minum dalam waktu yang lama, banyak orang memilih untuk melewatkan olahraga saat puasa. Banyak orang cenderung beralasan lemas sehingga menghindari latihan dan aktivitas fisik.
Padahal, menjaga kebugaran tubuh selama puasa adalah hal yang sangat penting. Berikut ini lima alasan kenapa kita harus tetap berolahraga saat puasa. Yuk, cari tau!
1. Memperkuat daya tahan tubuh
Saat berpuasa, tubuh kita akan kehilangan banyak cairan dan nutrisi. Karenanya, jika kondisi tubuh tidak prima, tentu saja besar kemungkinannya kita tak akan bisa menjalani puasa. Pastinya gak mau sampai ketinggalan ibadah puasa, dong?
Nah, itu sebabnya, berolahraga adalah salah satu kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh. Dr. David C Nieman, DrPH, seorang profesor di Departemen Biologi, Appalachian State University menyebutkan bahwa olahraga dapat meningkatkan aliran darah hingga sirkulasi sel-sel kekebalan tubuh.
2. Melatih fungsi kognitif
Kekurangan cairan dalam tubuh saat berpuasa dapat memicu penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif sendiri merupakan sebuah fungsi yang mengacu pada beberapa kemampuan mental, seperti cara belajar, berpikir, penalaran, dan masih banyak lagi.
Olahraga adalah cara paling efektif untuk melatih fungsi kognitif saat berpuasa. Manfaatnya selama berpuasa, pikiran kita dapat tetap fokus dan tajam.
3. Lemak lebih banyak terbakar saat berolahraga ketika puasa
Selain membuat tubuh lebih bugar, olahraga yang dilakukan saat puasa juga mampu mengurangi kandungan lemak dalam tubuh, lho. Hal itu disebutkan oleh Jessica L Bachman, asisten profesor dari University of Scranton dalam jurnal berjudul "Berolahraga dalam Keadaan Puasa Mengurangi Asupan Energi 24 Jam pada Pria Dewasa Aktif" miliknya.
Dituliskan bahwa latihan atau olahraga yang dilakukan saat berpuasa dapat membakar lemak jauh lebih banyak dibandingkan dengan olahraga yang dilakukan setelah makan. Itu karena saat berpuasa, tubuh akan menggunakan simpanan karbohidrat atau glikogen sebagai bahan bakar saat beraktivitas fisik.
4. Memaksimalkan potensi penurunan berat badan
Pernah dengar banyak orang mengeluhkan berat badannya cenderung naik dibandingkan turun selama berpuasa? Bisa jadi, hal ini disebabkan oleh pola hidup yang salah selama menjalankan ibadah puasa.
Lalu, aktivitas apa yang diperlukan untuk menjalankan pola hidup yang benar dan sehat? Tentu saja dengan berolahraga. Menurut Rima Solianik, seorang peneliti senior dari Lithuanian Sports University, olahraga yang dilakukan secara efektif saat berpuasa dan dalam jangka panjang tak hanya dapat membantu menjaga massa otot, tetapi juga mengurangi berat badan pada seseorang.
5. Membantu mengurangi stres sepanjang puasa
Saat puasa, terutama selama Ramadan, ada banyak orang yang memiliki target ibadah. Sayangnya, kesibukan kerap kali membuat target-target tersebut sulit untuk tercapai.
Saat hal itu terjadi, tak sedikit orang yang merasa stres karena merasa gagal merealisasikan target mereka. Belum lagi, kondisi perut yang lapar dan rasa haus saat berpuasa juga memicu bertambahnya perasaan stres tersebut.
Karena itulah, olahraga dibutuhkan saat berpuasa. Dengan melakukan latihan dan aktivitas fisik, akan ada cukup banyak hormon endorfin yang dilepaskan oleh tubuh. Hormon ini mampu menciptakan suasana bahagia sehingga kondisi stres akan berkurang secara perlahan.
Sekarang, kamu sudah tau kenapa olahraga tetap perlu dilakukan selama menjalankan ibadah puasa. Tak harus melakukan olahraga yang berat, lakukan saja aktivitas fisik ringan yang kamu sukai agar suasana olahraga semakin menyenangkan. Yuk, atur pola hidupmu selama Ramadan dengan berolahraga!
Sumber : idntimes.com
Benarkah Kurang Tidur Memengaruhi Kualitas Sperma Laki-Laki?
Waktu tidur yang cukup jadi satu kunci sederhana untuk menjaga kesehatan. Termasuk pula kesehatan reproduksi.
Beredar anggapan bahwa kurang tidur memengaruhi kualitas sperma. Ini tentu menjadi concern penting jika kamu ingin atau sedang mengusahakan momongan. Namun, benarkah anggapan tersebut? Baca terus untuk mengetahui kaitan kuantitas tidur dengan kesuburan laki-laki.
Durasi tidur ideal orang dewasa
Kuantitas waktu tidur memang bisa berbeda tiap individu. Meski demikian, tetap ada durasi ideal yang sebaiknya dipenuhi. Bagi orang dewasa, National Sleep Foundation menyarankan agar istirahat setidaknya 7-8 jam.
Tidur yang cukup membantu mendukung fungsi otak, kesehatan fisik, hingga keseimbangan emosional. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan kronis alias jangka panjang, memengaruhi metabolisme tubuh, hingga mengurangi kemampuan diri beraktivitas sehari-hari.
Secara tidak langsung, gangguan fisik akibat kurang tidur juga memengaruhi kemampuan reproduksi. Pada perempuan, tidur kurang dari 7 jam dapat mengurangi kemungkinan untuk hamil hingga 15 persen. Sementara itu, pada laki-laki, kurang tidur dapat memengaruhi kualitas spema.
Benarkah kurang tidur memengaruhi kualitas sperma?
Sebuah studi dalam jurnal Fertility & Sterility mencoba menganalisis gaya hidup dari hampir 700 pasangan. Pengamatan tersebut dilakukan selama 1 tahun guna mengetahui bagaimana dampak tidur terhadap kualitas sperma.
Hasilnya, laki-laki yang tidur kurang dari 6 jam, berpotensi menurunkan kemungkinan pembuahan hingga 31 persen. Angka tersebut jelas berbeda dibandingkan dengan laki-laki yang mendapatkan tidur cukup, sekitar 7-8 jam semalam.
Sementara itu, mereka yang tidur lebih dari 9 jam semalam memiliki kemungkinan 49 persen lebih kecil untuk membuahi pasangan. Jadi, dapat dikatakan bahwa tidur cukuplah yang bagus untuk menjaga kualitas sperma.
Dalam penelitian tersebut, kesuburan laki-laki diukur bukan berdasar dari jumlah sperma maupun kemampuannya dalam berenang. Namun, menyandarkan pada kemampuan sperma untuk membuahi sel telur yang dapat mengakibatkan kehamilan.
Lauren Wise, Sc.D., profesor epidemiologi di Universitas Boston dalam Men's Health menjelaskan bagaimana tidur bisa memengaruhi sperma. Menurutnya, durasi tidur yang pendek dapat mengurangi pelepasan testosteron yang mana hormon ini berperan penting dalam produksi sperma.
Faktanya, laki-laki dalam penelitian yang mengalami masalah dengan tidurnya, berpotensi menurunkan kehamilan hingga 28 persen. Meski begitu, bisa jadi responden tersebut dalam kondisi atau punya kebiasaan yang dapat menurunkan kualitas sperma, seperti merokok atau minum alkohol.
Oleh karena kurang tidur memengaruhi kualitas sperma, usahakan memperbaiki jam tidur setidaknya 3 bulan sebelum menjalani program hamil. Alasannya, sperma membutuhkan 72 hari untuk matang alias sehat kembali. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan kualitas sperma yang baik saat waktunya tiba.
Sumber : idntimes.com
Cara Merawat Tali Pusat Bayi agar Tercegah dari Infeksi
Tali pusat memiliki fungsi penting bagi kehidupan janin di dalam kandungan. Nutrisi dan oksigen bisa tersalur ke janin karena adanya tali pusat yang terhubung plasenta. Setelah bayi lahir, tali pusat dipotong dan sisanya akan lepas dengan sendirinya atau puput.
Walaupun tali pusat puput di kemudian hari, perawatannya tidak boleh asal-asalan. Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah infeksi. Terlebih, bayi baru lahir rentan mengalami infeksi dan penyakit.
Infeksi tali pusat (omphalitis) bisa terjadi karena kurangnya pemahaman tentang perawatan tali pusat yang benar. Lalu bagaimana cara merawat tali pusat yang tepat agar terhindar dari masalah tersebut? Yuk, kenali bersama caranya.
1. Bolehkah tali pusat diberi ramuan dan betadine?
Orangtua mungkin sering mendengarkan penambahan bahan pada tali pusat supaya cepat puput. Ada yang menyarankan pemberian bubuk kunyit, kapur sirih, ataupun madu. Akan tetapi, sebenarnya tali pusat tidak perlu diberi bahan-bahan tersebut, lho. Pembubuhan ramuan justru berisiko menimbulkan infeksi.
Hal yang sama pun berlaku untuk iodine povidone 10 persen atau betadine yang biasa digunakan sebagai antiseptik. Namun, pemberian betadine pada tali pusat bayi bisa menimbulkan alergi. WHO juga tidak menyarankan perawatan tali pusat memakai alkohol 70 persen dikarenakan memperlambat pengeringan luka.
2. Lepaskan kasa yang kotor
Prinsip perawatan tali pusat adalah menjaganya tetap kering dan bersih. Apabila kasa yang membungkusnya basah, lebih baik diganti dan dibersihkan untuk mencegah tali pusat lembap.
Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan tali pusat. Kemudian lepaskan kasa yang membungkus tali pusat secara perlahan. Kamu pun bisa mulai membersihkan area sekitarnya.
3. Bersihkan tali pusat dengan air DTT
Membersihkan tali pusat tidak perlu memakai sabun. Jika area itu terkena air seni dan tinja, kamu bisa membersihkan dengan memakai air desinfeksi tingkat tinggi (DTT) dan kasa steril.
Air DTT atau air steril adalah cairan yang dipakai untuk membunuh mikroorganisme. Kamu bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya adalah dengan merebus air hingga mendidih, diamkan selama 20 menit, selanjutnya simpan ke dalam termos atau tempat tertutup.
Namun perlu diingat, ketika ingin memakainya, biarkan air DTT lebih dingin terlebih dahulu. Selanjutnya, celupkan kasa steril dan bersihkan tali pusat hingga pangkalnya.
4. Keringkan tali pusat
Setelah tali pusat dibersihkan, keringkan sisa air yang menempel pada tali pusat menggunakan kasa steril. Sebaiknya, biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka tanpa terbungkus apa pun.
Kamu mungkin juga bertanya-tanya, bagaimana jika tali pusat terkena popok? Ada baiknya untuk mencegah hal tersebut. Jika tali pusat belum puput, lipatlah popok di bawah area tersebut agar tidak mengenainya.
5. Apa perbedaan tali pusat tertutup dan terbuka?
Ada pendapat berbeda mengenai tali pusat yang terbuka dan tertutup. Tim pro tertutup berpendapat bahwa menutupnya dengan kasa steril lebih nyaman dan menghindarkannya dari kotoran. Akan tetapi, Kemenkes RI justru menganjurkan tali pusat dibiarkan terbuka.
Ternyata ada perbedaan lama waktu puput di antara keduanya. Studi dalam jurnal Midwifery Care Journal melaporkan rata-rata waktu lepas tali pusat yang dibiarkan terbuka adalah 4 hari 2,7 jam, sedangkan tali pusat tertutup akan lepas kira-kira 7 hari 2,6 jam.
Cara perawatan tali pusat yang tepat dapat mengurangi risiko masalah kesehatan pada bayi. Biasanya, tenaga kesehatan akan memberikan edukasi terkait perawatan tali pusat setelah persalinan.
Sumber : idntimes.com
Waspadai Pendarahan Otak, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Untuk kebanyakan orang, istilah pendarahan otak diartikan sebagai kondisi pendarahan yang terjadi di dalam kepala. Meski demikian, di mata dokter, pendarahan otak (juga dikenal dengan istilah atau intracerebral hemorrhage atau intracranial hemorrhage) adalah istilah yang luas. Umumnya, dokter akan menggambarkan pendarahan otak berdasarkan lokasi tepatnya.
Berdasarkan laporan dalam publikasi StatPearls, pendarahan otak, bergantung pada lokasi terjadinya, bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk kelemahan pada tubuh, kehilangan kesadaran, kejang, hingga kematian. Ya, pendarahan otak adalah kondisi darurat medis yang butuh perawatan sesegera mungkin.
Mengingat bahayanya, yuk, simak penjelasan berikut ini tentang penyebab dan gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai.
1. Trauma atau cedera kepala
Cedera kepala adalah kondisi ketika kepala mengalami benturan keras, sehingga menimbulkan gangguan pada struktur dan jaringan otak. Cedera atau trauma kepala bisa diakibatkan banyak hal, seperti kecelakaan, jatuh, cedera olahraga, penyerangan, dan sebagainya.
Cedera kepala juga memiliki beberapa jenis, seperti hematoma, pendarahan, gegar otak, sampai pembengkakan pada jaringan otak.
Area pendarahan yang paling umum setelah mengalami cedera kepala adalah area tengkorak dan membran lainnya (meninges), yang digambarkan sebagai hematoma subdural.
Sebagai informasi, menurut penelitian dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine tahun 2011, trauma kepala bisa meningkatkan risiko stroke.
2. Aneurisme
Aneurisme otak adalah kondisi timbulnya benjolan yang diakibatkan oleh melemahnya dinding arteri (pembuluh darah).
Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya aneurisme, seperti merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, pola makan yang buruk, dan gaya hidup yang tidak aktif.
Selama aneurisme tidak pecah, gejalanya mungkin tidak terdeteksi. Meski begitu, aneurisme yang tidak pecah juga bisa menghambat sirkulasi ke jaringan lain, sehingga dapat terjadi penyumbatan darah yang bisa menyebabkan stroke atau komplikasi lainnya.
3. Tumor otak
Tumor otak adalah kumpulan sel-sel jaringan abnormal yang tumbuh di otak. Berdasarkan sifatnya, tumor memiliki dua jenis, yaitu jinak dan ganas.
Tumor jinak biasanya dikategorikan sebagai tumor otak primer yang berasal dari otak, sementara tumor ganas dikategorikan sebagai tumor otak sekunder yang berasal dari sel kanker yang menyebar ke otak dari organ tubuh lain.
Dilansir Verywell Health, tumor otak bisa menyebabkan area di dekat tumor mengalami pendarahan. Ini bisa terjadi ketika tumor (dan tekanan intrakranial yang terkait dengannya) menyebabkan pembuluh darah kecil di dekatnya menipis, pecah, dan berdarah.
4. Pendarahan spontan
Meskipun jarang terjadi, tetapi pendarahan spontan di otak sering memengaruhi korteks serebral atau kapsul internal, menyebabkan gejala mirip stroke.
Berdarkan laporan dalam jurnal Stroke tahun 2018, kondisi ini disebut sebagai amyloid angiopathy, yang dapat dipicu oleh penggunaan pengencer darah atau kelainan darah.
5. Penyalahgunaan obat-obatan
Penyalahgunaan obat-obatan, seperti kokain dan metamfetamin, juga meningkatkan risiko pendarahan otak.
Penggunaan kokain dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pusing, insomnia, dan beberapa penyakit lainnya. Selain itu, penyalahgunaan metamfetamin juga memiliki pengaruh buruk pada sel-sel yang melindungi kesehatan otak.
Penyalahgunaan obat-obatan ini juga dapat menimbulkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang merupakan salah satu faktor penyebab pendarahan pada otak.
6. Konversi hemoragik
Stroke adalah kerusakan pada otak yang disebabkan oleh aliran darah yang terputus di otak. Stroke iskemik, yang ditandai dengan aliran darah yang tidak memadai ke otak, terkadang dapat memicu stroke hemoragik jika parah dan berlangsung lama.
Proses itulah yang disebut sebagai konversi hemoragik, biasanya berkembang setelah penyumbatan pembuluh darah. Ini dijelaskan dalam laporan di jurnal Annals of Translational Medicine tahun 2004.
Faktor risiko pendarahan otak
Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko pendarahan otak, meliputi :
- Hipertensi maligna, yaitu kondisi darurat medis yang terjadi ketika tekanan darah meningkat drastis hingga jauh melebihi ambang batas normal.
- Penggunaan narkoba, seperti sabu atau kokain.
- Kelainan darah.
- Obat-obatan yang mengganggu pembekuan darah, seperti clopidogrel.
Faktor risiko di atas juga membuat seseorang lebih mungkin mengalami pendarahan otak setelah mengalami trauma atau cedera kepala.
Selain itu, menurut studi dalam Journal of Stroke tahun 2017, orang yang berusia di atas 75 tahun lebih rentan mengalami pendarahan otak karena perubahan terkait penuaan, seperti peningkatan kerapuhan pembuluh darah dan gangguan pembekuan darah.
Waspadai gejalanya
Pendarahan otak bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala yang memburuk dengan cepat, selama berjam-jam atau berhari-hari.
Gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Rasa sakit di kepala.
- Nyeri di leher dan punggung.
- Kaku leher.
- Perubahan pada penglihatan.
- Fotofobia.
- Kelemahan pada satu sisi wajah atau tubuh.
- Bicara cadel.
- Kelesuan.
- Mual dan muntah.
- Kebingungan.
- Perubahan perilaku.
- Kejang.
- Rasa ingin jatuh tetapi tak selalu sampai kehilangan kesadaran.
- Kehilangan kesadaran.
Umumnya efek pendarahan otak tergolong parah, tetapi bisa nonspesifik, jadi kamu mungkin tidak menyadari bahwa itu terkait dengan masalah otak.
Bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, apalagi punya faktor risikonya, segera cari pertolongan medis. Pendarahan otak ada beberapa macam dan semuanya berbahaya. Namun, pemulihan masih mungkin dilakukan. Perawatan yang cepat dan tepat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi berbahaya.
Sumber : idntimes.com
Penyebab Perut Buncit pada Perempuan yang Harus Diwaspadai
Rasanya kebanyakan orang tak ingin perutnya menyimpan kelebihan lemak, baik laki-laki maupun perempuan. Bukan cuma memengaruhi penampilan, tumpukan lemak di perut juga meningkatkan risiko berbagai penyakit. Secara mental, memiliki perut rata juga bisa meningkatkan kepercayaan diri.
Ada berbagai cara untuk mengusir timbunan lemak di perut, tetapi kadang menghilangkannya tidak semudah itu. Berikut ini akan dijelaskan berbagai penyebab perut buncit pada perempuan. Dengan mengetahui penyebabnya, akan lebih mudah bagimu untuk mencegah dan mengatasinya. Simak terus, ya!
1. Pola makan yang salah dan tidak seimbang
Salah satu alasan utama perempuan memiliki lemak perut berlebih adalah jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar atau keluar. Kelebihan kalori ini akan disimpan sebagai lemak. Sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau sirop jagung fruktosa tinggi juga dapat menyebabkan penambahan lemak perut.
Dilansir Medical News Today, beberapa makanan dan minuman manis seperti kue, permen, soda, dan jus buah juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut karena dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi kemampuan tubuh dalam
.
Pola makan yang rendah protein dan tinggi karbohidrat juga dapat meningkatkan berat badan. Ini karena protein merupakan unsur penting yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
2. Alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit hati dan peradangan. Dilansir The Healthy Mummy, kelebihan kalori dari konsumsi alkohol juga akan disimpan sebagai lemak. Seperti gula, alkohol juga memperlambat pembakaran lemak dan metabolisme.
Seseorang yang mengonsumsi sebanyak tiga gelas atau lebih alkohol dalam sehari, dapat memiliki lemak perut yang lebih banyak daripada orang yang tidak minum alkohol atau meminumnya lebih sedikit.
Selain itu, seseorang yang jarang minum alkohol, tetapi pada satu hari tertentu langsung mengonsumsi empat gelas atau lebih alkohol, memiliki risiko penambahan lemak perut yang juga besar.
3. Lemak trans
Lemak trans merupakan lemak yang paling tidak sehat. Lemak ini dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh untuk membuatnya lebih stabil, dan biasanya ditemukan dalam makanan cepat saji agar dapat bertahan lebih lama.
Lemak trans dapat menimbulkan banyak peradangan atau inflamasi, resistansi insulin, dan lemak perut pada tubuh. Makanan yang dipanggang seperti muffin dan biskuit juga dapat mengandung lemak trans.
American Heart Association merekomendasikan kita untuk mengganti lemak trans dengan makanan berbasis gandum yang sehat, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Membaca label makanan dapat membantu untuk melihat apakah makanan tersebut mengandung lemak trans atau tidak.
4. Kurang gerak atau minim aktivitas fisik
Gaya hidup sedenter yang jarang bergerak alias mager juga merupakan salah satu penyebab lemak perut berlebih pada perempuan. Gaya hidup minim aktivitas fisik ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Olahraga rutin atau aktivitas fisik lainnya bisa membantu mengecilkan perut.
Kenyamanan yang disuguhkan dari teknologi modern juga mengurangi kebutuhan kita untuk aktif bergerak, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Mengutip Healthline, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa perempuan yang menonton TV lebih dari 3 jam setiap harinya memiliki risiko dua kali lipat lebih mengalami obesitas di perut daripada orang yang hanya menonton TV satu jam setiap harinya.
5. Merokok
Menurut para peneliti, merokok bukanlah penyebab langsung dari menumpuknya lemak di perut. Namun, mereka meyakini bahwa merokok adalah salah satu faktor risiko.
Sebuah studi berjudul “Cigarette Smoking Increases Abdominal and Visceral Obesity but Not Overall Fatness: An Observational Study” dalam jurnal PLOS One tahun 2012,
menyatakan bahwa subjek penelitian yang adalah perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan lemak viseral daripada yang tidak merokok, meskipun mereka sama-sama mengalami obesitas.
6. Penuaan dan menopause
Penuaan atau bertambahnya usia perempuan juga dapat meningkatkan lemak di perut. Meskipun tidak mengalami pertambahan berat badan sekalipun, perempuan dapat mengalami peningkatan lemak perut seiring bertambahnya usia, terutama di sekitar usia menopause.
Pada masa menopause, lemak yang biasanya disimpan di pinggul dan paha jadi bergeser disimpan di perut karena kadar hormon estrogen yang menurun drastis.
Beberapa perempuan mungkin mengalami lebih banyak penumpukan lemak perut karena faktor genetika dan usia menopause itu dimulai. Menopause yang terjadi pada usia yang lebih muda cenderung mendapatkan lebih sedikit lemak perut.
Menghilangkan perut buncit terkadang tidak mudah, sebab menumpuknya lemak di perut atau penyebab perut buncit pada perempuan tidak sesederhana akibat kebanyakan makan dan malas gerak saja. Ada banyak faktor yang memengaruhinya.
Perut buncit pada perempuan bisa disebabkan banyak faktor, baik faktor bawaan maupun gaya hidup. Kamu tidak dapat mengubah gen, memperlambat penuaan, atau menghentikan menopause. Namun, kamu masih bisa mengendalikan faktor lain yang berkontribusi pada timbunan lemak di perut dengan olahraga rutin, menerapkan pola makan yang sehat, cukup tidur, dan mampu mengelola stres dengan baik.
Sumber : idntimes.com
Traveler’s Diarrhea: Penyebab, Gejala, Pengobatan
Traveling merupakan salah satu kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan dan menyegarkan pikiran. Meskipun tujuannya untuk bersenang-senang atau pulang ke kampung halaman, tetapi kita tetap perlu menjaga diri selama melakukan perjalanan agar terhindar dari penyakit. Salah satu yang perlu diwaspadai yaitu traveler's diarrhea atau diare wisatawan.
Diare ini dapat terjadi saat kamu sedang bepergian atau kembali dari tempat liburan. Bisa juga terjadi saat masa liburan atau masa mudik Lebaran. Nah, agar lebih mewaspadainya, berikut ulasan seputar traveler's diarrhea yang menarik buat disimak.
1. Apa itu traveler's diarrhea?
Dilansir Mayo Clinic, traveler's diarrhea merupakan gangguan saluran pencernaan yang umumnya menyebabkan buang air besar cair dan kram perut.
Diare ini disebabkan akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kita lebih berisiko terkena diare saat bepergian ke tempat dengan iklim atau praktik sanitasinya yang berbeda dari tempat asal.
Traveler's diarrhea biasanya tidak menyebabkan hal serius pada kebanyakan orang. Namun, tetap saja bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Diperkirakan sekitar 30 hingga 70 persen wisatawan dapat mengalami kondisi ini, tergantung pada tujuan dan musim saat melakukan perjalanan.
Diare yang terus-menerus juga berisiko menyebabkan dehidrasi. Saat diare, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Dehidrasi berbahaya jika terjadi pada anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
2. Apa saja gejalanya?
Traveler's diarrhea dapat terjadi tiba-tiba di tengah perjalanan maupun setelah kembali ke rumah. Kebanyakan penderitanya mulai membaik dalam 1 hingga 2 hari dan pulih sepenuhnya dalam seminggu. Namun, kita bisa mengalami beberapa episode diare ini dalam satu perjalanan.
Gejala traveler's diarrhea yang umum dapat meliputi:
- Menceret tiga kali atau lebih dalam sehari.
- Tidak bisa menahan buang air besar.
- Kram perut.
- Mual.
- Muntah.
- Demam.
Terkadang, kita bisa mengalami dehidrasi sedang hingga berat, muntah terus-menerus, demam tinggi, buang air besar berdarah, atau nyeri hebat di perut atau rektum.
Kalau mengalami gejala-gejala tersebut atau diare yang tak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter.
3. Penyebab dan faktor risiko
Kita biasanya mengalami diare setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperkirakan sekitar 80 hingga 90 persen diare ini disebabkan oleh bakteri. Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan diare adalah Escherichia coli. Selain itu, Campylobacter jejuni, Shigella spp., dan Salmonella spp juga dapat menimbulkan gangguan saluran pencernaan ini.
Orang-orang dengan kondisi berikut ini punya risiko lebih besar terkena traveler's diarrhea:
- Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Remaja atau dewasa muda yang cenderung lebih berani mencoba berbagai makanan atau mungkin kurang waspada dalam menghindari makanan yang terkontaminasi.
- Orang dengan diabetes, penyakit pada saluran pencernaan seperti radang usus, penyakit ginjal, penyakit hati, atau penyakit jantung yang parah.
- Orang yang minum obat penurun asam lambung atau antasida. Asam lambung cenderung menghancurkan mikroorganisme, seperti kuman dan bakteri.
- Orang yang melakukan perjalanan pada musim tertentu saat risiko diare tinggi.
4. Diagnosis
Apabila diare belum sembuh dalam tiga hari atau gejala memburuk, sebaiknya temui dokter dan beri tahu kalau kamu baru bepergian.
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga mungkin akan menganjurkan pemeriksaan lanjutan, seperti tes sampel feses untuk mengidentifikasi parasit atau bakteri penyebab diare, serta tes darah untuk memeriksa infeksi.
5. Bagaimana cara mengobatinya?
Traveler's diarrhea umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Kalau kamu mengalaminya, usahakan untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih atau mengonsumsi cairan elektrolit, seperti larutan oralit. Saat diare, hindari asupan kafein dan alkohol karena dapat meningkatkan dehidrasi.
Selain itu, obat-obatan antidiare, seperti loperamide, obat yang mengandung bismuth subsalicylate kerap digunakan untuk meredakan diare.
Kalau gejalanya parah atau memburuk, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. Sementara itu, obat antiparasit akan diresepkan untuk diare akibat parasit. Obat-obatan akan diberikan sesuai kondisi kita.
6. Upaya pencegahan
Hal yang perlu diingat saat bepergian ke daerah atau negara lain yaitu selalu memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Untuk mencegah diare, kita bisa mempraktikkan ini:
- Mengonsumsi makanan yang matang, hindari makan daging atau makanan laut yang mentah dan setengah matang.
- Minum air kemasan yang masih tersegel dengan baik, atau merebus air terlebih dahulu dan biarkan dingin lalu simpan dalam wadah tertutup yang bersih.
- Hindari terlalu sering jajan di pinggir jalan.
- Memilih buah yang dikupas, seperti pisang, jeruk dan lainnya.
- Hindari susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi, termasuk es krim.
- Sering mencuci tangan, terutama sebelum makan dan saat hendak menyentuh wajah serta setelah menggunakan toilet. Jika air bersih tidak tersedia, kamu dapat menggunakan hand sanitizer.
- Apabila makan di restoran, pastikan permukaan meja serta alat-alat makan sudah bersih.
Jangan sampai saat traveling kita terkena traveler's diarrhea, ya! Saat traveling, tidak ada salahnya untuk mencoba aneka kuliner baru. Namun, pilihlah makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya serta jangan lupa untuk rajin cuci tangan, ya
Sumber : idntimes.com
Strategi Efektif agar Tidak Kalap saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa selama bulan Ramadan merupakan momen yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Namun sering kali, kegembiraan tersebut menjadi berlebihan sehingga berbuka dengan makanan yang berlebihan dan tidak sehat.
Bagi beberapa orang, hal ini bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Untuk itu, dibutuhkan beberapa strategi efektif agar tidak kalap saat berbuka puasa. Berikut adalah strategi yang dapat diaplikasikan.
1. Mengatur jadwal makan
Salah satu cara terbaik untuk menghindari kalap saat berbuka puasa adalah dengan mengatur jadwal makan. Sebaiknya, pisahkan waktu berbuka puasa dan makan malam dengan jeda yang cukup.
Dalam jangka waktu 30 menit hingga 1 jam, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kembali mengisi energi dan nutrisi. Setelah itu, baru dapat melanjutkan makan malam dengan menu yang lebih seimbang.
2. Berbuka dengan makanan yang tepat
Berbuka dengan makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Ketika berbuka puasa, tubuh membutuhkan nutrisi dan energi yang cukup untuk mengisi kembali kebutuhan selama berpuasa. Oleh karena itu, sebaiknya memilih makanan yang kaya akan nutrisi, rendah lemak, dan rendah gula.
Makanan yang ideal untuk berbuka puasa adalah buah-buahan, sayuran, dan protein ringan seperti telur atau yogurt. Selain itu, hindari makanan yang terlalu pedas atau berlemak karena dapat memicu masalah pencernaan.
Dengan memilih makanan yang tepat saat berbuka puasa, kamu dapat menjaga kesehatan tubuh dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
3. Makan dengan perlahan dan nikmati makanan
Menikmati makanan dan makan dengan perlahan dapat membantu menghindari kalap saat berbuka puasa. Makan dengan perlahan akan membantu mengaktifkan sinyal kenyang yang akan dikirimkan ke otak.
Hal ini akan membantu kamu menghindari keinginan untuk makan berlebihan. Selain itu, menikmati makanan juga dapat memberikan kepuasan yang lebih dan mengurangi keinginan untuk terus makan.
4. Hindari minuman manis dan berkafein
Hindari minuman manis dan berkafein saat berbuka puasa karena dapat memperburuk kondisi tubuh dan meningkatkan keinginan untuk makan. Minuman seperti soda, kopi, teh, dan minuman berenergi mengandung kafein dan gula yang tinggi sehingga dapat membuat perut kosong dan memicu rasa lapar yang tidak terkontrol. Selain itu, kafein dalam minuman tersebut dapat mengganggu tidur di malam hari yang dapat memperburuk kesehatan tubuh.
Sebaiknya pilih minuman yang alami dan tidak mengandung pemanis buatan seperti air putih, jus buah alami, atau infused water, untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Dengan menghindari minuman manis dan berkafein, kamu dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang tepat saat berbuka puasa.
5. Jangan lewatkan sahur
Jangan lewatkan sahur karena sahur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan energi selama berpuasa. Makan sahur dapat membantu meningkatkan kadar gula darah dan menghindari rasa lapar yang berlebihan selama berpuasa. Selain itu, makan sahur dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menghindari dehidrasi selama berpuasa.
Penting untuk memilih makanan yang tepat saat sahur seperti karbohidrat kompleks dan protein, serta minum air putih dalam jumlah yang cukup. Dengan memperhatikan sahur, tubuh kamu dapat memperoleh nutrisi yang cukup dan siap menghadapi berpuasa seharian penuh. Jadi, jangan lewatkan sahur jika ingin menjaga kesehatan tubuh dan energi selama berpuasa.
Dalam menjalankan ibadah puasa, menjaga pola makan yang sehat dan teratur saat berbuka puasa adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan menerapkan strategi efektif yang telah dijelaskan di atas seperti menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat, mengatur porsi makan, dan memilih makanan yang tepat, kamu dapat menghindari keinginan untuk makan berlebihan saat berbuka puasa.
Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjaga keseimbangan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan. Dengan demikian, kamu dapat menjaga kesehatan tubuh dan menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan nyaman.
Sumber : idntimes.com
Buah yang Bisa Membantu Atasi Lemah Syahwat
Lemah syahwat dalam ilmu kesehatan dikenal dengan istilah disfungsi ereksi (DE) atau impotensi. Masalah ini membuat kaum adam berlomba-lomba mencari pengobatan yang efektif. Dokter umumnya memberikan obat medis, terapi testosteron, penggunaan vakum, atau operasi implan.
Selain jalur medis, perubahan gaya hidup juga bisa menjadi solusi. Kamu bisa memulainya dengan menambah aktivitas fisik, mengurangi rokok dan alkohol, serta menjalani diet sehat. Termasuk dengan mengonsumsi buah-buahan tertentu.
Bahkan ada, lho, buah yang bisa membantu mengatasi lemah syahwat. Perlu diketahui bahwa ini bukanlah pengobatan, melainkan metode yang bisa dilakukan beriringan dengan medis. Apa saja buah yang dimaksud? Mari kita cari tahu bersama-sama.
1. Semangka
Semangka mudah sekali ditemukan di toko buah maupun pasar. Buah ini familier dengan bentuk bulat, daging buah merah merekah, kaya kandungan air, dan dilapisi kulit hijau yang mengkilap. Ternyata, kesegaran buah semangka bisa membantu mengurangi masalah lemah syahwat atau disfungsi ereksi.
Dilansir dari laman WebMD, semangka mengandung senyawa yang memiliki efek mirip dengan obat DE dan meningkatkan gairah seksual. Tidak hanya itu, semangka berisi kandungan likopen dan antioksidan yang berguna bagi jantung, kulit, serta prostat.
2. Buah berry
Buah yang tergolong kelompok beri-berian antara lain stroberi, anggur, bluberi, blackberry, blackcurrant, raspberry, cranberry, serta bilberry. Tak hanya segar, beri-berian ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk organ reproduksi.
Laman Medical News Today menjelaskan buah beri punya kandungan flavonoid untuk menurunkan angka impotensi. Jika bosan memakannya langsung, kamu bisa mengonsumsinya dalam bentuk jus segar.
3. Apel
Kulit terluar apel ada yang berwarna merah, hijau, dan kuning. Terlepas dari warnanya yang bervariasi, manfaat apel bagi tubuh luar biasa.
Buah apel dan pir memiliki kandungan flavonoid yang melimpah. Kandungan ini dipercaya dapat mencegah disfungsi ereksi. Dilansir dari laman Healthline, apel bisa menurunkan risiko diabetes melitus, kanker, serta penyakit jantung.
4. Alpukat
Daging lembut alpukat dapat dikreasikan menjadi minuman dan makanan. Di sisi lain, nutrisi pada alpukat bagus digunakan sebagai pengontrol berat badan. Tak heran apabila buah ini dijadikan salah satu menu diet.
Vitamin E buah alpukat yang besar berperan dalam peningkatan kualitas sperma. Alpukat terdapat mineral seng yang baik untuk produksi hormon testosteron dan kesuburan.
5. Tomat
Tomat termasuk bagian buah-buahan karena mempunyai biji dan tumbuh dari bunga tanaman. Di samping memikirkan tomat tergolong buah dan sayur, buah segar ini memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi.
Laman Healthline menyebutkan tomat kaya kandungan antioksidan (likopen). Likopen membuat buah tomat berwarna merah cerah. Antioksidan ini berpengaruh dalam peningkatan kualitas sperma, penurunan risiko penyakit prostat, serta kesuburan.
Nah, buah-buah tersebut bisa dikonsumsi untuk mengatasi lemah syahwat. Selain konsumsi buah, sebaiknya batasi makanan tinggi gula, tinggi lemak, serta alkohol
Sumber : idntimes.com
Bagaimana Cara Minum Pil KB yang Benar?
Sekian banyaknya jenis alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kontrasepsi pil banyak dipilih perempuan karena kemudahan pemakaiannya. Cara mendapatkan gampang, tidak perlu prosedur ribet, serta kinerjanya efektif menjadi poin plus pil KB.
Sebelum memutuskan memilih jenis KB, alangkah baiknya kamu mengetahui cara pemakaiannya dan ciri khasnya. Bukan hanya asal telan, bagaimana cara minum pil KB yang tepat? Yuk, ikuti petunjuknya!
1. Bagaimana cara kerja pil KB?
Pil KB adalah metode kontrasepsi berisikan hormon yang dimasukkan lewat mulut. Perempuan harus meminum pil pada waktu yang sama setiap harinya.
Setelah masuk tubuh, hormon di dalam pil menjalankan fungsi untuk mencegah kehamilan. Dilansir WebMD, cara kerja pil KB dengan mencegah ovulasi, mengentalkan cairan serviks untuk menyulitkan pertemuan sperma dan ovum, serta meningkatkan kepekatan lendir pada lapisan rahim.
2. Apa beda pil progestin dan kombinasi?
Terlepas dari banyaknya merek yang beredar, pil KB terdiri atas dua jenis, yaitu pil progestin dan kombinasi. Perbedaan keduanya bisa dilihat dari kandungan hormon di dalamnya.
Pil kombinasi berisikan hormon estrogen dan progesteron. Di sisi lain, pil progestin atau mini pil hanya mengandung hormon progesteron atau progestin (progesteron sintesis).
3. Cara minum mini pil
Pil progestin biasanya dipakai oleh orang yang menghindari konsumsi hormon estrogen, seperti ibu menyusui dan pasien kanker. Apabila ibu menyusui ingin memakai pil KB, jenis mini pil lebih direkomendasikan karena tidak memengaruhi pengeluaran ASI.
Mini pil dikemas 28 pil atau 35 pil dalam wadah gepengan tipis. Buku berjudul Asuhan Kebidanan pada Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana membagikan cara minum pil progestin, yaitu:
- Minum mini pil pertama kali pada hari kelima saat siklus menstruasi berlangsung.
- Baca petunjuk kemasan karena merk kontrasepsi oral tertentu ada yang diminum pada hari pertama haid.
- Mini pil diminum setiap hari pada waktu yang serupa. Toleransi keterlambatan meminum pil progestin hanya tiga jam.
4. Cara minum pil KB kombinasi
Kontrasepsi pil kombinasi digolongkan berdasarkan perbandingan kadar hormon tiap pil yaitu monofasik, bifasik, trifasik, serta tetrafasik. Jenis pil KB ini tersedia beberapa paket antara lain 21 pil, 28 pil, 91 pil, dan 365 pil.
Mirip dengan pemakaian mini pil, cara minum pil KB kombinasi juga setiap hari. Perempuan yang minum pil KB mempunyai toleransi keterlambatan hingga 12 jam.
Buku berjudul Penggunaan Kontrasepsi dalam Praktik Klinik dan Komunitas menyebutkan tiga metode memakai pil KB kombinasi berisi 28 pil yaitu:
- Mulai hari pertama : Pil KB plasebo diminum pada hari pertama siklus menstruasi. Pilih pil plasebo sesuai dengan nama hari pertama haid pada kemasan.
- Mulai di hari Minggu : pil KB plasebo diminum pada hari Minggu pertama haid. Jika mentruasi hari pertama tepat pada hari Minggu, kamu bisa minum pil plasebo saat itu juga.
- Mulai cepat : Kamu bisa memulai minum pil KB hari bebas pada siklus menstruasi. Kamu dapat mulai minum pil plasebo saat haid, tetapi jika tidak haid minum pil aktif. Ketika memilih metode ini perlu proteksi kontrasepsi lain selama seminggu pertama.
Siapa saja yang tidak boleh minum pil KB?
Apabila kamu orang yang mudah lupa, memakai jenis kontrasepsi oral kurang cocok buatmu. Telat satu hari tidak minum obat, kinerja kontrasepsi akan menurun.
Buku berjudul Cara Sehat selama Hamil menyebutkan perempuan yang tidak boleh memakai pil KB yaitu yang memiliki penyakit pembuluh darah, gangguan hati, hamil, kanker payudara, perokok berusia lebih dari 35 tahun, serta kanker organ reproduksi.
Cara minum pil KB yang benar membuat obat bekerja lebih optimal. Di samping banyak kelebihannya, tidak dimungkiri kekurangannya terletak pada efek samping yang dirasakan pengguna kontrasepsi.
Sumber : idntimes.com
Turun Berat Badan Drastis? Mungkin Itu Pertanda Cachexia
Tidak selamanya penurunan berat badan dianggap sebagai sesuatu yang positif. Jika kamu mengalami penurunan berat badan drastis disertai dengan berkurangnya massa otot, mungkin ini pertanda cachexia.
Mari mengenal cachexia lebih lanjut, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, dan penanganannya. Baca sampai tuntas, ya!
1. Apa itu cachexia?
Merasa kurang familier dengan namanya? Cachexia adalah terjadinya penurunan berat badan secara berlebihan. Ini disebabkan oleh penipisan jaringan adiposa dan massa otot pada tubuh, seperti diterangkan dalam laman News Medical. Seseorang dengan cachexia akan mengalami penurunan berat badan drastis tanpa berusaha diet atau olahraga.
Cachexia juga dikenal sebagai wasting syndrome. Kata "cachexia" sendiri berasal dari istilah Yunani, yang mana "kakos" berarti buruk dan "heksis" yang berarti kondisi.
Cachexia menyebabkan pengecilan otot yang tidak proporsional, kelemahan dan kelelahan, serta menghilangkan nafsu makan pada individu yang terdampak.
2. Berapa banyak orang yang mengalami cachexia?
Cachexia erat kaitannya dengan kanker. Ini karena pasien kanker umumnya mengalami penurunan berat badan drastis. Setengah dari pasien kanker mengalami penurunan berat badan dan sepertiga di antaranya akan kehilangan 5 persen dari berat badan.
Menurut keterangan dari Cancer Research UK, orang dengan kanker stadium awal biasanya tidak mengalami cachexia. Hingga 8 dari 10 orang dengan kanker stadium lanjut (80 persen) mengembangkan beberapa derajat kaheksia.
Cachexia pada kanker stadium lanjut bisa sangat melemahkan dan membuat seseorang kurang mampu melakukan banyak hal.
Cachexia tidak hanya terkait dengan kanker. Ini umum terjadi pada stadium lanjut penyakit lain seperti penyakit jantung, HIV, dan penyakit ginjal.
Kehilangan otot dan lemak dapat membuat seseorang terlihat seperti kekurangan tenaga. Ini semua dapat diperburuk oleh efek samping dari pengobatan kanker.
Penurunan berat badan paling banyak terjadi pada penderita kanker lambung, kanker pankreas, dan kanker paru-paru.
3. Gejala
Ada beberapa tanda dan gejala cachexia. Secara umum, orang dengan cachexia akan mengalami penurunan berat badan dan kehilangan massa otot secara drastis. Selain itu, kekuatan otot jadi berkurang, merasa kelelahan, kehilangan nafsu makan dan memiliki kadar protein albumin yang rendah, jelas laman Healthline.
Tak hanya, orang dengan cachexia akan mengalami anemia, tingkat peradangan yang tinggi, serta kesulitan menaikkan berat badan.
Diagnosis cachexia tidak mudah. Setidaknya, seseorang harus kehilangan 5 persen dari berat badan selama 12 bulan terakhir untuk menentukan apakah itu disebabkan oleh cachexia atau bukan.
4. Penyebab
Penyebab pasti cachexia belum diketahui hingga detik ini. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kaitan antara cachexia dengan tumor nekrosis faktor alfa (TNF- α), interleukin 6 (IL-6), dan interferon gamma (IFN-γ), terang laman News Medical. Penelitian menunjukkan bahwa TNF- α bisa menyebabkan penipisan jaringan dan otot.
Selain itu, cachexia terjadi pada tahap akhir dari kanker, penyakit ginjal kronis, radang sendi, gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronis, dan fibrosis kistik, ujar laman Healthline. Orang dengan penyakit tersebut memiliki risiko besar kehilangan berat badan dan mengalami pengurangan massa otot.
5. Tiga kategori cachexia
Cachexia dibagi menjadi tiga kategori, yaitu precachexia, cachexia, dan cachexia refraktori.
- Precachexia: Seseorang akan kehilangan 5 persen dari berat badan. Hal ini disertai dengan beberapa gejala seperti kehilangan nafsu makan, mengalami peradangan serta perubahan metabolisme.
- Cachexia: Seseorang akan mengalami penurunan berat badan hingga 5 persen selama 12 bulan. Penurunan berat badan ini bisa terjadi bahkan tanpa perlu bersusah payah diet atau olahraga.
- Cachexia refraktori: Terjadi pada individu dengan kanker dan umum terjadi pada kanker stadium akhir.
6. Komplikasi yang bisa terjadi
Jangan menganggap cachexia remeh, sebab kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Dilansir Medical News Today, pengurangan massa lemak dan otot akan berpotensi mempercepat kematian. Cachexia adalah faktor pemicu 20 persen kematian akibat kanker, menurut laporan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle.
Komplikasi cachexia menyebabkan sistem kekebalan tubuh berkurang, terjadinya gangguan respons terhadap pengobatan, berkurangnya kualitas hidup, hilangnya kemampuan untuk hidup mandiri, serta mengurangi angka harapan hidup. Ternyata, efeknya cukup fatal juga, ya?
7. Pengobatan
Untuk saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk cachexia. Pengobatan hanya bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan untuk menyembuhkan. Caranya adalah dengan mengubah diet dan pola makan, menambahkan suplemen gizi, memberi obat penambah nafsu makan, serta menjaga agar suasana hatinya tetap baik.
Stimulan penambah nafsu makan yang dimaksud adalah megestrol acetate, memberi dronabinol untuk mencegah mual, meningkatkan selera makan, serta menjaga suasana hati. Tak lupa, dukungan emosional dari orang terdekat sangatlah penting.
Cachexia adalah kondisi yang sering kali tidak dapat diubah yang terjadi pada tahap akhir penyakit serius, termasuk kanker dan HIV. Ini menyebabkan penurunan berat badan yang parah dan tidak disengaja serta kehilangan otot.
Pendekatan pengobatan yang menggabungkan berbagai terapi dapat membantu. Namun, cara terbaik untuk mencegah cachexia adalah dengan mengurangi risiko kondisi yang mendasarinya
Sumber : idntimes.com
Kekurangan Asupan Mangan Bisa Menyebabkan 5 Penyakit Ini
Mangan (Mn) adalah nutrisi penting yang terlibat dalam sintesis dan aktivasi banyak enzim dalam pengaturan metabolisme glukosa dan lipid pada manusia, menurut laporan dalam Journal Oxidative Medical and Cellular Longevity tahun 2018. Kekurangan nutrisi mangan dapat merugikan tubuh.
Walaupun jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh sedikit (2,3 mg per hari untuk laki-laki, 1,8 mg untuk perempuan, serta untuk anak-anak bervariasi tergantung usia dan jenis kelamin), tetapi kekurangan asupan mangan dapat menyebabkan sejumlah penyakit. Inilah lima penyakit yang bisa terjadi karena kekurangan nutrisi mangan.
1. Hiperglikemia
Dilansir Greatist, terpenuhinya mangan di dalam tubuh bisa mencegah risiko hiperglikemia, yaitu kelebihan kadar gula di dalam darah. Mangan bekerja menormalkan sekresi dan sintesis insulin sehingga kadar gula dalam darah bisa terkontrol.
Selain itu, mangan juga berperan dalam pengeluaran hormon insulin. Hormon insulin dibutuhkan untuk mengangkut gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Kurangnya mangan membuat proses tersebut menjadi terhambat, akibatnya terjadilah penumpukan gula di dalam darah.
2. Tremor
Dikutip dari Health Matters, kekurangan asupan mangan bisa menyebabkan tremor di seluruh bagian tubuh. Ini karena nutrisi mangan berperan dalam mengendalikan fungsi sistem saraf yang berpusat di otak dan membantu semua bagian tubuh melakukan fungsinya dengan tepat.
Kurangnya asupan mangan menyebabkan sistem saraf tubuh yang berpusat di otak serta yang bertugas mengatur pergerakan otot mengalami gangguan. Adanya gangguan tersebut menyebabkan kontraksi otot seluruh tubuh yang tidak terkendali sehingga menimbulkan tremor atau gemetar.
3. Demineralisasi tulang
Dilansir Huel, kekurangan mangan juga bisa menyebabkan demineralisasi tulang. Demineralisasi tulang adalah kondisi ketika tulang kehilangan mineral tulang lebih cepat daripada biasanya.
Tulang terdiri dari mineral kalsium dan fosfor. Mangan di dalam tubuh bekerja sama dengan mineral kalsium, fosfor, tembaga dan zink untuk membantu sistem kepadatan tulang.
Mangan juga bertugas mendukung kepadatan mineral tulang. Kekurangan mineral tulang karena demineralisasi tulang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan bisa menyebabkan kondisi kesehatan lainnya, termasuk osteoporosis.
4. Anemia
Kekurangan nutrisi mangan akibat pola makan kadang bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis yang membuat mangan sulit diserap oleh usus.
Diterangkan dalam laman Dr. Axe, tingkat kadar mangan yang rendah di dalam tubuh dapat menyebabkan anemia, yaitu kekurangan sel darah merah yang sehat di dalam tubuh.
Selain itu, mangan juga berfungsi membantu proses pembekuan darah. Ini bisa membuat seseorang mengalami pendarahan berat atau tak kunjung berhenti.
5. Depresi
Depresi adalah salah satu gangguan mental yang biasanya menyebabkan gejala kelelahan, kesedihan, dan kurangnya minat dalam aktivitas sehari-hari. Ada bukti bahwa kekurangan nutrisi mangan berhubungan dengan depresi.
Laporan dalam jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2022 menyebut bahwa mangan merupakan komponen mangan superoksida dismutase (MnSOD, SOD-2) yang merupakan enzim antioksidan pertama untuk melindungi sel otak dari stres oksidatif.
Stres oksidatif memainkan peran penting dalam patofisiologi depresi.
Kekurangan nutrisi mangan bisa menyebabkan beberapa penyakit. Tubuh memang bisa menghasilkan mangan secara alami, tetapi penting untuk berusaha memenuhi kebutuhannya lewat pola makan sehari-hari.
Kamu bisa mendapatkan mangan dari makanan seperti biji-bijian utuh, kerang, tiram, kacang-kacangan, kacang kedelai, legum, beras, sayuran daun, kopi, teh, merica hitam, dan lain-lain.
Sumber : idntimes.com
Demam Rematik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Komplikasi
Demam rematik atau demam reumatik (rheumatic fever) adalah penyakit peradangan yang bisa terjadi saat radang tenggorokan atau demam scarlet yang dialami seseorang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.
Radang tenggorokan dan demam berdarah disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus. Lebih sering dialami oleh anak-anak dan bisa berpotensi bahaya, berikut ini informasi lengkap seputar demam rematik yang perlu diketahui.
1. Penyebab demam rematik
Bakteri streptokokus grup A pada tenggorokan akan menyebabkan radang tenggorokan. Bila tidak ditangani dengan benar, ini bisa memicu perkembangan demam rematik. Pada kasus yang lebih jarang, infeksi streptokokus grup A juga bisa menyebabkan demam scarlet.
Demam rematik bisa muncul setelah radang tenggorokan akibat infeksi bakteri streptokokus grup A. Bakteri ini, dalam kasus yang lebih jarang, juga bisa menyebabkan demam scarlet. Infeksi bakteri streptokokus grup A juga bisa menyerang kulit atau bagian kulit atau bagian tubuh lainnya, tetapi ini sangat jarang memicu demam rematik.
Hubungan antara infeksi bakteri streptokokus grup A dan demam rematik belum jelas, tetapi tampaknya bakteri tersebut mampu menipu sistem kekebalan tubuh.
Demam rematik adalah reaksi berlebihan sistem imun yang menyebabkannya melawan jaringan yang sehat. Infeksi radang tenggorokan atau demam scarlet yang tidak diobati atau pengobatannya tidak tepat bisa memicu reaksi berlebihan ini. Biasanya, ini terjadi ketika infeksi streptokokus grup A tidak diobati secara memadai dengan antibiotik.
Seperti dijelaskan di laman Mayo Clinic, streptokokus grup A mengandung protein yang serupa dengan yang ditemukan di jaringan tubuh tertentu. Karena mirip, sistem kekebalan tubuh yang biasanya menargetkan bakteri penyebab infeksi bisa keliru dan malah menyerang jaringannya sendiri, terutama jaringan jantung, persendian, kulit, dan sistem saraf pusat. Selanjutnya, reaksi sistem kekebalan ini akan mengakibatkan pembengkakan jaringan atau peradangan.
2. Demam rematik lebih sering terjadi pada anak
Sebenarnya, siapa pun bisa mengembangkan demam rematik. Namun, sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak dan remaja, dalam rentang usia 5-15 tahun. Demam rematik akut jarang dialami anak-anak usia di bawah 5 tahun dan usia di atas 15 tahun. Demam rematik umumnya berkembang 2-3 minggu setelah radang tenggorokan atau demam scarlet yang tidak diobati.
Sebetulnya kebanyakan orang yang mengalami radang tenggorokan atau demam scarlet tidak mengalami demam rematik. Sebab, demam rematik hanya terjadi ketika kedua kondisi tersebut tidak diobati sebagaimana mestinya.
Penting diketahui bahwa demam rematik tidak menular, karena ini merupakan respons imun, bukan infeksi. Akan tetapi, radang tenggorokan dan demam scarlet bisa menular, terutama lewat droplet saat penderitanya batuk atau bersin, mengutip Cleveland Clinic.
3. Gejala demam rematik
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), demam dan nyeri sendi merupakan tanda dan gejala umum dari demam rematik. Lebih lengkapnya, gejala demam rematik mungkin termasuk :
- Demam
- Radang sendi, paling sering terjadi di lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan
- Gejala gagal jantung kongestif, termasuk nyeri dada, sesak napas, detak jantung cepat
- Kelelahan
- Gerakan tubuh yang tersentak-sentak dan tidak terkendali (chorea)
- Benjolan tanpa rasa sakit di bawah kulit dekat persendian, tetapi gejala ini jarang terjadi
- Ruam yang muncul sebagai cincin merah muda dengan bagian tengah yang jelas, tetapi gejala ini jarang terjadi
- Murmur jantung
- Pembesaran atau pembengkakan hati
- Terdapat cairan di sekitar jantung
4. Faktor risiko demam rematik
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan demam rematik, ini bisa mencakup :
- Tinggal di area yang sulit mengakses pengobatan dan perawatan medis, misalnya pada beberapa negara berkembang dan negara miskin.
- Usia 5 hingga 15 tahun
- Memiliki sistem kekebalan yang lemah
- Anak-anak yang sering terkena radang tenggorokan akibat streptokokus grup A
- Riwayat demam rematik dalam keluarga
- Area yang ramai, bakteri lebih mudah menyebar pada tempat-tempat orang berkumpul
5. Cara mendiagnosis demam rematik
Diagnosis demam rematik tidak memiliki tes khusus. Namun, mengutip Better Health Channel, serangkaian tes bisa dilakukan yang berupa :
- Pemeriksaan riwayat medis, termasuk bukti infeksi streptokokus sebelumnya
- Pemeriksaan fisik
- Tes usap (swab) tenggorokan untuk menguji keberadaan bakteri streptokokus grup A
- Tes darah untuk mencari tanda-tanda yang menunjukkan adanya peradangan
- Elektrokardiogram (EKG) untuk memantau aktivitas listrik jantung
- Rontgen dada untuk melihat jantung untuk tanda-tanda pembesaran dan paru-paru untuk melihat apakah ada penyumbatan
6. Pengobatan demam rematik
Demam rematik umumnya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Rangkaian pengobatannya bisa mencakup :
- Penisilin, biasanya diberikan sebagai suntikan intramuskular
- Pemberian aspirin
- Pemberian kortikosteroid (kortison) jika radang sendi yang terjadi parah atau seandainya ada karditis (radang jantung)
- Perawatan antibiotik jangka panjang, mungkin termasuk suntikan penisilin bulanan hingga lima tahun. Tujuannya adalah mengurangi risiko penyakit jantung rematik.
- Dalam kasus penyakit jantung rematik, perawatan atau pembedahan kateter jantung mungkin diperlukan untuk memperbaiki katup jantung yang rusak
7. Komplikasi yang bisa terjadi
Peradangan yang terjadi karena demam rematik bisa bertahan selama beberapa minggu hingga bulan. Bahkan, pada beberapa kasus bisa terjadi komplikasi jangka panjang seperti kerusakan permanen pada jantung yang disebut dengan penyakit jantung rematik. Penyakit ini bisa berkembang 10 sampai 20 tahun setelah demam rematik dialami.
Pada kasus demam rematik yang parah, kerusakan pada katup jantung juga bisa terjadi saat anak masih memiliki gejala. Masalah yang paling umum terjadi adalah pada katup antara dua bilik kiri jantung atau katup mitral, meski katup lain juga berpotensi terdampak. Adapun kerusakan tersebut mampu menimbulkan :
- Penyempitan katup yang akan mengurangi aliran darah.
- Kebocoran di katup, sehingga menyebabkan darah mengalir ke arah yang salah.
- Otot jantung yang dapat melemah, kerusakan ini akan memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah.
- Kerusakan katup mitral, katup jantung lainnya, atau jaringan jantung lainnya. Ini akan mengakibatkan masalah pada jantung di kemudian hari, seperti gagal jantung atau detak jantung tidak teratur dan kacau (fibrilasi atrium).
8. Demam rematik berpotensi kambuh
Demam rematik berpotensi besar untuk kambuh. Karenanya, lebih baik mencegah penyakit ini terjadi karena demam rematik mungkin sulit dikendalikan sepenuhnya. Untuk pengobatan jangka panjang, seseorang yang pernah mengalami demam rematik perlu minum antibiotik selama beberapa tahun untuk mencegah kekambuhan.
Menurut National Health Service (NHS), penyakit ini kemungkinannya kecil untuk kambuh setelah 5 tahun sejak demam rematik terjadi. Namun, makin muda seseorang mengalaminya, maka makin besar pula potensi demam rematik untuk kambuh.
Karena demam rematik dapat memicu kerusakan permanen pada jantung di kemudian hari, para penyintas sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan lebih lanjut terkait jantung. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan ini dengan dokter.
Cara paling efektif untuk mencegah demam rematik adalah dengan mengobati radang tenggorokan maupun demam scarlet dengan benar hingga tuntas.
Ingat, bila sampai mengembangkan demam rematik, pengobatannya akan lebih rumit dan kondisi ini bisa kambuh. Sudah begitu, terdapat berbagai risiko komplikasi serius seperti kerusakan jantung permanen yang bisa berkembang bertahun-tahun setelah demam rematik terjadi. Karenanya, jaga selalu kesehatanmu, ya!
Sumber : idntimes.com
Penyebab Kram Perut setelah Menstruasi
Kram perut selama atau sesaat sebelum menstruasi umum terjadi. Penelitian telah menunjukkan bahwa di mana saja dari 16–91 persen orang yang mengalami menstruasi mengalami kram perut, dan mereka lebih umum terjadi pada perempuan berusia 20–24 tahun.
Kram perut yang terjadi berhari-hari atau berminggu-minggu setelah menstruasi, atau pada waktu yang berbeda sepanjang siklus bisa menjadi normal, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Inilah beberapa penyebab kram perut setelah menstruasi.
1. Ovulasi
Nyeri ovulasi, atau Mittelschmerz, cukup umum dan memengaruhi lebih dari 40 persen orang yang mengalami menstruasi, seperti dilansir Flo Health. Umumnya, rasa sakit ini muncul setelah beberapa tahun mendapatkan menstruasi.
Nyeri umumnya dirasakan saat pertengahan siklus. Jika siklus menstruasi kamu 28 hari secara rutin, kamu mungkin merasakannya sekitar 14 hari setelah menstruasi dimulai.
Tidak semua orang mengalami kram atau nyeri saat berovulasi. Jika ya, ini biasanya tidak berlangsung lama. Sering kali hanya berlangsung beberapa menit, tetapi terkadang selama 1–2 hari.
Rasa sakitnya bisa berkisar dari ringan hingga parah, dan sering kali di satu sisi perut bagian bawah. Ini karena rasa sakit disebabkan oleh folikel di ovarium yang pecah untuk melepaskan sel telur. Orang yang mengalami nyeri ovulasi sebagai bagian reguler dari siklus mereka mungkin terbiasa dan mengenalinya ketika itu terjadi.
2. Kehamilan
Jika sel telur dibuahi, langkah selanjutnya dari tahap awal kehamilan ini adalah implantasi. Di sinilah sel telur yang telah dibuahi tertanam ke dalam lapisan rahim yang lembut, memicu banyak perubahan di dalam rahim.
Beberapa, tetapi tidak semua orang, mengalami nyeri kram saat ini terjadi dan ini bisa bertahan hingga 1–2 hari.
3. Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di mana saja di luar rahim. Kondisi ini dimulai seperti kehamilan biasa, tetapi perempuan mungkin segera mengalami kram parah dan nyeri di rahim.
Gejala lain mungkin termasuk :
- Perdarahan tidak normal.
- Nyeri panggul yang tajam dan sering parah.
- Sakit bahu.
- Mual.
Tekanan yang terlibat dalam kehamilan ektopik dapat menyebabkan tuba fallopi pecah. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan hebat, yang dapat menyebabkan pingsan, syok, atau merasa pusing. Tuba fallopi yang pecah membutuhkan perawatan medis darurat.
Kehamilan ektopik tidak umum, terjadi pada sekitar 2 persen kehamilan, menurut laporan dalam jurnal Orvosi Hetilap tahun 2014.
4. Inkapasitas rahim
Dalam beberapa kasus, sejumlah darah akan tetap berada di rahim setelah menstruasi berakhir. Ketika ini terjadi, rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah ekstra, mengutip Medical News Today.
Kontraksi ini dapat menyebabkan kram perut serta dapat menyebabkan bercak cokelat atau hitam saat darah lama didorong keluar. Gejala biasanya akan hilang dalam beberapa hari karena tubuh membuang sisa darah.
5. Endometriosis
Dismenorea adalah istilah umum untuk masalah yang berhubungan dengan menstruasi. Dismenorea sekunder adalah apa yang disebut sebagai masalah yang terkait dengan siklus menstruasi yang tidak secara khusus terkait dengan menstruasi. Istilah ini dapat mencakup kondisi seperti fibroid, polip, endometriosis, dan masalah lain yang terkait dengan sistem reproduksi perempuan.
Merupakan penyebab paling umum di balik dismenore sekunder, endometriosis memengaruhi sekitar 10 hingga 15 persen dari semua perempuan antara usia 15 dan 44 tahun, seperti dilansir What to Expect.
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luarnya (seperti pada saluran tuba atau ovarium), yang mana perdarahan terjadi dengan setiap siklus. Ini bisa menyebabkan jaringan parut terbentuk, yang terkadang menyebabkan nyeri haid yang parah, nyeri panggul kronis, dan infertilitas.
Jika kram parah, tidak membaik, atau disertai dengan gejala lain, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan medis.
Sumber : idntimes.com
Gejala Serangan Jantung pada Pria
Serangan jantung adalah kondisi darurat medis, dengan gejala yang sama pada laki-laki maupun perempuan. Namun, gejala tertentu mungkin lebih umum, tergantung pada jenis kelamin.
Gejala serangan jantung dapat bervariasi dari orang ke orang dan bahkan dari satu episode dengan episode lain pada orang yang sama. Beberapa terjadi tiba-tiba, sementara yang lain terdapat banyak tanda peringatan. Namun, terdapat beberapa gejala umum serangan jantung pada pria.
Menurut studi dalam Journal of the American Heart Association tahun 2019, gejala serangan jantung paling umum adalah sakit dada. Namun, studi ini mencatat bahwa pria lebih cenderung mengalami gejala yang kurang umum, seperti mulas, sakit punggung, atau nyeri mirip gangguan pencernaan. Di sisi lain, perempuan mungkin lebih cenderung mengalami perasaan tidak sehat secara umum atau kelemahan yang tidak dapat dijelaskan.
Artikel ini akan membahas secara spesifik gejala serangan jantung pada pria. Yuk, kenali!
1. Sakit dada
Sakit dada adalah gejala paling umum dari serangan jantung pada laki-laki maupun perempuan. Paling sering, sakit dada dimulai perlahan dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan ringan, mengutip WebMD.
Timbulnya gejala parah yang tiba-tiba kadang-kadang disebut "serangan jantung Hollywood", karena cara khas serangan jantung yang digambarkan dalam serial ataupun film. Serangan jantung bisa terjadi seperti itu, tetapi tidak sesering itu.
2. Ketidaknyamanan atau tekanan di dada
Rasa sakitnya bisa parah, tetapi tidak selalu demikian. Ini bisa berupa perasaan "penuh", diremas, atau ditekan. Bahkan, ini bisa disalahartikan sebagai heartburn atau nyeri ulu hati.
Ketidaknyamanan ini sering terjadi di bagian tengah atau kiri dada. Perasaan ini bisa berlangsung selama lebih dari beberapa menit, atau mungkin datang dan pergi.
3. Kelelahan yang tidak biasa
Kelelahan bisa menjadi tanda serangan jantung yang kurang dikenal pada wanita. Menurut American Heart Association, beberapa orang bahkan mungkin berpikir gejala serangan jantung mereka adalah gejala seperti flu.
Serangan jantung dapat menyebabkan kelelahan karena tekanan ekstra pada jantung untuk mencoba memompa sementara area aliran darah tersumbat. Jika sering merasa lelah atau letih tanpa sebab, bisa jadi itu pertanda ada yang tidak beres.
4. Sesak napas
Pernapasan dan jantung memompa darah secara efektif sangat erat hubungannya. Jantung memompa darah sehingga dapat beredar ke jaringan serta mendapatkan oksigen dari paru-paru. Jika jantung tidak dapat memompa darah dengan baik (seperti halnya serangan jantung), sesak napas bisa terjadi.
Dilansir Penn Medicine, jika kamu merasa seperti habis lari maraton padahal hanya menaiki tangga, itu mungkin pertanda jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh. Sesak napas dapat terjadi dengan atau tanpa nyeri dada, dan ini merupakan tanda umum serangan jantung mendadak.
5. Keringat dingin
Berkeringat lebih banyak dari biasanya—terutama jika tidak berolahraga atau tidak aktif secara fisik—bisa menjadi tanda peringatan dini masalah jantung.
Memompa darah melalui arteri yang tersumbat membutuhkan lebih banyak upaya dari jantung, sehingga tubuh lebih banyak berkeringat untuk mencoba menjaga suhu tubuh tetap rendah selama aktivitas ekstra. Jika kamu mengalami keringat dingin atau kulit lembap, maka kamu harus berkonsultasi dengan dokter.
Kenali faktor risikonya
Faktor risiko serangan jantung serupa pada laki-laki maupun perempuan. American Heart Foundation mencantumkan hal berikut sebagai faktor risiko :
- Bertambahnya usia.
- Jenis kelamin pria.
- Lansia dengan penyakit jantung.
- Merokok.
- Kolesterol tinggi.
- Tekanan darah tinggi.
- Obesitas.
- Diabetes.
- Stres.
- Minum alkohol.
- Pola makan yang tidak sehat.
Studi dalam American Journal of Men's Health tahun 2017 memeriksa gagasan bahwa disfungsi ereksi juga dapat menjadi faktor risiko masalah jantung, tetapi penelitian ini tidak konklusif.
Pencegahan
Mengikut strategi di bawah ini dapat menurunkan risiko sekitar 80 persen, mengutip U.S. News :
- Menjaga berat badan tetap sehat.
- Rutin olahraga.
- Menerapkan pola makan sehat.
- Tidak merokok.
- Menjaga tekanan darah terkendali.
- Menjaga kadar gula darah tetap dalam kisaran sehat.
- Menjaga kadar kolesterol jahat tetap rendah.
Umumnya, gejala serangan jantung pada pria dan perempuan serupa, yang meliputi sakit dada atau sesak napas. Namun, pria juga lebih mungkin mengalami sakit pada jantung, sakit punggung, atau gangguan pencernaan.
Kita tidak dapat mengubah semua faktor risiko untuk serangan jantung. Namun, beberapa faktor risikonya dapat diturunkan dengan mengadopsi gaya hidup sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.
Sumber : idntimes.com
Penanganan Kondisi Darurat Medis dalam Penerbangan
Penggemar seri hit HBO, "Succession", dikejutkan dengan episode ke-3 season ke-4 yang ditayangkan beberapa waktu lalu. Salah satu karakter dalam serial tersebut mengalami serangan jantung saat berada dalam pesawat yang akhirnya menyebabkan kematian.
Plot twist yang mengejutkan ini membuat banyak orang mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat seseorang mengalami keadaan darurat medis di pesawat. Berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui terkait medical emergency di pesawat.
1. Risiko tromboemboli vena meningkat di pesawat
Informasi dalam jurnal JAMA menyebutkan bahwa gejala kardiovaskular terjadi sekitar 7 persen dari keadaan darurat medis dalam penerbangan. Jika penumpang mengalami nyeri dada, awak pesawat akan merespons, mengukur tanda vital, dan menilai kemungkinan penyebab nyeri dada.
Risiko tromboemboli vena (pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah vena) akan meningkat, terutama untuk penerbangan jangka panjang. Membedakan serangan jantung atau emboli paru di tengah perjalanan udara mungkin sulit. Kedua kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis khusus.
2. Awak kabin mungkin melakukan RJP
Jika keadaan darurat medis terjadi, awak pesawat akan menghubungi dukungan medis di darat untuk mendapatkan panduan.
Anggota awak pesawat sudah dilatih dalam melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan bisa memberikan obat-obatan penyelamat yang tersedia di dalam kit darurat.
Awak pesawat juga dapat meminta bantuan dari penumpang lain yang terlatih secara medis.
Pesawat juga mungkin melakukan pendaratan darurat untuk keadaan darurat medis tertentu. Akan tetapi, ada banyak banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk hal ini.
3. Tips mengurangi risiko komplikasi jantung di pesawat
Dilansir Healthline, bagi orang yang memiliki kondisi kardiovaskular kronis, mereka harus mendiskusikan perjalanan yang akan ditempuh dengan dokter terlebih dahulu.
Jika pasien berisiko mengalami kadar oksigen rendah, oksigen tambahan mungkin diperlukan untuk perjalanan udara. Perubahan oksigen dapat berdampak negatif pada pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gagal jantung kongestif, dan aritmia.
Untuk penerbangan durasi panjang, pasien disarankan melakukan latihan otot betis di kursi atau berjalan di lorong untuk menghindari trombosis vena dalam.
Jika penumpang memiliki masalah jantung, awak pesawat akan mengambil tanda vital, memeriksa nyeri dada, dan menghubungi dukungan medis darat untuk penanganan selanjutnya. Jika kamu memiliki masalah jantung, konsultasikan perjalanan kamu dengan dokter terlebih dahulu.
Sumber : idntimes.com
Efek Samping Paxlovid yang Perlu Kamu Ketahui
Paxlovid (nirmatrelvir/ritonavir) telah menjadi penyelamat bagi banyak orang dengan COVID-19. Obat antivirus ini disetujui untuk orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19. Ini dianggap sebagai opsi pilihan pertama untuk mengobati COVID-19 ringan hingga sedang pada kelompok orang ini.
Namun, seperti semua obat, Paxlovid memiliki beberapa efek samping. Sementara beberapa umum, yang lain lebih unik. Berikut ini beberapa efek samping dari Paxlovid beserta cara mengelolanya.
1. Perubahan rasa
Banyak pengguna Paxlovid yang melaporkan perubahan rasa sebagai efek samping. Pengalaman ini dijuluki "Paxlovid mouth". Ini dideskripsikan dengan cara yang berbeda. Beberapa menyebut rasa pahit atau logam, sementara semua setuju bahwa efek ini tidak menyenangkan.
Faktanya, menurut laporan dalam The New England Journal of Medicine tahun 2022, itu merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan selama uji klinis. Ini juga merupakan efek samping yang umum dari ritonavir (Norvir)—salah satu dari dua antivirus di Paxlovid.
Kabar baiknya, efek sampingini bersifat sementara dan relatif ringan bagi banyak orang. Paxlovid mouth akan hilang begitu penggunaannya dihentikan, yang biasanya hanya berlangsung selama 5 hari.
Mengisap permen mint atau permen beraroma kuat mungkin bisa membantu. Jika perubahan rasa yang dialami menyebabkan muntah, hubungi dokter.
2. Diare
Meskipun jarang, penggunaan Paxlovid dapat menyebabkan diare. Menurut laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), sekitar 3 persen peserta uji klinis melaporkan efek samping ini. Namun, perlu diingat bahwa diare juga bisa merupakan gejala COVID-19. Jumlah yang sama dari orang yang diberikan plasebo (pil tanpa obat) juga melaporkannya.
Diare akibat Paxlovid biasanya bisa dikelola di rumah. Pastikan untuk minum banyak cairan dan perhatikan gejala dehidrasi. Makan makanan hambar juga bisa membantu. Kalau diare tidak sembuh setelah Paxlovid selesai digunakan, hubungi dokter.
3. Nyeri otot
Paxlovid dapat menyebabkan nyeri otot bagi sebagian orang yang meminumnya. Sekitar 1 persen peserta studi melaporkan efek samping ini selama uji klinis, seperti dilaporkan oleh FDA.
Nyeri otot akibat Paxlovid seharusnya ringan. Namun, jika efek ini mengganggu, obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa membantu. Asetaminofen dan ibuprofen adalah dua opsi yang aman digunakan selama menjalani pengobatan dengan Paxlovid.
4. Tekanan darah tinggi
Efek samping ini perlu diperhatikan apabila pasien sudah memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi jantung lainnya. Sekitar 1 persen orang yang menggunakan Paxlovid dalam uji klinis melaporkan efek samping ini.
Tekanan darah akan kembali normal setelah menyelesaikan Paxlovid. Akan tetapi, dokter mungkin meminta pasien untuk memeriksa tekanan darah di rumah saat meminumnya. Informasikan kepada dokter jika tekanan darah masih tinggi setelah menyelesaikan pengobatan dengan Paxlovid.
5. Kerusakan hati
Paxlovid mengandung obat ritonavir, dan ritonavir diketahui menyebabkan kerusakan hati. Efek samping ini lebih mungkin terjadi pada orang yang sudah memiliki masalah hati.
Kerusakan hati tidak dilaporkan dalam uji klinis Paxlovid. Namun, karena para ahli mengetahui tentang ritonavir, Paxlovid tidak dianjurkan untuk orang dengan masalah hati yang parah. Beri tahu dokter jika memiliki riwayat masalah hati sebelum memulai terapi dengan Paxlovid.
Kapan harus menemui dokter?
Sebagian besar efek samping Paxlovid ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika merasakan sesuatu yang berlebihan atau mengkhawatirkan, hubungi dokter. Dokter dapat memberi tahu apakah kamu memerlukan perawatan lebih lanjut.
Dilansir GoodRx Health, segera cari bantuan apabila mengalami gejala kerusakan hati, seperti :
- Kulit atau mata menguning.
- Sakit perut sebelah kanan.
- Urine berwarna gelap.
- Mual.
- Mual.
- Pembengkakan di area perut.
Juga, beri tahu dokter apabila merasa mengalami reaksi alergi terhadap Paxlovid. Alergi obat bisa berkisar dari ringan hingga berpotensi mengancam jiwa. Cari pertolongan medis darurat jika mengalami kesulitan bernapas atau pembengkakan pada bibir, mulut, atau tenggorokan. Ini mungkin gejala reaksi alergi yang serius dan butuh perawatan darurat.
Paxlovid adalah obat antivirus yang dapat mengobati COVID-19 ringan atau sedang. Namun, walaupun efektif, obat ini bisa menyebabkan beberapa efek samping yang tidak nyaman.
Perubahan rasa dan diare adalah yang paling umum. Efek samping Paxlovid biasanya ringan dan akan hilang setelah pengobatan selesai. Hubungi dokter jika kamu mengalami sesuatu yang parah atau berlebihan selama perawatan dengan Paxlovid.
Sumber : idntimes.com
Dosis Penggunaan Obat COVID-19 Paxlovid
Paxlovid (nirmatrelvir/ritonavir) digunakan untuk mengobati COVID-19. Obat ini diizinkan untuk penggunaan darurat pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19.
Paxlovid juga dianggap sebagai pilihan pengobatan pilihan pertama yang efektif. Dalam studi awal, Paxlovid mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian terkait COVID sekitar 90 persen, seperti dilansir National Institutes of Health.
Paxlovid juga ditemukan menurunkan risiko rawat inap terhadap varian virus yang lebih baru (Omicron), menurut studi dalam jurnal Annals of Internal Medicine yang terbit pada Desember 2022.
Paxlovid adalah kombinasi dari dua obat antivirus yang berbeda, yaitu nirmatrelvir dan ritonavir dan obat ini digunakan selama 5 hari. Dokter akan menentukan apakah seseorang yang terkena COVID-19 memenuhi syarat untuk diresepkan Paxlovid atau tidak setelah melalui skrining. Ini penting agar pasien dapat menggunakan Paxlovid dengan aman dan dengan dosis yang tepat.
Dosis umum untuk orang dewasa
Dosis Paxlovid yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 2 tablet (300 mg) nirmatrelvir dan 1 tablet (100 mg) ritonavir setiap 12 jam selama 5 hari, dilansir GoodRx Health. Kamu harus menelan ketiga tablet ini bersamaan dengan setiap dosis. Totalnya 6 tablet per hari, atau 30 tablet untuk keseluruhan pengobatan 5 hari.
Untuk hasil paling efektif, Paxlovid harus mulai dikonsumsi dalam waktu 5 hari sejak gejala COVID-19 pertama. Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan, tetapi pastikan untuk menelan seluruh tablet. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membelah tablet.
Dosis umum untuk anak-anak
Paxlovid diizinkan untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kg. Anak-anak yang memenuhi persyaratan usia dan berat ini menerima dosis yang sama dengan orang dewasa.
Dosis Paxlovid standar untuk anak-anak yang memenuhi kriteria ini adalah 2 tablet (300 mg) nirmatrelvir dan 1 tablet (100 mg) ritonavir setiap 12 jam selama 5 hari.
Apakah ada penyesuian dosis untuk kondisi medis tertentu?
Beberapa orang tidak dapat menggunakan dosis standar Paxlovid karena kondisi kesehatan tertentu atau interaksi obat.
Sebelum mulai mengonsumsi Paxlovid, dokter dan apoteker harus menanyakan tentang riwayat kesehatan kamu dan daftar lengkap obat yang kamu minum. Dosis Paxlovid akan disesuaikan berdasarkan faktor-faktor ini apabila diperlukan.
Dosis untuk orang dengan masalah ginjal
Kamu mungkin perlu mengonsumsi Paxlovid dosis rendah jika memiliki masalah ginjal tertentu.
Untuk masalah ginjal ringan, penyesuaian dosis tidak diperlukan. Untuk masalah ginjal yang parah, Paxlovid tidak direkomendasikan sama sekali. Jalan tengahnya adalah dengan penyesuaian dosis.
Untuk masalah ginjal sedang, kamu akan diberikan Paxlovid dosis rendah, yaitu 1 tablet (150 mg) nirmatrelvir dan 1 tablet (100 mg) ritonavir setiap 12 jam selama 5 hari.
Menurut laman Pfizer, Paxlovid tersedia dalam dua paket berbeda, yaitu dosis standar dan dosis renal. Jika tersedia, dosis renal akan diberikan. Paket ini berisi 20 tablet, bukan 30. Jika tidak tersedia, dosis standar akan diberikan, tetapi apoteker akan mengambil tablet nirmatrelvir ekstra secara manual.
Dosis untuk orang dengan masalah hati
Kalau memiliki masalah hati ringan atau sedang, kamu dapat menggunakan dosis standar Paxlovid. Namun, jika masalah hati yang diidap lebih parah, kamu tidak boleh mengonsumsi Paxlovid. Ini sebagian karena porsi ritonavir dari Paxlovid.
Menurut FDA, dalam penelitian sebelumnya ritonavir berkontribusi pada masalah seperti penyakit kuning dan perubahan tingkat protein hati. Ada juga data terbatas tentang bagaimana Paxlovid itu sendiri memengaruhi hati.
Pertimbangan interaksi obat
Paxlovid berinteraksi dengan banyak obat. Beberapa interaksi membuat Paxlovid kurang efektif, sementara yang lain membuatnya jumlahnya dalam tubuh terlalu banyak. Jumlah Paxlovid yang terlalu banyak dalam tubuh dapat memperburuk efek sampingnya. Paxlovid juga dapat memengaruhi efektivitas dan tolerabilitas obat lain.
Beberapa interaksi Paxlovid meliputi :
- Pengencer darah seperti rivaroxaban.
- Obat kolesterol seperti simvastatin.
- Obat jantung seperti amiodarone.
- Obat pengontrol kejang seperti carbamazepine.
- Obat disfungsi ereksi seperti tadalafil.
- Suplemen herbal St John's wort.
Bergantung pada interaksinya, dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis Paxlovid. Dokter juga dapat menyesuaikan dosis obat lain yang menyebabkan interaksi.
Interaksi lain harus dihindari sama sekali. Dalam beberapa kasus, kamu mungkin diminta untuk sementara berhenti minum obat yang berinteraksi dengan Paxlovid.
Jika ini tidak memungkinkan, kamu mungkin akan diberi resep pengobatan COVID-19 yang berbeda dengan interaksi yang lebih sedikit, seperti molnupiravir (Lagevrio).
Apa yang terjadi jika melewatkan satu dosis?
Kalau lupa mengonsumsi Paxlovid, jangan khawatir. Ada beberapa petunjuk bawaan untuk diikuti jika situasi ini terjadi.
Kalau melewatkan satu dosis Paxlovid dan masih dalam waktu 8 jam dari waktu seharusnya kamu meminumnya, minumlah dosis yang terlewat sesegera mungkin. Lanjutkan dengan jadwal dosis normal setelah itu.
Jika lebih dari 8 jam telah berlalu sejak dosis yang terlewat, lewati dosis yang terlewat tersebut. Ambil dosis berikutnya pada waktu normal. Jangan mengambil dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat karena dapat meningkatkan risiko efek samping seperti diare dan masalah hati.
Apa yang terjadi jika mengambil terlalu banyak dosis?
Jika merasa mengonsumsi terlalu banyak Paxlovid, segera hubungi dokter. Tidak ada penawar khusus untuk overdosis Paxlovid. Jadi, dokter akan mengevaluasi kondisi dan merekomendasikan perawatan untuk efek samping yang mungkin muncul.
Namun, jika merasa mengalami gejala serius atau mengancam nyawa, lebih baik segera pergi ke IGD terdekat.
Dosis standar Paxlovid adalah 2 tablet (300 mg) nirmatrelvir dan 1 tablet (100 mg) ritonavir setiap 12 jam selama 5 hari. Kalau kamu memiliki masalah ginjal sedang, satu tablet nirmatrelvir akan dikurangi satu tablet pada setiap dosis.
Orang-orang tertentu harus menghindari pemakaian Paxlovid. Paxlovid tidak direkomendasikan pada anak di bawah 12 tahun atau untuk orang dengan masalah ginjal atau hati yang parah. Interaksi obat tertentu juga bisa menghalangi.
Sumber : idntimes.com
Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini
Salah satu vokalis band Kahitna, Carlos Saba, tutup usia pada Rabu (19/4/2023). Penyanyi kelahiran Bandung ini dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung.
Hingga saat ini, masyarakat masih melihat serangan jantung selalu datang mendadak dan sulit dideteksi. Namun faktanya, ada beberapa gejala yang sebenarnya bisa diantisipasi dalam mendeteksi potensi serangan jantung.
Dokter Ignatius Yansen Ng, SpJP(K), FIHA, FAsCC, Konsultan Intervensi dan Aritmia Jantung Eka Hospital BSD, membagikan beberapa informasi terkait gejala serangan jantung yang perlu kita ketahui.
1. Faktor risiko serangan jantung
Serangan jantung terjadi akibat kurangnya asupan darah kaya akan oksigen ke dalam otot-otot jantung. Hal ini biasanya terjadi secara mendadak, tetapi tubuh biasanya sudah akan mengirim beberapa sinyal secara bertahap yang bisa dirasakan tanda-tandanya.
Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab serangan jantung, meliputi:
- Trombosis akut: Trombosis akut merupakan sebuah gangguan jantung yang bisa menjadi penyebab dari serangan jantung. Ini adalah gangguan ketika pembuluh darah jantung mengalami penutupan mendadak dan menghambat aliran darah ke jantung.
- Hipoksemia: Kondisi langka yang disebut hipoksemia juga bisa menjadi penyebab serangan jantung. Ini merupakan sebuah kondisi di mana paru-paru mengalami enurunan fungsi karena faktor tertentu.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat-obatan yang terlalu sering dikonsumsi juga dapat memicu serangan jantung, seperti obat dengan zat adiktif. Maka dari itu, penting untuk lebih bijak dalam mengonsumsi obat-obatan dengan selalu berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.
- Gaya hidup tidak sehat: Gaya hidup yang tidak sehat seperti jarang berolahraga, pola makan buruk, dan merokok juga bisa memicu penumpukan lemak atau kolesterol dalam tubuh. Ini merupakan salah satu pemicu utama dari terjadinya serangan jantung.
2. Gejala serangan jantung yang harus diwaspadai
Meski dianggap sebagai silent killer, tetapi serangan jantung sebenarnya tidak selalu datang secara mendadak. Serangan jantung juga bisa memiliki gejala awal atau tanda-tanda yang bisa diwaspadai pada tahap awal.
Beberapa gejala yang bisa dirasakan apabila serangan jantung akan menyerang yaitu:
- Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau tertimpa benda berat dan menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, dan rahang.
- Keringat dingin.
- Kelelahan ekstrem.
- Sesak napas.
- Sakit perut.
- Mual dan muntah-muntah.
Semua gejala di atas mungkin tidak akan dirasakan setiap orang dan akan terus-memburuk seiring waktu. Gejala tersebut juga biasanya tidak akan hilang meski sudah minum obat atau beristirahat.
3. Kapan waktu yang tepat untuk menemui dokter?
Tidak ada patokan pasti kapan kamu harus menemui dokter. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada memang sudah menjadi gejala umum yang pasti akan dirasakan oleh orang yang mengalami serangan jantung.
Akan tetapi, jika nyeri tersebut sudah mulai diikuti dengan gejala tidak wajar lainnya dan berulang, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis dengan menemui
dokter. Atau, segera bergegas ke IGD.
Jika hasil tes kamu menunjukkan positif mengalami serangan jantung, dokter bisa langsung memberikan perawatan efektif yang bisa membantu memulihkan aliran darah ke jantung dan meminimalkan komplikasi. Makin cepat serangan jantung terdeteksi, makin tinggi juga harapan pemulihannya.
Serangan jantung bisa dicegah dengan skrining rutin dan menjalankan pola hidup sehat. Jika kamu merasakan gejala yang disebutkan di atas, jangan berpikir dua kali untuk menemui dokter.
Sumber : idntimes.com
Ini yang Harus Orang Tua Lakukan Jika Anak Jadi Korban Bullying
Sejatinya, dunia ini harusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk semua orang, tak terkecuali bagi anak-anak. Sayangnya, kenyataannya tak selalu demikian.
Bullying atau perundungan masih menjadi masalah yang sering terjadi di kalangan anak-anak. Bayangkan, setiap tahunnya ada ribuan anak yang mengalami perundungan di seluruh dunia. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan, terutama jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menangani anak korban bullying dengan tepat agar mereka merasa didengar dan terlindungi dari efek buruk yang mungkin terjadi.
1. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian
Ketika seorang anak menjadi korban bullying, mereka mungkin merasa sangat kesepian dan terasing dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan yang tepat kepada anak. Sebagai seorang orang dewasa, kita dapat memberi dukungan dengan cara yang sederhana, seperti dengan mendengarkan mereka dengan empati.
Dilansir Huffington Post, Amanda Gummer, peneliti sekaligus psikolog anak asal Inggris mengatakan bahwa mendengarkan dengan empati dapat membantu anak korban bullying merasa didengar dan diterima, sehingga mereka tidak merasa sendirian dan terasing.
Hal tersebut juga didukung dengan hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, bahwa memberikan dukungan emosional dan mendengarkan anak korban bullying dapat membantu mereka untuk mengurangi efek negatif dari pengalaman bullying. Pastikan untuk memberikan perhatian penuh dan mendengarkan dengan hati yang terbuka.
2. Berbicaralah dengan tenang
Ketika berbicara dengan anak korban bullying, sangat penting untuk mempertahankan ketenangan dan menghindari reaksi emosional yang berlebihan. Anak korban perundungan cenderung memiliki trauma pada intonasi dan nada tinggi. Berbicara dengan nada tinggi atau dengan emosi yang meluap hanya akan membuat mereka tambah takut dan makin enggan untuk berbicara.
Menurut buku Surviving Adolescents 2.0: The Must-Have Manual for All Parents, jangan pernah mengabaikan perasaan anak. Namun, pastikan untuk berbicara dengan tenang dan terkontrol, karena anak-anak ini membutuhkan kestabilan dari orang dewasa di sekitar mereka.
Hal tersebut juga didukung oleh studi dalam Journal of School Psychology. Dijelaskan bahwa ketika anak korban bullying berbicara dengan orang dewasa yang merespons dengan tenang, mereka lebih mungkin merasa didukung dan aman.
Jadi, pastikan untuk mengendalikan emosi dan berbicara dengan suara yang lembut dan tenang agar mereka merasa lebih nyaman dan tidak takut untuk bercerita.
3. Berikan pemahaman bahwa bullying bukan salah mereka
Anak korban bullying sering kali merasa bahwa mereka salah atau berbuat sesuatu yang salah dalam situasi tersebut. Jika dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri dan mudah ketakutan. Sangat penting untuk membantu anak memahami bahwa bullying bukanlah kesalahannya.
Menurut laporan yang diterbitkan dalam Cambridge University Press pada Desember 2009, anak korban bullying sering kali merasa tidak berdaya dan bersalah atas situasi tersebut, sehingga mereka membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memahami bahwa bullying adalah kesalahan pelaku, bukan mereka.
Studi dalam Journal of Child and Family Studies juga menemukan hal serupa, bahwa ketika anak korban bullying merasa bahwa mereka tidak bersalah, mereka lebih mungkin mengatasi perasaan mereka dengan lebih baik. Maka dari itu, penting untuk membantu anak memahami bahwa mereka tidak bersalah atas bullying yang mereka alami, dan bahwa mereka memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
4. Ajari anak cara mengatasi bullying
Mengatasi bullying yang terjadi pada anak memang sangat penting. Namun, yang tak kalah penting adalah mencegah dan menanamkan pemahaman kepada anak untuk melawan tindak perundungan.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bullying pada anak, dan semua orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak mereka.
Michael G. Conner, psikolog klinis asal Amerika Serikat memberikan beberapa cara yang bisa diajarkan kepada anak untuk mengatasi bullying:
- Ajarkan anak untuk mempertahankan diri dengan mengajari mereka teknik-teknik seperti berbicara dengan tegas, menghindari situasi yang berbahaya, dan mencari bantuan dari orang dewasa.
- Dorong anak untuk membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya mereka dan mencari dukungan dari orang-orang yang peduli.
- Bantu anak untuk meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri mereka dengan mengajari mereka untuk fokus pada kualitas positif yang mereka miliki.
- Ajarkan anak untuk mengelola emosi mereka dengan cara yang sehat dan konstruktif, seperti berolahraga, bernyanyi atau menulis buku harian.
- Bantu anak untuk memahami pentingnya menerima perbedaan dan menjadi lebih toleran terhadap orang lain.
5. Cari bantuan ahli
Ketika semua upaya sudah dilakukan namun anak masih kesulitan dalam mengatasi pengalaman bullying yang mereka alami, namun masih terjadi kondisi yang tidak diinginkan maka tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Mencari bantuan profesional adalah hal yang penting dan sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
Bantuan dari ahli seperti psikolog atau psikiater dapat membantu anak untuk mengatasi trauma dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman mereka. Selain itu, mereka dapat memberi dukungan emosional dan membantu mengembangkan strategi yang tepat untuk mengatasi bullying.
Tidak ada salahnya untuk meminta saran dari ahli untuk membantu anak bangkit dari peristiwa perundungan.
Dalam mengatasi masalah bullying pada anak, penting untuk memahami bahwa setiap anak berhak merasa aman dan bahagia dalam lingkungan sosialnya. Dengarkan anak dengan empati, ajarkan cara-cara untuk mengatasi bullying, dan berikan contoh perilaku positif yang dapat diadopsi.
Ajarkan anak bahwa bullying bukan kesalahannya. Dengan membantu anak mengatasi masalah bullying, orang tua dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Ingat, setiap anak berhak untuk tumbuh bahagia.
Sumber : idntimes.com
Hidangan Khas Lebaran yang Kurang Sehat
Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari Lebaran. Di Indonesia, Lebaran identik dengan menyajikan berbagai macam makanan untuk keluarga dan para tamu.
Ada berbagai makanan khas Lebaran yang biasa dihidangkan di rumah-rumah, mulai dari ketupat, opor ayam, kue kering, dan berbagai macam minuman. Sayangnya, banyak dari hidangan khas Lebaran ini yang ternyata kurang sehat. Jika dikonsumsi berlebihan, ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan, kolesterol, hingga masalah gula darah.
Oleh sebab itu, penting untuk membatasi konsumsi beberapa hidangan Lebaran.
Apa saja hidangan khas Lebaran yang kurang sehat? Di sini, kita akan membahasnya bersama-sama.
1. Kue kering
Lebaran identik dengan aneka kue kering, seperti kastengel, nastar, putri salju, dan masih banyak lagi. Kue kering biasanya dibuat menggunakan tepung putih halus, mentega, dan gula. Tak satu pun dari ketiga bahan ini memberikan nilai gizi.
Apa yang mungkin tidak kamu sadari adalah bahwa sering kali kita makan kue kering secara berlebihan. Dijelaskan laman Eat This Not That, ini karena saat kamu makan makanan yang tinggi kandungan gula, ada peningkatan glukosa darah.
Lonjakan gula darah tersebut menyebabkan sugar crash, dan otak kemudian menginginkan lebih banyak jenis makanan tersebut, sehingga kamu mulai mengidam makanan manis. Akhirnya, kamu akan makan makanan manis secara berlebihan.
2. Jus
Momen Lebaran kurang lengkap rasanya jika tidak disertai minuman manis, seperti jus. Sayangnya, jus buah juga bukan pilihan yang sehat, terlebih jus yang dijual dalam kemasan siap saji.
Banyak merek jus yang dijual di toko mengandung lebih banyak gula daripada buah. Terlebih, sebagian besar rasa manis dalam jus berasal dari fruktosa, sejenis gula yang terkait dengan perkembangan jaringan adiposa viseral pada orang yang kelebihan berat badan, menurut sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Clinical Investigation tahun 2009. Sebagai gantinya, buatlah jus sendiri tanpa tambahan gula.
3. Opor
Ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam. Opor sendiri biasanya dibuat menggunakan santan, untuk memberikan rasa gurih yang khas. Sayangnya, opor juga bukanlah makanan yang sehat, apalagi jika dimakan secara berlebihan.
Dijelaskan laman Style Craze, santan mengandung kalori dan lemak dalam jumlah tinggi. Salah satu efek santan yang paling mengkawatirkan adalah memicu peningkatan kadar kolesterol, yang bisa merugikan kesehatan dalam jangka panjang.
Selain itu, menggabungkan asupan santan yang tinggi dengan pola makan tinggi karbohidrat, seperti ketupat, dapat menyebabkan penambahan berat badan.
4. Keripik
Lebaran kurang lengkap rasanya tanpa camilan asin. Dan, camilan asin yang biasa disajikan saat Lebaran adalah keripik. Biasanya, keripik dibuat dari kentang, jagung, atau ubi. Sayangnya, keripik juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan karena bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Keripik bisa dibuat dengan berbagai cara, mulai dari digoreng hingga dipanggang. Dijelaskan laman Livestrong, proses memasak keripik dapat menghasilkan produk sampingan yang berdampak negatif bagi kesehatan.
Keripik biasanya diberi banyak natrium untuk memberikan rasa asin. Natrium yang terlalu tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi dan penyakit jantung.
Keripik juga biasanya digoreng menggunakan minyak, yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari peningkatan kadar kolesterol hingga obesitas.
5. Sambal
Opor ayam dan ketupat jadi makin nikmat jika disajikan bersama aneka jenis sambal. Mulai dari sambal kerecek, sambal kentang, sambal udang, dan sebagainya. Namun, pastikan kamu tidak makan sambal secara berlebihan.
Diterangkan laman Eat This Not That, kapsaisin dalam sambal bersifat mengiritasi lapisan perut, yang efeknya bisa meliputi, mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Makanan pedas juga memicu peningkatan asam lambung, yang selanjutnya menyebabkan kamu sulit tidur karena perut terasa tidak nyaman.
Makanan pedas juga bisa mengiritasi tenggorokan, yang menyebabkan nyeri dan memengaruhi kualitas suara.
Sah saja kamu makan semua hidangan ini saat Lebaran, asalkan tidak berlebihan. Yang tak kalah penting, lengkapi pola makan dengan makanan tinggi nutrisi, seperti sayur dan buah. Selain itu, jangan lupa rutin olahraga, ya!
Sumber : idntimes.com
Tips Menjaga Gula Darah saat Lebaran
Pada orang dengan diabetes tipe 2, pola makan sehat sangat penting untuk mengelola penyakit dan mengurangi risiko komplikasi, termasuk penyakit kardiovaskular, kebutaan, amputasi, penyakit ginjal, dan depresi. Mempertahankan kadar gula darah dalam rentang normal saat perayaan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan makan-makan bisa dirasakan menantang.
Suguhan makanan Lebaran biasanya tinggi gula, karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan garam, tetapi tetap ada, kok, opsi makanan yang lebih sehat. Selain itu, tahan nafsu diri jangan sampai kalap makan.
Menurut National Institute for Health and Care Excellence, pasien diabetes tipe 2 perlu mempertimbangkan waktu terbaik untuk makan, asupan karbohidrat, dan mengurangi asupan alkohol. Tim kesehatan dapat membantu membuat rencana terbaik untuk kebutuhan setiap pasien.
Nah, inilah tips menjaga kadar gula darah untuk pasien diabetes saat Lebaran!
1. Berkomitmen dengan rencana makan
Cobalah untuk berkomitmen dengan rencana makan secara sehat. Pasalnya, kadang pendirian bisa goyah hanya dengan mencium wangi makanan atau melihat aneka hidangan yang disajikan, atau saat melihat orang lain makan begitu lahap.
Untuk mencegahnya, rencanakan seberapa banyak kamu ingin makan dan pastikan untuk mematuhinya. Kalau bukan kamu yang memasak makanan Lebaran, cari tahu apa saja jenis makanan dan minuman yang akan disajikan, mengutip Diabetes.co.uk. Saran lainnya, buat rencana makan ini saat kondisi perut terisi karena rasa lapar bisa mengubah penilaian seseorang.
2. Makanan yang perlu dibatasi atau dihindari
Bicara tentang tips menjaga kadar gula darah saat Lebaran, mengetahui suguhan mana yang akan sangat memengaruhi manajemen gula darah atau glukosa adalah sangat membantu.
- Karbohidrat, baik yang bertepung maupun yang manis, dapat menyebabkan gula darah naik karena mengandung gula yang tinggi. Ini terutama berlaku untuk karbohidrat olahan seperti roti putih, gula putih, dan tepung terigu.
- Makanan tinggi garam. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. American Diabetes Association merekomendasikan pasien diabetes membatasi asupan natrium menjadi 2.300 miligram (mg), yaitu 1 sendok teh (sdt) garam meja per hari. Waspadai juga camilan seperti keripik, isian sosis, kacang asin, dan saus yang dibeli di toko.
- Makanan tinggi lemak. Pasien diabetes tipe 2 juga harus menjaga berat badan, karena penelitian menunjukkan bahwa risiko kesehatan meningkat jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Faktor penting dalam menghindari penambahan berat badan adalah membatasi asupan makanan berlemak, terutama lemak jenuh dan asam lemak trans. Ini dapat meningkatkan glukosa darah, kolesterol, dan tekanan darah. Lemak jenuh dapat ditemukan dalam makanan olahan susu seperti keju, krim, dan susu penuh lemak, serta daging olahan berlemak. Lemak trans terkadang hadir dalam makanan olahan seperti kue, biskuit, kue kering, dan cracker.
3. Jenis makanan yang aman dikonsumsi
Walaupun hidangan saat Lebaran biasanya bersantan, tetapi kamu tetap bisa, kok, mempertahankan pola makan tetap sehat. Untuk pasien , makanan yang tinggi serat dan protein, juga mengandung sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah (seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan) direkomendasikan untuk mengelola kondisi.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan tersebut dapat menjaga glukosa darah, kolesterol, dan tekanan darah pada tingkat yang lebih sehat yang pada gilirannya mengurangi risiko kondisi terkait, mengutip Patient.
Menambahkan dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, makanan dengan kandungan serat dan karbohidrat kompleks merupakan makanan yang dianjurkan bagi penderita diabetes. Pasalnya, kedua makanan tersebut cukup lama diolah di dalam pencernaan. Dengan begitu, kadar gula darah bisa stabil.
Bukan hanya itu saja, karbohidrat kompleks merupakan sumber energi terbaik sehingga bisa menunda rasa lapar. Untuk makanan dengan kandungan serat sendiri, perbanyak konsumsi buah dan sayuran hijau.
Cobalah untuk memperbanyak sayuran dan buah, kentang, nasi merah, kacang-kacangan tanpa garam, daging tanpa lemak (misalnya ayam tanpa kulit), ikan, dan sebagainya.
Tips lainnya, minumlah segelas air sebelum makan. Ini adalah cara mudah dan efektif untuk mengurangi asupan makanan; membuat kamu merasa kenyang lebih awal, sehingga mengurangi nafsu makan.
4. Tetap aktif
Meskipun dalam suasana liburan, pasien diabetes harus tetap aktif secara fisik. Ini penting karena dapat membantu mengelola kadar gula darah, tekanan darah, lemak darah, sekaligus menjaga berat badan, mengutip British Diabetic Association.
Dilansir Kemenkes RI, aktivitas fisik akan membantu mengontrol kadar gula darah dan juga cara membuat hidup sehat. Saat berolahraga, otot akan membutuhkan gula untuk membakar energi. Dengan begitu, insulin akan terbantu dalam pengolahan glukosa dalam tubuh. Bagi penderita diabetes bisa melakukan olahraga yang ringan, seperti jalan kaki, berlari, berjalan cepat atau bersepeda. Pastikan olahraga yang dilakukan secara rutin, setidaknya 150 menit per minggu.
Ada banyak cara mudah dan menyenangkan untuk berolahraga. Jalan cepat adalah cara yang bagus untuk tetap aktif. Melompat-lompat bersama anak-anak, menari, atau bisa mencoba beberapa permainan saat kumpul keluarga yang melibatkan gerak fisik.
5. Pilihlah air putih
Ketika Lebaran, minuman manis seperti sirop, jus, atau minuman bersoda juga kerap dihidangkan. Pilih air putih daripada minuman manis karena kandungan gulanya akan menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, minum air putih juga dapat mencegah dehidrasi, mengutip Healthline.
Saat dehidrasi, tubuh akan memproduksi hormon vasopressin. Ini mendorong ginjal untuk untuk menahan cairan dan menghentikan tubuh membuang kelebihan gula dalam urine. Ini juga mendorong hati untuk melepaskan lebih banyak gula ke dalam darah.
Satu studi terhadap 3.615 orang menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya 34 ons (sekitar 1 liter) air sehari memiliki kemungkinan 21 persen lebih kecil untuk mengembangkan gula darah tinggi dibandingkan mereka yang minum 16 ons (473 ml) atau kurang sehari, menurut studi dalam jurnal Diabetes Care tahun 2011.
Sebuah studi jangka panjang pada 4.742 orang di Swedia dalam jurnal Circulation tahun 2010 menemukan bahwa selama 12,6 tahun, peningkatan vasopressin dalam darah dikaitkan dengan peningkatan resistansi insulin dan diabetes tipe 2.
Itulah tips menjaga kadar gula darah saat Lebaran bagi pasien diabetes. Tak lupa, lakukan cek gula darah secara rutin untuk mendeteksi bila kadar gula darah naik ataupun terlalu rendah.
Perubahan pola makan sederhana, seperti mengikuti pola makan rendah karbohidrat, tinggi serat, serta menghindari gula tambahan dan biji-bijian olahan dapat membantu menghindari lonjakan gula darah.
Rutin olahraga, menjaga berat badan tetap dalam rentang sehat, serta minum banyak air putih juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan selain membantu mengontrol kadar gula darah. Tak lupa, disiplin minum obat sesuai instruksi dokter, ya.
Sumber : idntimes.com
Kebiasaan Ini Sebabkan Demensia
Demensia adalah kondisi saat seseorang mengalami penurunan kinerja otak yang berkaitan dengan memori. Secara umum, orang dengan demensia juga mengalami penurunan daya ingat dan proses dalam berpikir. Nah, perlu diketahui bahwa penyakit Alzheimer termasuk salah satu bentuk demensia yang biasanya dialami lansia.
Tidak sama dengan pikun, tetapi demensia bisa memiliki gejala yang mirip. Gangguan memori, kebingungan, sulit menerapkan kata-kata yang sesuai, selalu mengulang sesuatu, dan susah untuk melakukan hal-hal sederhana merupakan sederet gejala yang dialami oleh penderita demensia.
Menurut Healthdirect, demensia tidak hanya ditemukan pada orang-orang berusia lanjut. Bahkan, ada banyak kasus demensia yang menyerang mereka yang masih berusia 30 dan 40 tahun. Jadi, apa saja kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko demensia?
1. Malas berpikir
Oke, ini bukan bercanda. Orang yang malas berpikir akan memiliki risiko lebih tinggi terhadap demensia dan penyusutan otak. Diterangkan dalam laman University of New South Wales (UNSW), orang-orang yang tak terlibat dengan aktivitas mental atau otak selama hidupnya akan mengalami penyusutan otak dua kali lipat sejalan dengan pertambahan usia.
Dengan kata lain, malas berpikir dan tidak pernah menggunakan otak dengan baik bisa menyebabkan demensia dan kerusakan otak pada usia muda atau tua. Michael Valenzuela dari School of Psychiatry UNSW menerangkan bahwa hipokampus kecil pada otak merupakan faktor risiko spesifik bagi munculnya Alzheimer. Aktivitas yang melibatkan mental dan otak akan menjaga menyehatkan organ tersebut.
2. Malas membaca dan menulis
Jika pekerjaan atau hobimu adalah menulis, itu bagus untuk mencegah demensia dini. Menurut laporan dari Better Aging, studi yang dirilis dalam Neurology memaparkan fakta bahwa menulis dan membaca (terlepas dari pendidikan apa pun) dapat mencegah perkembangan demensia.
Menulis dan membaca secara aktif juga akan membuat otak selalu bekerja optimal dan itu menurunkan risiko kepikunan dini. Nah, kalau ingin otak sehat sampai tua, sempatkan menulis dan membaca di sela-sela kesibukan kamu. Kegiatan sederhana ini sudah terbukti mampu menyehatkan otak dan menurunkan risiko demensia.
3. Merokok
Merokok adalah kebiasaan yang bisa sulit untuk dihentikan. Namun, rokok sudah terbukti membawa dampak buruk bagi kesehatan, misalnya pada paru-paru, pembuluh darah, dan menyebabkan kanker.
Berdasarkan riset yang dilampirkan dalam laman Alzheimer's Society, didapatkan fakta bahwa racun pada asap rokok menyebabkan peradangan dan stres pada sel otak dan keduanya sangat berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Jadi, tidak merokok adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatanmu.
4. Mengonsumsi daging secara berlebihan
Ada beberapa jenis makanan yang bagus buat kesehatan otak, di antaranya ikan laut, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran segar. Lalu, bagaimana dengan daging merah?
Sebuah studi observasi menemukan bahwa konsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi akan meningkatkan risiko demensia dan Alzheimer.
Tentu saja kita diperbolehkan makan daging, tetapi perhatikan porsinya. Pasalnya, daging memang lebih banyak mengandung lemak dan kolesterol jika dibandingkan produk hewani lainnya, seperti ikan. Jadi, konsumsilah daging dengan bijak dan jangan sampai berlebihan, ya.
5. Mengupil
Terkesan memang tak masuk akal. Namun, berdasarkan penelitian yang dipaparkan dalam laman Griffith University, didapatkan fakta baru mengenai hubungan antara mengupil dan demensia.
Perlu diketahui bahwa bukan mengupilnya yang dapat menyebabkan demensia atau Alzheimer, melainkan bakteri yang bisa masuk melalui rongga hidung ke otak.
Bakteri dari luar, misalnya yang menempel di jari yang kotor, bisa saja masuk ke otak melalui jalur saraf penciuman. Jika bakteri tersebut sampai ke otak, beberapa kerusakan mungkin terjadi dan pada umumnya berkaitan dengan Alzheimer. Jadi, konsultasikan dengan dokter tentang bagaimana cara membersihkan hidung yang mudah dan steril.
6. Sering kurang tidur
Kurang tidur berbahaya karena tidak memberi organ kita, termasuk otak, waktu untuk istirahat dan memulihkan diri. Itu bisa menyebabkan ingatan yang buruk dan energi yang lebih rendah, serta perhatian dan motivasi yang lebih rendah.
Sayangnya, orang dengan kualitas tidur yang buruk, yang disebabkan oleh masalah seperti insomnia atau sleep apnea, memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature tahun 2021 menemukan bahwa orang yang tidur dalam durasi yang lebih pendek lebih mungkin mengembangkan demensia.
Sleep Foundation merekomendasikan agar orang dewasa tidur selama 7 hingga 9 jam per malam.
Melakukan kebiasaan di atas dalam jangka waktu lama akan meningkatkan risiko kerusakan pada otak. Kasus demensia, Alzheimer, dan kepikunan dini pun juga makin tinggi dari tahun ke tahun. Yuk, lakukan kebiasaan yang menyehatkan otak kita!
Sumber : idntimes.com
Rempah Ini Bantu Kurangi Lemak Perut
Menambahkan rempah-rempah ke dalam masakan adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa makanan tanpa tambahan kalori, gula, natrium, atau "sampah" lainnya.
Ini semua sangat penting saat kamu mencoba menurunkan berat badan karena jika kamu tidak menyukai rasa makanan yang kamu konsumsi, kemungkinan besar kamu tidak akan mengikuti diet tersebut dengan disiplin.
Selain meningkatkan rasa, ternyata rempah-rempah juga dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membakar lemak lebih cepat, termasuk lemak di perut. Di sini, akan dibahas beberapa rempah yang dapat membantu menurunkan lemak perut dan berat badan secara keseluruhan.
1. Kayu manis
Kayu manis membantu memindahkan glukosa ke dalam sel, sehingga membatasi lonjakan insulin atau hormon penyimpanan lemak setelah makan. Para ahli di Penn State mempelajari efek sejumlah rempah-rempah, termasuk kayu manis, dan menyimpulkan bahwa menambahkan kayu manis ke dalam makanan tinggi lemak mampu menurunkan respons insulin hingga 20 persen sekaligus mengurangi kadar sebesar 30 persen.
Kamu bisa meningkatkan asupan kayu manis dengan menambahkannya ke dalam kopi atau teh. Kamu juga bisa menaburkan bubuk kayu manis ke smoothie, yoghurt, oatmeal, wafel, dan salad.
2. Jintan
Menurut laman Prevention, menambahkan satu sendok teh jintan ke dalam makanan setiap harinya dapat membantu tubuh membakar lemak hingga tiga kali lebih banyak. Menariknya lagi, jintan sangat cocok untuk ditambahkan ke hampir semua makanan.
Cobalah menambahkan sedikit jintan ke dalam segala hal, mulai dari sup, semur, saus, tumisan, olesan, bumbu marinasi, bahkan roti pipih. Dengan begitu, bukan hanya meningkatkan cita rasa makanan, tetapi kamu juga akan mendapatkan manfaat yang lebih dari makanan tersebut.
3. Adas
Biji adas adalah biji aromatik yang berfungsi sebagai penyegar mulut alami. Ini karena adas memiliki wewangian yang manis dan menyenangkan. Biji adas paling cocok ditambahkan ke dalam kari, acar, dan manisan untuk mendapatkan rasa alami dan meningkatkan aroma. Namun, selain membumbui hidangan, adas juga dapat membantu menurunkan berat badan.
Menurut laman India, minum campuran air dengan adas secara teratur dapat membantu menurunkan penyimpan lemak tubuh. Ini juga membantu dalam meningkatkan penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh.
4. Jahe
Laman Eat This Not That! menjelaskan bahwa jahe dapat mengatasi sejumlah gejala gastrointestinal. Selain menyembuhkan sakit perut, jahe juga dipercaya memiliki kemampuan unik untuk mempercepat pengosongan lambung.
Jahe paling cocok diparut dan ditambahkan ke dalam bumbu dan saus salad. Selain itu, kamu juga bisa membuat teh jahe untuk menenangkan pencernaan.
5. Lada hitam
Piperin adalah senyawa kuat dalam lada hitam yang memberikan rempah ini karakteristik panas dan rasa yang khas. Selain itu, piperin telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan Timur untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan termasuk peradangan dan masalah perut.
Piperin dipercaya memiliki kemampuan mendalam untuk mengganggu pembentukan sel-sel lemak baru yang selanjutnya akan menurunkan ukuran pinggang, lemak tubuh, dan kadar kolesterol. Lada hitam paling cocok ditambahkan untuk membumbui daging panggang dan salad.
Selain meningkatkan rasa pada masakan, semua rempah ini terbukti meningkatkan metabolisme, meningkatkan pembakaran lemak, dan mengurangi lemak perut.
Namun, perlu diingat bahwa ini semua bukanlah bahan ajaib yang mampu membuat perut buncit menjadi rata begitu saja. Kamu wajib menggabungkan rempah ini dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat untuk mendapatkan hasil maksimal.
Sumber : idntimes.com
Kanker Timus : Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Kelenjar timus adalah organ kecil di bagian depan dada, di bawah bagian atas tulang dada. Ini merupakan bagian dari sistem limfatik dalam sistem kekebalan tubuh. Kelenjar timus menghasilkan sel darah putih yang disebut limfosit, yang membantu tubuh untuk melawan infeksi.
Kanker timus terjadi saat sel kanker terbentuk di permukaan luar timus. Menurut National Cancer Institute, pertumbuhan sel kanker di lapisan terluar timus disebut dengan thymic epithelial tumor (TET). Dilansir Medical News Today, dua jenis utama TET:
- Timoma: Sel kanker timoma terlihat mirip sel timus biasa. Mereka tumbuh perlahan dan jarang menyebar ke luar timus.
- Karsinoma timus: Sel-sel kanker ini terlihat sangat berbeda dengan sel timus biasa. Mereka tumbuh lebih cepat dan berpotensi lebih besar untuk menyebar ke luar timus. Sekitar 1 dari 5 TET adalah karsinoma timus.
Kanker timus jarang terjadi. Seseorang lebih mungkin mengembangkannya jika memiliki penyakit lain, seperti myasthenia gravis, lupus, atau artritis reumatoid.
Terkadang, kanker timus tidak menimbulkan gejala. Di lain waktu, kanker timus bisa menyebabkan batuk yang tidak kunjung sembuh, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.
1. Penyebab
Semua kanker terjadi saat sel berkembang secara tidak normal. Mereka kemungkinan tumbuh terlalu cepat, berkembang biak terlalu mudah, atau hidup terlalu lama.
Perkembangan sel yang tidak normal berasal dari perubahan genetik. Beberapa orang dilahirkan dengan perubahan genetik penyebab kanker, sementara yang lain mendapatkannya selama hidup.
Dokter tahu apa yang mendorong perubahan genetik penyebab kanker untuk beberapa jenis kanker, tetapi tidak untuk TET (kanker timus). Para ilmuwan juga tidak yakin tentang faktor risiko TET. Menurut American Cancer Society, penelitian belum mengungkapkan faktor risiko gaya hidup atau lingkungan terkait TET. Banyak faktor demografis, seperti jenis kelamin, juga tampaknya tidak relevan dengan risiko TET.
Dilansir Medical News Today, ada dua faktor risiko TET yang diketahui:
- Usia: TET menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Kanker ini paling umum pada orang yang berusia 70-an.
- Etnisitas: Di Amerika Serikat, TET paling sering terjadi pada keturunan Asia dan kepulauan Pasifik, paling jarang terjadi pada orang kulit putih dan Latin.
2. Gejala
TET sering tanpa gejala. Namun, gejala apa pun yang dialami sering mencerminkan lokasi TET. Gejala timoma dan karsinoma timus meliputi:
- Batuk terus-menerus.
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Suara serak.
- Pembengkakan di wajah, leher, tubuh bagian atas, atau lengan.
Orang dengan timoma juga bisa mengalami sindrom paraneoplastik, seperti melemahnya otot. Sindrom ini terjadi saat sistem kekebalan bereaksi terhadap kanker dan membunuh sel kanker dan sel sehat.
Myasthenia gravis merupakan sindrom paraneoplastik paling umum yang terkait dengan timoma. Menurut perkiraan, 30 persen hingga 40 persen orang dengan timoma mengalami gejala myasthenia gravis. Ini termasuk:
- Kelopak mata terkulai.
- Penglihatan ganda.
- Kelemahan anggota tubuh.
- Kesulitan mengunyah, berbicara, bernapas, dan menelan.
Seseorang dengan gejala timoma ini harus segera memeriksakan diri ke dokter.
3. Diagnosis
Dokter menggunakan berbagai tes untuk menegakkan diagnosis timoma atau karsinoma timus. Jenis tes diagnostik untuk kedua jenis utama TET tersebut yaitu tes pencitraan dan biopsi.
Tes pencitraan akan menghasilkan gambar timus pasien dan sekitarnya. Jika tes ini menunjukkan adanya pertumbuhan abnormal, maka dokter akan merekomendasikan tes lebih lanjut. Tes pencitraan meliputi:
- Sinar-X.
- Pemindaian MRI.
- CT scan.
- Pemindaian PET.
Biopsi melibatkan pengambilan sampel jaringan timus yang tampak mencurigakan untuk diuji di laboratorium. Biopsi timus dibutuhkan bagi dokter untuk menegakkan diagnosis TET. Namun, biopsi mungkin tidak dibutuhkan jika tes pencitraan dengan jelas menunjukkan timoma. Sebagai gantinya, dokter bisa merekomendasikan untuk membuang semua jaringan yang tampak mencurigakan untuk dianalisis di laboratorium.
4. Pengobatan
Pilihan pengobatan tergantung pada jenis kanker timus yang dimiliki, hasil tes, dan stadium kanker. Tujuan pengobatan bisa untuk menyembuhkan pasien, mengendalikan kanker, atau membantu meringankan masalah yang disebabkan oleh kanker.
Jenis pengobatan kanker bersifat lokal atau sistemik. Perawatan lokal untuk menghilangkan, menghancurkan, atau mengendalikan sel kanker di satu area. Pembedahan dan radiasi merupakan contoh pengobatan lokal. Perawatan sistemik digunakan untuk menghancurkan atau mengendalikan sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke seluruh tubuh pasien.
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. Pasien kemungkinan memiliki satu perawatan atau kombinasi perawatan. Kanker timus bisa diobati dengan:
- Operasi.
- Terapi radiasi.
- Kemoterapi.
Bicarakan dengan dokter tentang pilihan perawatan, termasuk manfaat dan kemungkinan efek samping dari setiap perawatan yang disarankan oleh dokter. Bicarakan juga segala kekhawatiran tentang pilihan perawatan kepada dokter sebelum membuat keputusan.
5. Prospek jangka panjang
Kanker timus atau TET merupakan kanker yang tumbuh dengan lambat, sehingga dokter punya lebih banyak waktu untuk mengobatinya. Secara teori, ini berarti prognosisnya lebih positif.
Menurut American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun secara keseluruhan untuk kanker timus yaitu 72 persen. Artnya, pasien punya kemungkinan 72 persen untuk hidup selama 5 tahun sesudah didiagnosis.
Namun, angka tersebut bervariasi, tergantung stadium kanker. Misalnya, untuk TET yang terlokalisasi di dalam timus, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun adalah 94 persen. Namun, jika TET telah menyebar ke organ yang jauh, angkanya turun menjadi 38 persen.
Selain itu, prospek jangka panjang untuk kanker timus juga tergantung pada usia, kesehatan pasien secara keseluruhan, apakah operasi mengangkat seluruh tumor, dan jenis sel kanker yang ada.
Perlu diketahui bahwa karsinoma timus cenderung mempunyai prognosis yang lebih buruk dibanding timoma. Ini karena karsinoma timus lebih sulit diobati dan kanker ini cenderung terlambat didiagnosis.
Setelah pengobatan selesai, kunjungan tidak lanjut dengan dokter diperlukan untuk memantau efek samping dari pengobatan serta untuk memastikan bahwa kanker tidak kembali. Risiko kembalinya kanker sangat nyata dan bisa menjadi sumber kecemasan bagi pasien.
TET adalah kanker timus yang berasal dari lapisan luar sel timus. Timoma dan karsinoma timus adalah dua jenis utama TET. Timoma terjadi ketika sel-sel timus mulai tumbuh secara tidak normal dengan cepat.
Dokter dapat merekomendasikan tes pencitraan atau biopsi untuk membantu mendiagnosisnya. Perawatan sering kali melibatkan pembedahan untuk mengangkat tumor dari timus dan daerah sekitarnya. Terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat membantu.
Sumber : idntimes.com
Tanamkan 5 Kebiasaan Ini biar Gak Nyesel saat Tua Nanti
Menjaga kesehatan sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit serta meningkatkan energi tubuh. Namun, sayangnya banyak orang masih sering abai untuk menjaga kesehatan sejak dini dan baru menyadari saat usia senja.
Bukan berarti tidak tahu dampaknya, tetapi banyak orang menganggap bahwa ketika kondisi tubuhnya baik-baik saja, tidak masalah untuk menjalani gaya hidup yang disukai walaupun tidak sehat.
Padahal, ibaratnya tanaman yang terus tumbuh, tetapi jika tidak memperhatikan hama, pemberian pupuk, dan pengairan yang baik, maka lama-lama ia akan layu. Sama halnya dengan kondisi tubuh kita, apabila tidak dirawat dengan baik, maka seiring bertambahnya usia bisa mengalami penurunan kesehatan.
Memang ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah pada kesehatan. Akan tetapi, hal itu bisa diantisipasi dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini sebagai salah satu cara.
Berikut ini lima kebiasaan sehat yang perlu ditanamkan sejak dini biar kamu gak nyesel saat tua nanti. Selengkapnya simak ulasannya jangan dilewatkan, ya!
1. Menjalankan hobi yang punya efek healing
Menjalankan hobi yang punya efek healing bisa menjadi kebiasaan yang perlu dilakukan sekarang. Mengapa? Sebab, melakukan hobi, misalnya menciptakan karya seni, dapat membantu mengurangi stres dan membuat tubuh dan otak menjadi lebih rileks. Di sisi lain, menekuni hobi juga akan memunculkan energi positif dan mencegah kelelahan atau burnout.
Dilansir WebMD, sebuah penelitian di Selandia Baru menemukan bahwa berpartisipasi dalam kegiatan yang memunculkan sisi kreatif kita akan mengarah pada peningkatan rasa kesejahteraan yang baik untuk kita dalam jangka panjang. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini melaporkan perasaan positif dan semangat setelah beberapa hari melakukan aktivitas kreatif.
2. Batasi konsumsi gula
Tidak bisa dimungkiri, gula menjadi salah satu bahan makanan pokok yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, untuk membuat kopi atau teh, membuat kue, dan sebagainya.
Gula memang dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Akan tetapi, konsumsi gula yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Efeknya mungkin tidak terasa saat itu juga, tetapi bisa memburuk seiring bertambahnya usia. Dilansir Healthline, kelebihan konsumsi gula telah dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker tertentu, kerusakan gigi, penyakit hati berlemak non alkohol, dan banyak lagi. Maka dari itu, membatasi konsumsi gula mulai dari sekarang penting dilakukan.
American Heart Association merekomendasikan jumlah maksimal gula tambahan yang harus dikonsumsi tidak lebih dari 6 sendok teh (25 gram) sehari untuk perempuan dan 9 sendok teh (36 gram) untuk laki-laki. Berdasarkan hal tersebut, mulai sekarang kita perlu membatasi konsumsi gula demi kesehatan yang baik di masa senja nanti.
3. Berjemur pada pagi hari
Berjemur pada pagi hari juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang penting. Meskipun demikian, hal ini masih sering terlupakan. Entah karena rutinitas atau pekerjaan yang padat atau takut kulit menggelap.
Padahal berjemur bisa membawa kebaikan bagi tubuh kita. Kamu bisa memulai kebiasaan ini dengan membiasakan berjemur pada pagi hari selama kurang lebih 30 menit saat akhir pekan, misalnya.
Berjemur pada pagi hari memberikan banyak manfaat. Dilansir Healthline, penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati, tidur menjadi lebih nyenyak, dan membantu produksi vitamin D yang memperkuat tulang dan dapat membantu melawan penyakit tertentu.
4. Lebih banyak minum air putih
Terdengar klise, tetapi minum air putih juga perlu dijadikan kebiasaan sejak dini. Sebab, selain karena sebagian besar tubuh manusia terdiri akan air, air dapat membantu kinerja organ tubuh manusia lebih optimal. Kalau tubuh kita kekurangan air, maka otomatis akan rentan mengalami dehidrasi, kan?
Air memainkan banyak peran dalam tubuh, termasuk menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah, melumasi sendi, mengatur suhu tubuh, dan meningkatkan kesehatan sel. Kalau kebutuhan cairan terpenuhi dan organ tubuh terjaga dengan baik, maka otomatis juga akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan, mulailah dengan membiasakan minum setelah makan, selalu membawa botol minum ketika bepergian, letakkan air minum di meja sebelah tempat tidur, dan lain-lain.
Meskipun begitu, kamu perlu memahami kebutuhan cairan tubuh kamu. Sebab, terlalu banyak minum air juga bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh, misalnya mual atau muntah.
5. Menjaga berat badan tetap ideal
Terakhir, jagalah berat badan tetap dalam kisaran sehat. Tujuannya bukan hanya estetik semata, tetapi berat badan yang sehat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Di antaranya membantu sirkulasi darah lebih lancar, tubuh lebih bugar dan aktif, serta tidak mudah terserang penyakit.
Kalau kamu memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk menurunkannya dengan cara yang sehat, bukan dengan cara yang instan apalagi yang menyiksa diri. Menurunkan berat badan yang sehat dan berkelanjutkan melibatkan pengaturan pola makan dan rutin olahraga, dan didukung gaya hidup sehat lainnya seperti tidur cukup dan mengelola stres dengan baik.
Menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat kadang bisa sulit untuk beberapa orang. Namun, kita perlu mengusahakannya agar tidak menyesal saat tua nanti. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita pun akan terhindar dari banyak penyakit walaupun usia sudah tak lagi muda.
Sumber : idntimes.com
Cara dan Waktu Berjemur yang Tepat di Bawah Matahari Indonesia
Salah satu anjuran untuk memperkuat sistem imun adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari bisa membantu tubuh kita untuk mendapatkan vitamin D, nutrisi yang mampu menguatkan sel darah dan sistem imun. Tentunya ketika imun, alias daya tahan tubuh kita kuat, kita akan makin lebih kuat untuk melawan berbagai kuman penyakit.
Lalu, bagaimana cara berjemur yang tepat jika dilakukan di Indonesia yang berada tepat di garis khatulistiwa ini? Benarkah kita harus melakukannya pada siang hari? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Mengenal sinar UV dan bahayanya
Matahari memancarkan tiga jenis sinar UV berdasarkan panjang gelombang masing-masing, yakni UVA, UVB, dan UVC.
UVA adalah gelombang yang paling panjang sedangkan UVC adalah yang paling pendek.
Apa pengaruh dari sinar tersebut untuk kesehatan kita? Ketiga sinar UV sebenarnya sama-sama berbahaya untuk kulit. Berikut ini rincian dampaknya menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai sumber lainnya :
- UVA: Bertanggung jawab dalam penuaan kulit, memunculkan keriput, dan bintik-bintik penuaan.
- UVB: Berkaitan erat dengan kanker, merusak DNA kulit, mengurangi keefektifan sistem imun, dan menyebabkan kulit terbakar.
- UVC: Tidak bisa masuk ke permukaan Bumi karena diserap lapisan ozon.
2. Jika sinar UV berbahaya, apakah aman untuk berjemur?
Dilansir Healthline, memang benar bahwa sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D, vitamin yang terbukti bisa memperkuat sistem imun kita. Itulah kenapa zat tersebut sering disebut sebagai "sunshine vitamin". Saat intensitas radiasi UVB relatif rendah, sinar matahari bermanfaat bagi pembentukan vitamin D3 dan sistem imun dalam tubuh, dan aman bagi manusia.
Kita bisa, kok, mendapatkan manfaat itu dari berjemur, asalkan tahu batas dan kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya. Caranya adalah dengan mengenali indeks UV dan bahaya paparannya. Perhatikan poin ketiga!
3. Mengenal indeks UV di Indonesia
WHO membagi indeks UV menjadi 11 golongan (tetapi bisa menembus angka di atas itu) seperti gambar di atas. Makin tinggi angkanya, makin tinggi pula paparan radiasi UV yang kita dapatkan.
Dijelaskan dalam laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks UV adalah angka tanpa satuan untuk menjelaskan tingkat paparan radiasi sinar UV yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Dengan mengetahui indeks UV, kita bisa memantau tingkat sinar UV yang bermanfaat dan yang dapat berbahaya.
Setiap skala ada indeks UV setara dengan 0,025 Wm2 radiasi sinar UV. Skala tersebut diperoleh berdasarkan fluks spektral radiasi UV dengan fungsi yang sesuai dengan efek fotobiologis pada kulit manusia, terintegrasi antara 250 dan 400 nm.
Menurut BMKG, berikut ini tingkat risiko yang berada di balik masing-masing angka:
1. Tingkat 0-2
Tingkat ini diberi warna hijau dan dikategorikan "low" (risiko bahaya rendah). Imbauannya:
- Tingkat bahaya rendah bagi orang banyak.
- Pakai kacamata hitam pada hari yang cerah.
- Gunakan tabir surya SPF 30+ bagi pemilik kulit sensitif.
- Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
2. Tingkat 3-5
Tingkat ini diberi warna kuning dan dikategorikan "moderate" (risiko bahaya sedang). Imbauannya:
- Tingkat bahaya sedang bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.
- Tetap di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari.
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV saat berada di luar ruangan.
- Oleskan tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
- Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
3. Tingkat 6-7
Tingkat ini diberi warna oranye dan dikategorikan "high" (risiko bahaya tinggi). Imbauannya:
- Tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan pelindung untuk menghindari kerusakan mata dan kulit.
- Kurangi waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 hingga pukul 16.00.
- Tetap di tempat teduh saat matahari terik siang hari.
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV saat berada di luar ruangan.
- Oleskan tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
- Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
4. Tingkat 8-10
Tingkat ini diberi warna merah dan dikategorikan "very high" (risiko bahaya sangat tinggi). Imbauannya:
- Tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak rusak dan terbakar dengan cepat.
- Minimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 hingga pukul 16.00.
- Tetap di tempat teduh saat matahari terik siang hari.
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV saat berada di luar ruangan.
- Pakai tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
Tingkat >11
Tingkat ini diberi warna ungi dan dikategorikan "extreme" (risiko bahaya sangat ekstrem). Imbauannya :
- Tingkat bahaya ekstrem bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung, diperlukan semua tindakan pencegahan karena kulit dan mata dapat rusak rusak dan terbakar dalam hitungan menit.
- Hindari paparan matahari antara pukul 10.00 hingga pukul 16.00.
- Tetap di tempat teduh saat matahari terik siang hari.
- Kenakan pakaian pelindung matahari, topi lebar, dan kacamata hitam yang menghalangi sinar UV saat berada di luar ruangan.
- Pakai tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.
- Permukaan yang cerah, seperti pasir, air, dan salju, akan meningkatkan paparan UV.
Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Maka tak heran jika rata-rata indeks UV di negara kita lebih tinggi.
4. Berjemur pada pukul 10.00 hingga 14.00 tidak bisa diterapkan di Indonesia
Banyak rekomendasi untuk kita sering-sering berjemur, misalnya pada pukul 10.00 hingga 14.00. Namun, tampaknya anjuran tersebut tidak bisa diterapkan di Indonesia yang memiliki indeks UV tinggi.
Lalu, kapan waktu berjemur yang tepat?
Menurut buku Heliotherapy: The Principles & Practice of Sunbathing, ada beberapa faktor yang memengaruhi durasi berjemur:
- Lokasi di Bumi (elevasi dan lintang) atau di negara mana kamu berada dengan musim tropis atau empat musim.
- Lingkungan sekitar seperti wilayah tempat tinggalmu apakah berada di lingkungan pabrik atau alam.
- Jenis kulit.
- Musim tahun ini.
- Waktu dalam sehari.
Nyatanya, ada banyak penelitian berbeda terkait waktu dan durasi berjemur.
Misalnya, menurut penelitian dalam The New Armenian Medical Journal tahun 2020, waktu berjemur paling tepat di Indonesia adalah selama 7,5 menit antara pukul 11.00 sampai pukul 13.00 dengan durasi 2 sampai 3 kali seminggu. Namun, ini masih diperdebatkan karena dosis eritema minimum (jumlah minimal sinar UV sampai menimbulkan kemerahan saat terpapar sinar UV) setiap individu berbeda, tergantung pigmen kulit masing-masing.
Ada juga ahli yang menyatakan bahwa jam 12.00 siang menjadi waktu terbaik untuk mendapatkan vitamin D di Indonesia.
Ada juga yang bilang bahwa waktu terbaik berjemur adalah pada pagi hari antara pukul 07.00 sampai sebelum jam 09.00 pagi.
Namun, ini bisa tergantung lokasi dan tempat tinggal kamu. Selain itu, kamu perlu cek tingkat paparan UV di daerahmu juga apakah aman atau tidak, misalnya update dari BMKG.
5. Tips berjemur yang baik dan efektif tingkatkan sistem imun
Nah, kini kita tahu kapan waktu terbaik untuk berjemur yang sebenarnya. Selain itu, kita juga perlu melakukan panduan berikut ini untuk mendapatkan manfaat sinar matahari secara maksimal :
- Durasi berjemur hanya berkisar antara lima hingga 15 menit, jangan lebih dari itu.
- Gunakan sunscreen yang mengandung SPF 30 ke atas untuk meminimalkan risiko kanker kulit.
- Oleskan sunscreen 15 menit sebelum berjemur.
- Kamu bisa melakukannya sambil berolahraga ringan.
Itulah petunjuk berjemur yang tepat untuk memperkuat sistem imun tanpa harus membahayakan kulit kita. Selamat mencoba!
Sumber : idntimes.com
Penyebab Sakit Punggung pada Anak-anak dan Remaja
Sakit punggung biasanya dianggap sebagai masalah pada usia paruh baya dan lebih tua. Namun, studi dalam jurnal Spine tahun 2020 menemukan bahwa lebih dari sepertiga anak-anak dan remaja dilaporkan mengalami nyeri punggung pada tahun sebelumnya, dan hampir 9 persen melaporkan nyeri punggung parah tahun sebelumnya.
Ada beberapa alasan mengapa anak-anak dan remaja mengalami sakit punggung, termasuk obesitas, aktivitas olahraga yang intens sepanjang tahun, dan memakai ransel yang berat di sekolah.
Inilah beberapa penyebab sakit punggung pada anak-anak dan remaja, serta tanda-tanda peringatan untuk segera menemui dokter.
1. Nyeri otot
Menurut studi dalam Paediatrics & Child Health tahun 2015, penyebab paling umum dari nyeri punggung pada anak-anak dan remaja adalah nyeri mekanis yang disebabkan oleh cedera pada satu atau lebih kelompok otot di punggung.
Gejala dan tanda klasik nyeri otot punggung pada anak dan remaja biasanya meliputi:
- Nyeri diperburuk oleh aktivitas atau gerakan.
- Nyeri diperparah saat duduk atau berdiri terlalu lama.
- Nyeri dan nyeri tekan pada otot di sisi kanan dan/atau kiri tulang belakang, dan bukan tulang belakang itu sendiri.
- Nyeri otot punggung mungkin akut, tajam, dan menusuk; atau kronis, tumpul, dan pegal-pegal tergantung derajat cedera otot.
Mungkin ada riwayat trauma pencetus. Namun, lebih sering nyeri otot punggung dapat berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan meluas secara diam-diam, terjadi karena satu atau kombinasi dari faktor-faktor berikut ini :
- Cedera saat bermain atau berpartisipasi dalam olahraga.
- Membawa ransel di satu bahu atau menggunakan ransel yang terlalu berat secara rutin.
- Postur tubuh yang buruk saat duduk, berdiri, dan/atau berjalan.
- Tidur di kasur yang terlalu empuk.
- Perbedaan panjang kaki.
- Kegemukan.
Nyeri otot punggung yang berkembang dari waktu ke waktu dapat menjadi kronis dan memburuk. Lama-lama, ini dapat memengaruhi keharmonisan struktur tulang belakang di sekitarnya jika otot menjadi lemah.
2. Fraktur stres tulang belakang
Spondylolysis, atau fraktur stres, dapat menyebabkan nyeri punggung bawah pada remaja. Fraktur stres dapat terjadi selama percepatan pertumbuhan remaja atau apabila anak melakukan olahraga yang berulang kali memutar dan meregangkan tulang belakang, seperti senam, menyelam, dan sepak bola.
Atlet remaja mungkin berisiko terkena spondylolysis karena hiperekstensi berulang (membungkuk ke belakang) dan rotasi tulang belakang. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini terutama memengaruhi anak laki-laki, dan hingga 50 persen atlet remaja dengan nyeri punggung bawah mungkin memiliki kondisi ini.
Nyeri yang dirasakan biasanya ringan dan dapat menyebar ke bokong dan kaki. Rasa sakit terasa lebih buruk dengan aktivitas dan lebih baik dengan istirahat. Seorang anak dengan spondylolysis mungkin berjalan dengan gaya berjalan kaku dan hanya dapat mengambil langkah pendek.
Gejala dan tanda spondylolysis dapat menyerupai dan disalahartikan sebagai nyeri otot punggung dan dapat dibedakan dan didiagnosis dengan tes radiologi. Kadang-kadang, spondylolysis dapat memburuk dan berkembang menjadi spondylolisthesis, yaitu "tergelincirnya" vertebra di bawahnya. Kondisi ini dapat berkembang hingga masa remaja.
3. Herniated disc atau cedera cakram tulang belakang
Cakram tulang belakang (disc) yang halus (peredam kejut tulang belakang, diposisikan di antara setiap tulang belakang) pada anak-anak dan remaja dapat menonjol atau mengalami herniasi akibat trauma akut, seperti jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor.
Herniated disc atau hernia nukleus pulposus (HNP) pada anak-anak dan remaja serupa dengan pada orang dewasa dan mungkin berhubungan dengan linu panggul—nyeri, mati rasa, dan/atau kelemahan yang menjalar ke satu atau kedua kaki, nyeri saat batuk atau bersin (manuver Valsava), dan/atau kekakuan pada tulang belakang bagian bawah, menurut studi dalam jurnal American Family Physician tahun 2007.
4. Discitis
Discitis adalah jenis infeksi yang memengaruhi cakram tulang belakang. Infeksi yang memengaruhi tulang belakang jarang terjadi pada anak-anak tetapi merupakan masalah serius dan harus segera dievaluasi dan diobati.
Discitis terutama menyerang anak-anak yang lebih muda antara usia 3 tahun dan 5 tahun. Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, tetapi para peneliti percaya kondisi ini mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Kondisi ini sering terjadi secara diam-diam dan dapat menyebabkan gejala dan tanda berikut ini:
- Menolak untuk duduk, merangkak, atau berdiri.
- Sakit perut dan muntah.
- Sakit di pinggul.
- Demam ringan.
Anak mungkin menunjukkan pengurangan gejala saat mengangkat bagian bawah ketiak, sehingga mengurangi tekanan pada disc yang terkena.
Infeksi tulang belakang langka lainnya yang dapat memengaruhi anak-anak, termasuk osteomielitis tulang belakang, tuberkulosis tulang belakang (penyakit Pott), dan abses epidural.
5. Tumor dan kanker tulang belakang
Tumor jinak dan ganas tulang belakang dapat berkembang di dalam sumsum tulang belakang, dari tulang belakang, karena infiltrasi sel kanker di sumsum tulang, atau dari jaringan saraf di sekitarnya.
Sakit punggung pada malam hari yang sampai membangunkan anak dari tidur adalah ciri tumor tulang belakang. Namun, tidak semua anak yang terbangun dari tidur akibat nyeri memiliki tumor tulang belakang. Nyeri punggung pada malam hari sangat jarang terjadi pada anak-anak usia di bawah 5 tahun, dan gejala ini memerlukan perhatian medis segera.
Tumor dan kanker tulang belakang juga menyebabkan penurunan berat badan secara umum dan tidak dapat dijelaskan; kehilangan selera makan; dan perasaan tidak enak badan secara umum.
Itulah beberapa penyebab sakit punggung pada anak-anak dan remaja. Apabila anak mengeluhkan sakit punggung, wajar bila orang tua merasa cemas. Sebagian besar penyebab sakit punggung pada anak-anak dan remaja akan membaik jika mereka relaks dan beristirahat. Namun, jika sakit punggung tidak membaik, makin parah, atau ada gejala lain yang mengganggu, inilah saatnya untuk menemui dokter.
Nyeri punggung cenderung relatif jarang terjadi pada anak-anak dan remaja dan setiap laporan nyeri punggung atau gejala mengkhawatirkan terkait memerlukan konsultasi dengan dokter anak atau profesional kesehatan lainnya yang memenuhi syarat.
Sumber : idntimes.com
Tips Kurangi Porsi Makan tanpa Bikin Lapar
Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, hal pertama yang cenderung mungkin kamu lakukan adalah mengurangi porsi makan. Jika kamu sudah terbiasa makan dalam porsi besar, ini tidaklah semudah yang dibayangkan.
Namun hal ini bisa dilakukan secara bertahap. Kurangilah porsi makan secara perlahan. Melansir Healthline dan Medicine Net, kamu bisa lho mengurangi porsi makan tanpa harus membuat perut keroncongan. Kamu bisa mengakalinya dengan banyak cara. Mau tahu? Simak tips di bawah ini, ya!
1. Penuhi dahulu piring dengan sayur dan buah
Sayur dan buah memiliki kandungan serat tinggi dan mengandung banyak air. Kamu tak perlu khawatir jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak karena sayur dan buah minim kalori dan bisa membuat kenyang lebih lama. Jadi kamu gak perlu takut merasa lapar.
Penuhilah separuh porsi piringmu dengan sayuran dan buah. Dengan kombinasi ini, membuat asupanmu lebih bernutrisi sekaligus memangkas kalori. Karena rasa kenyang bukan dipengaruhi oleh jumlah kalori yang masuk ke tubuh, melainkan dari jumlah makanan yang dimakan.
2. Menyantap sup sayur sebelum makan berat
Tip berikutnya yang efektif untuk mengurangi porsi makan adalah dengan mengonsumsi terlebih dahulu sup sayuran. Seperti dikatakan di atas tadi bahwa sayur kaya akan serat.
Menyantap sup sayur tak akan membuat berat badanmu naik. Pasalnya kadar kalorinya relatif rendah serta mengandung kadar air yang tinggi. Selain memberikan banyak manfaat kesehatan, makanan dengan kepadatan energi rendah seperti pada sup sayur membuat lebih kenyang tanpa banyak kalori. Jadi, cocok banget nih buat yang sedang diet.
3. Makanlah makanan sumber protein
Menyadur Healtline, makanan yang mengandung sumber protein memiliki kemampuan untuk mengaktifkan hormon yang mengatur rasa kenyang di dalam tubuh. Meski tubuh membutuhkan waktu lebih lama dan harus bekerja lebih keras untuk mengolah protein menjadi energi, namun protein sangat membantu dalam mengurangi porsi makanan.
Untuk itu, pastikan ada makanan sumber protein di piringmu saat makan. Pilihlah makanan sumber protein dengan kandungan lemak rendah. Contohnya tahu, tempe, kacang-kacangan, telur, ikan, daging tanpa lemak. Rasa lapar akan berkurang, kalori yang masuk jauh lebih sedikit. Otomatis ini membantu kamu menurunkan berat badan. Oke banget, kan?
4. Biasakan untuk makan sesuai jadwal
Makan tepat waktu sangat baik bagi kesehatan tubuh. Makan pagi biasanya pukul 06.00 hingga pukul 08.00. Makan siang di antara pukul 12.00-13.00. Hindari makan malam di atas pukul 20.00. Makanlah sebelum perut terasa lapar.
Usahakan jangan terlambat makan dan pastikan makan di jam yang sesuai. Hal ini untuk menekan nafsu makan berlebih. Dengan adanya metabolisme yang baik, kamu jadi bisa lebih mengontrol berat badan.
5. Terapkan mindful eating
Jika kamu ingin mengecoh tubuh supaya makan lebih sedikit, terapkanlah apa yang disebut dengan “mindful eating” saat makan.
Pusatkan perhatian hanya pada apa yang kamu santap. Usahakan makan dengan perhatian penuh tanpa ada distraksi apa pun. Jauh diri dari ponsel, televisi, dan komputer saat makan. Dengan demikian, tubuh dapat lebih mampu merasakan kapan harus berhenti makan saat merasa sudah kenyang.
Di samping itu, metode mindful eating juga dapat meningkatkan kepuasan makan sehingga tidak berkeinginan untuk ngemil setelahnya.
Gimana, udah gak takut kelaparan lagi kan? Diet tetap berjalan lancar, tanpa menyiksa diri. Cuss diterapkan!
Sumber : idntimes.com
Cara Aman Memecahkan Jerawat di Rumah
Ada beberapa hal yang sulit diprediksi dalam hidup ini. Salah satunya adalah jerawat. Meski normal, munculnya jerawat bisa bikin frustrasi, apalagi jika sedang ingin menghadiri acara tertentu seperti rapat dengan klien hingga kencan dengan gebetan.
Mau tidak mau, beberapa orang memilih untuk memecahkan jerawat agar jerawat tersebut cepat sirna. Akan tetapi, apakah kamu yakin cara memecahkan jerawat yang kamu lakukan sudah benar dan aman?
Perlu diingat, tidak semua jerawat bisa dipecahkan
Dilansir The Healthy, hal pertama yang harus kamu ingat adalah tidak semua jerawat bisa main dipecahkan begitu saja. Para dermatolog memperingatkan kalau jerawat dipecahkan sebelum waktunya, itu bisa menimbulkan luka, infeksi, hingga meninggalkan bekas luka.
"Jangan coba-coba memencet jerawat yang terlihat memerah. Jerawat yang menyakitkan ini harus diobati oleh dokter kulit jika tidak membaik dalam satu atau dua hari," ujar Joshua Zeichner, MD., direktur penelitian kosmetik dan dermatologi klinis di Mount Sinai Hospital, Amerika Serikat (AS).
Timing adalah hal paling penting
Nah, jadi sebesar apa pun keinginanmu untuk memencet jerawat, satu hal yang perlu kamu camkan: jangan pencet jerawat sebelum waktunya. Dengan kata lain, timing adalah hal yang paling penting.
Jangan coba mencolek atau menekan jerawat sebelum bagian putih jerawat terlihat. Bila iseng atau nekat, yang ada malah jerawat akan mengalami iritasi dan kulit di sekitarnya mengalami kerusakan. Kalau jerawat terlihat besar di awal dan siap dipecahkan, jerawat malah jadi lebih besar dan makin terlihat jika kamu coba memecahkannya sebelum waktunya.
Saat kepala jerawat berwarna putih, inilah tanda kalau jerawat sudah siap dipecahkan. Ini berarti nanah ada di permukaan kulit, sehingga siap dikeluarkan agar kering. Sudah siap dipecahkan? Nah, inilah langkah-langkah memecahkan jerawat yang tepat dan aman di rumah!
1. Cuci tangan dengan air dan sabun
Pertama, cuci tanganmu secara menyeluruh untuk menghilangkan bakteri, lalu keringkan dengan handuk. Saat memencet jerawat, akan timbul luka pastinya. Dengan tangan yang bersih, luka tersebut tak akan terkontaminasi. Selain cuci tangan, penting untuk memangkas kuku tangan dan membersihkan bagian bawahnya.
“Selain kotoran di bawah kuku yang bisa menyebabkan infeksi, trauma dari kuku yang panjang bisa merusak lapisan kulit luar,” kata Joshua menjelaskan.
2. Bersihkan jerawat sebelum dipecahkan
Langkah kedua, bersihkan jerawat sebelum dipecahkan. Gunakan kapas yang sudah dioleskan alkohol (60-90 persen) untuk membersihkan jerawat. Dengan begitu, jerawat akan bebas dari bakteri dan tak akan nyut-nyutan (mati rasa), sehingga siap untuk dipecahkan.
3. Gunakan cotton bud, bukan tangan
Sediakan cotton bud untuk memecahkan jerawat. Meski sudah dipangkas, jangan gunakan kuku untuk memecahkan jerawat supaya tidak timbul luka atau infeksi.
Ambil dua cotton bud untuk masing-masing tangan, pencet jerawat di kedua sisinya (bukan di bagian putihnya). Kamu akan merasakan sakit menusuk sesaat, dan nanah akan keluar. Jika nanah tidak kunjung keluar, jangan dipaksa, karena artinya jerawat belum siap dipecahkan. Jadi, tunggu saja jerawat siap dan baru eksekusi.
4. Bersihkan nanah dengan tisu
Jika kamu berhasil melakukan langkah ketiga dan nanah berhasil dikeluarkan, kamu berhasil memencet jerawat. Bersihkan nanah yang keluar tersebut dengan tisu bersih dan gunakan kapas baru yang diberi alkohol untuk membersihkan jerawat.
Perih, dong? Memang. Namun, langkah ini penting buat mencegah infeksi pada jerawat yang baru dipecahkan. Selain itu, Joshua juga menyarankan untuk mengoleskan salep antibiotik pada jerawat yang baru dipecahkan karena luka terbuka pada jerawat yang baru dipecahkan bisa mengundang infeksi bakteri.
Itulah cara memecahkan jerawat di rumah yang aman. Cepat dan mudah, kan? Bukan hanya memecahkan jerawat sebelum waktunya, jangan coba-coba pecahkan pakai tangan atau kuku, ya. Biar gak membekas di wajahmu!
Sumber : idntimes.com
Manfaat apabila Anak Aktif Bergerak
Menjadi orangtua memang harus benar-benar memperhatikan segala tumbuh kembang anak dengan baik. Hal ini karena memang anak-anak memiliki tingkatan fasenya tersendiri yang berbeda-beda.
Banyak orangtua yang mungkin kerap merasa kerepotan apabila melihat anak-anaknya terlalu aktif. Padahal anak-anak yang memiliki perilaku aktif ternyata bisa mendatangkan beberapa manfaat berikut ini.
1. Daya tahan tubuhnya kuat
Anak-anak yang aktif secara fisik biasanya juga akan berpengaruh pada daya tahan tubuhnya. Mereka akan mencari banyak hal dalam aktivitas tersebut sehingga membuat fisiknya jadi secara otomatis lebih kuat dan lebih baik.
Hal inilah yang justru akan semakin mendukung tumbuh kembangnya. Orangtua semestinya lebih khawatir apabila anak-anak mereka lebih pasif dan tak mau bergerak, sebab rentan memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
2. Tidur di waktu malamnya nyenyak
Bagi anak sendiri pun memang beraktivitas fisik terlalu sering dapat menimbulkan rasa lelah. Apalagi jika mereka terus-menerus melakukan aktivitas tersebut secara berulang, sehingga lama-kelamaan akan merasa lelah.
Rasa lelah tersebutlah yang dapat membantu anak untuk dapat tidur dengan lebih nyenyak di waktu malam nanti. Orangtua jadi tak perlu khawatir lagi untuk memastikan bahwa anak-anaknya memperoleh waktu istirahat yang cukup.
3. Memiliki tulang-tulang yang sehat
Tidak semua anak memiliki kemampuan motorik yang aktif. Tak sedikit pula anak yang justru lebih pasif dan pendiam dalam beraktivitas sehingga tak banyak mengekspresikan dirinya dengan baik.
Sebetulnya anak-anak yang aktif bergerak menandakan bahwa memang kondisi tulangnya baik. Inilah yang membuat anak nyaman dalam bergerak dan tak merasa kesulitan sehingga memudahkannya untuk beraktivitas.
4. Cenderung lebih bahagia
Orangtua pasti berharap bahwa anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bahagia. Biasanya kebahagiaan anak juga bisa terlihat dari bagaimana caranya dalam bersikap dan menjalani aktivitas setiap hari.
Biasanya anak-anaknya yang aktif bergerak akan menjadi tanda dari rasa bahagianya. Hal inilah yang semestinya tak membuat orangtua khawatir bila anaknya tampak sangat aktif dalam bergerak.
5. Dapat mengeksplorasi banyak hal baru
Anak-anak berada pada usia yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu tinggi. Rasanya wajar apabila mereka seakan selalu penasaran dengan banyak hal yang ada di sekelilingnya.
Terkadang banyak orangtua kerepotan dalam mengawasi anak yang terlalu aktif, padahal hal tersebut sebetulnya sangat wajar terjadi. Justru orangtua dapat membimbing anak dalam menjelaskan segala hal di sekitar, sehingga mereka dapat melakukan observasi dengan lebih baik.
Selama tingkat aktif pada anak masih dalam batas wajar, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Terpenting orangtua harus benar-benar cermat dalam memantau, sehingga tak sampai menimbulkan bahaya bagi anak. Harus ekstra cermat!
Sumber : idntimes.com
Menelepon dengan Durasi yang Lama Meningkatkan Risiko Hipertensi
Bercakap-cakap lewat panggilan telepon memang menyenangkan, khususnya bersama orang tersayang. Tanpa sadar, kita sudah ngobrol lebih dari tiga jam, sampai HP terasa panas!
Namun, menelepon dengan durasi terlalu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini mengacu pada studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal - Digital Health pada 4 Mei 2023.
1. Studi ini melibatkan 212.046 orang
Sebanyak 212.046 orang dengan usia rata-rata 53,7 tahun dilibatkan dalam studi ini. Dari 212.046 orang, sebanyak 79.886 orang di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Mereka merupakan bagian dari UK Biobank (basis data biomedis berskala besar) dan sebelumnya tidak memiliki hipertensi.
Dalam waktu 12 tahun, sebanyak 13.984 orang (6,59 persen dari seluruh peserta studi) mengalami hipertensi onset (waktu permulaan munculnya suatu penyakit atau kapan pertama kali gejala mulai dirasakan) baru. Risiko hipertensi onset baru secara signifikan lebih tinggi pada orang yang menelepon lebih lama.
2. Makin lama durasi menelepon, makin tinggi risiko terkena hipertensi
Dari studi tersebut, diketahui bahwa risiko hipertensi meningkat 8 persen pada orang yang menelepon dengan durasi 30–59 menit per minggu; meningkat 13 persen pada orang yang menelepon dengan durasi 1–3 jam per minggu; meningkat 16 persen pada orang yang menelepon dengan durasi 4–6 jam per minggu; dan meningkat 25 persen pada orang yang menelepon dengan durasi lebih dari 6 jam per minggu.
Itu artinya, makin lama durasi menelepon dalam seminggu, makin tinggi kemungkinan seseorang terkena hipertensi.
Hal lain yang diamati adalah apakah menelepon dengan memegang HP atau menggunakan perangkat handsfree dikaitkan dengan risiko hipertensi. Setelah diteliti, ternyata tidak ditemukan korelasinya.
3. Masih memerlukan penelitian lebih lanjut
Usut punya usut, peserta studi yang sering menggunakan HP untuk menelepon memiliki kecenderungan ke arah yang negatif, seperti mempunyai kebiasaan merokok, memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi, serta cenderung memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. Variabel-variabel inilah yang dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi.
"Temuan kami menunjukkan bahwa berbicara di HP mungkin tidak memengaruhi risiko tekanan darah tinggi selama waktu panggilan mingguan dijaga di bawah 30 menit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mereplikasi hasil, tetapi tampaknya bijaksana untuk menjaga panggilan telepon seluler seminimal mungkin untuk menjaga kesehatan jantung," ujar Dr. Xian Hui Qin, salah satu peneliti.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kenneth Perry, dokter UGD di Trident Medical Center, South Carolina, Amerika Serikat. Menurutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum dokter mulai merekomendasikan untuk mengurangi panggilan telepon seluler.
Dokter keluarga, Dr. Laura Purdy, MD, ikut bersuara. Kepada Healthline, ia mengatakan bahwa penelitian seperti ini bisa membuat orang mengambil keputusan yang lebih sehat. Selain itu, ia menganjurkan untuk mengukur tekanan darah lebih sering.
Sumber : idntimes.com
Pengobatan Gangguan Pendengaran dengan Cochlear Implant
Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa gangguan pendengaran menyerang sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia. Pada tahun 2050, diperkirakan akan ada 2,5 miliar orang yang memiliki masalah dengan pendengarannya.
Terkait hal ini, Cochlear Limited bersama Kasoem Hearing Center menggelar talkshow pada Sabtu (13/5/2023) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gangguan pendengaran.
1. Gangguan pendengaran bisa menjadi kondisi darurat neurologis
Clinical Affairs Manager Asia Growth Market Cochlear Limited, Dr. dr. Fulya Ustunkan, menjelaskan bahwa gangguan pendengaran bisa menjadi kondisi neurological emergency atau darurat saraf. Ini karena pendengaran sangat berhubungan dengan otak.
Menurut Dr. Fulya, saat seseorang kehilangan pendengaran, ada bagian otak yang mungkin tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini tentunya akan fatal jika terjadi pada bayi yang masih dalam masa perkembangan.
"Saat seseorang mengalami gangguan pendengaran, pusat pendengaran di otak tidak berkembang lagi. Ini adalah kesempatan yang hilang. Tidak hanya kemampuan mendengar dan berbicara, tetapi juga untuk perkembangan otak," ujar Dr. Fulya.
2. Gangguan pendengaran berdampak pada kualitas hidup
Lebih lanjut, gangguan pendengaran akan menyebabkan isolasi. Penderitanya akan sulit untuk menemukan koneksi dengan sekitar yang pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mental orang tersebut. Hal ini secara signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup orang yang mengalami gangguan pendengaran.
"Jika gangguan pendengaran tidak diatasi, semuanya akan terdampak. Komunikasi mereka akan terdampak, kebahasaan mereka, dan kehidupan sosial mereka," ucap Dr. Fulya.
3. Pengobatan gangguan pendengaran dengan implan koklea
Salah satu metode efektif untuk mengatasi gangguan pendengaran adalah menggunakan cochlear implant atau implan koklea. Ini merupakan alat elektronik yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan mendengar.
Dokter Fulya mengatakan bahwa alat ini bisa digunakan untuk berbagai tingkatan masalah pendengaran, mulai dari yang ringan hingga berat. Tidak seperti alat bantu dengar, implan koklea akan mengirimkan sinyak suara langsung ke saraf pendengaran.
Implan koklea memiliki jenis-jenis yang berbeda dan pemakaiannya akan tergantung pada kondisi orang dengan gangguan pendengaran.
Dokter Fulya mengingatkan kepada orang tua untuk melakukan tes pendengaran sedini mungkin pada anak. Jika anak dirasa tidak merespons stimulus suara, segera bawa anak ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber : idntimes.com
Kebiasaan Minum Ini Bantu Mengurangi Lemak di Hati
Hati kita memiliki lebih dari 500 fungsi sehingga organ yang satu ini perlu diperhatikan kesehatannya. Sementara hati mengandung sedikit lemak, tetapi pilihan gaya hidup kita dapat menyebabkan penumpukan lemak yang terlalu banyak di hati. Jika dibiarkan, bisa terjadi kerusakan hati atau masalah lainnya.
Seseorang bisa memiliki kelebihan lemak di hati namun itu tidak berarti ada kerusakan hati. Namun, kelebihan lemak hati dari waktu ke waktu bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan sel, yang bisa sangat parah, mengutip Johns Hopkins Medicine.
Beberapa penyebab penumpukan lemak di hati di antaranya diabetes tipe 2, pola makan tinggi lemak, dan kolesterol tinggi. Namun, ada satu hal yang juga bisa memengaruhi hati secara parah, yaitu kebiasaan minum. Nah, inilah beberapa kebiasaan minum yang bisa membantu mengurangi lemak di hati.
1. Batasi atau hindari minuman dengan tambahan gula
Menurut Clinical Practice Update keluaran American Gastroenterological Association, orang dengan penyakit hati berlemak, khususnya penyakit perlemakan hati non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), harus menghindari atau membatasi gula tambahan. Ini dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi dan meningkatkan lemak di hati.
Produk minuman di toko, restoran, atau kedai sering menambahkan gula ke permen, es krim, dan minuman manis seperti soda dan minuman buah. Gula tambahan juga terdapat dalam makanan kemasan, makanan yang dipanggang, dan bahkan kopi dan teh yang dibeli toko. Menghindari gula lain, seperti fruktosa dan sirop jagung juga dapat membantu meminimalkan lemak di hati.
2. Batasi asupan alkohol
Minum minuman beralkohol terlalu banyak juga dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati. Sementara minum sesekali tampaknya baik-baik saja, minum berlebihan harus dihindari, mengutip Eat This Not That!
Ketika melihat dua jenis penyakit hati berlemak, diperkirakan bahwa minum berlebihan akan menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati berlemak alkoholik. Akan tetapi, penelitian dalam jurnal Translational Gastroenterology and Hepatology tahun 2019 telah menemukan bahwa minum alkohol berlebihan juga dapat memengaruhi peluang seseorang terkena penyakit berlemak non-alkohol.
Alkohol memengaruhi hati, berkontribusi terhadap penyakit hati berlemak dan kondisi lain, seperti sirosis. Seseorang dengan kondisi perlemakan hati harus mencoba mengurangi asupan alkohol atau lebih baik lagi tidak meminumnya sama sekali.
3. Tambahkan brokoli ke smoothie
Melindungi hati tidak hanya harus membatasi minuman tertentu, tetapi juga memasukkan makanan dan minuman sehat tertentu ke dalam pola makan harian. Nah, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat smoothie dengan bahan-bahan menyehatkan, salah satunya adalah brokoli.
Studi oleh peneliti Texas A&M AgriLife Research dalam jurnal Hepatology tahun 2020 menunjukkan bagaimana senyawa alami yang ditemukan di banyak sayuran bisa dimanfaatkan untuk melawan penyakit hati berlemak.
Studi ini menunjukkan bagaimana penyakit hati berlemak non-alkohol dapat dikendalikan oleh indole, senyawa alami yang ditemukan dalam bakteri usus dan dalam sayuran seperti kubis, kembang kol, brokoli, dan lain-lain. Senyawa ini dapat mengarah pada perawatan baru atau tindakan pencegahan untuk penyakit hati berlemak non-alkohol.
4. Hindari terlalu banyak minuman berenergi
Terlalu banyak gula tambahan dapat memengaruhi kadar lemak hati dari waktu ke waktu. Nah, buat kamu yang gemar minum minuman berenergi, sebaiknya batasi, deh.
Dianggap dapat mendongkrak energi, tetapi banyak orang yang tidak sadar bahwa minuman ini berapa banyak kandungan gulanya. Merek minuman energi dapat mengandung sekitar 27-28 gram gula per kaleng, jadi pilihan yang lebih sehat adalah memilih produk rendah gula atau minum kopi atau teh tanpa pemanis atau sedikit pemanis untuk meningkatkan asupan kafein.
5. Hindari juice cleanse
Jus buah juga bisa penuh dengan gula, meskipun gulanya alami. Sementara juice cleance mungkin tidak memiliki masalah menyediakan terlalu banyak gula "tambahan", tetapi itu masih dapat memberikan gula dosis tinggi tanpa serat atau protein apa pun untuk membantu memperlambat pencernaan.
Juice cleanse, terutama yang banyak mengandung buah, adalah mayoritas fruktosa. Saat terlalu banyak fruktosa menguasai hati, hati akan mengubahnya menjadi lemak. Mengonsumsi fruktosa dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol.
Karena umumnya jus tidak menggunakan kulit buahnya, yang mana ini merupakan bagian yang banyak seratnya, gula darah mudah melonjak saat melakukan juice cleanse, yang mana ini dapat meningkatkan resistansi insulin.
Nah itu tadi kebiasaan minum yang bisa kamu tiru untuk menurunkan lemak di hati, agar tidak terjadi komplikasi pada organ hati. Hindari pula penyebab-penyebab yang bisa memperburuk kesehatan hati
Sumber : idntimes.com
Variasi Squat untuk Paha, Pinggul, dan Bokong
Squat adalah salah satu latihan terbaik karena mampu membangun kekuatan otot tubuh bagian bawah sekaligus otot inti. Menurut laporan dalam Strength & Conditioning Journal, squat adalah latihan gabungan multi sendi yang menargetkan semua otot utama tubuh bagian bawah, termasuk pinggul, bokong, dan paha.
Ingin mulai melakukan squat dalam rutinitas latihan kamu? Mulailah dengan squat dasar lalu beralih ke variasi squat yang berbeda, yang bisa membantu mengaktifkan area kaki lainnya serta lengan dan bahu. Mencoba berbagai variasi squat membuat latihan kamu tetap menantang dan anti bosan.
1. Basic squat
Basic squat atau squat dasar tidak memerlukan beban atau peralatan (selain kursi jika diinginkan). Gerakan ini sangat bagus untuk pemula dan siapa pun yang punya kondisi lutut.
Squat dasar juga bagus untuk kamu yang sehari-harinya ingin lebih aktif, karena gerakannya mirip gerakan yang kamu lakukan setiap kali duduk atau berdiri.
Cara melakukannya:
- Berdiri dengan kaki terbuka selebar pinggul atau selebar bahu. Kalau menggunakan kursi, letakkan di belakang dan kamu berdiri di depannya. Kencangkan perut.
- Tekuk lutut dan jongkok perlahan ke arah kursi.
- Turunkan pinggul ke belakang sambil menjaga kepala tetap tegak dan torso lurus. Kamu bisa mengulurkan lengan untuk membantu keseimbangan.
- Stop pada posisi ini, atau duduk sebentar di kursi, lalu kencangkan otot bokong untuk terangkat dari kursi dan mulai rentangkan kaki.
- Rentangkan kaki sepenuhnya hingga kamu kembali ke posisi berdiri, tetapi jangan mengunci lutut.
- Ulangi ini selama 1–3 set dengan 10–16 repetisi.
Jika menggunakan kursi, lanjutkan ke variasi yang lebih menantang dengan squat hingga seperti akan duduk tetapi bokong tidak menyentuh permukaan kursi. Kamu juga bisa menahan beban untuk menambah intensitas.
2. Squat dengan satu dumbel
Kalau kamu sudah mampu melakukan 16 squat dengan kursi, sudah waktunya untuk meningkatkan tingkat kesulitan gerakan ini. Kamu bisa melakukannya dengan memegang dumbel atau kettlebell saat squat. Cara ini bagus untuk menambah intensitas tanpa membebani tulang belakang.
Dilansir Verywell Fit, cara melakukannya :
- Berdiri dengan kaki terbuka selebar pinggul atau bahu.
- Pegang dumbel dengan berat sedang di depan tubuh, lengan lurus dan siku sedikit ditekuk.
- Tekuk lutut dan turunkan hingga berjongkok. Berhentilah saat lutut berada pada 90 derajat atau sebelum kamu kehilangan lengkungan alami punggung.
- Kencangkan otot gluteus (otot bokong) dan kaki sambil menstabilkan tubuh dengan torso yang kuat.
- Perlahan kembali berdiri tanpa mengunci lutut.
- Ulangi selama 1–3 set dengan 10–16 repetisi.
3. Squat dengan memegang satu dumbel di dada
Versi lain dari squat dengan dumbel adalah dengan memegang dumbel setinggi dada. Menahan beban dalam posisi ini membangun otot gluteus, pinggul, paha, dan inti tubuh. Sebagai bonus tambahan, ini juga berdampak baik untuk tubuh bagian atas.
Cara melakukannya :
- Berdiri dengan kaki terbuka selebar pinggul atau bahu.
- Pegang dumbel atau kettlebell beban sedang hingga berat atau di depan dada. Jaga bahu dan leher tetap rileks.
- Tekuk lutut dan turunkan ke posisi jongkok. Berhentilah saat lutut berada pada sudut 90 derajat atau sebelum kamu kehilangan lengkungan alami punggung.
- Naikkan pinggul kembali, seolah-olah kamu akan duduk di kursi. Hindari menekuk lutut maju.
- Kencangkan gluteus dan kaki sambil menstabilkan tubuh dengan torso yang kuat.
- Perlahan kembali berdiri tanpa mengunci lutut.
- Ulangi selama 1–3 set dengan 10–16 repetisi.
4. Squat dengan barbel
Squat dengan barbel adalah jenis squat intens yang butuh lebih banyak kerja dari otot terbesar di tubuh, yaitu gluteus, menurut laporan dalam Journal of Sports Science and Medicine tahun 2020.
Variasi squat ini bisa sangat bagus asalkan kamu melakukannya dengan benar. Menambah beban pada bahu menempatkan sebagian besar beban itu ke tulang belakang, jadi penting untuk memperhatikan bentuk tubuh saat melakukan gerakan ini.
Cara melakukannya:
- Berdiri dengan kaki terbuka selebar pinggul atau bahu.
- Tempatkan barbel tepat di atas bahu pada otot trapezius, atau bagian bahu yang "berdaging".
- Tekuk lutut dan perlahan jongkok. Berhentilah saat lutut berada pada sudut 90 derajat atau sebelum kamu kehilangan lengkungan alami punggung.
- Kencangkan gluteus dan kaki sambil menstabilkan tubuh dengan torso yang kuat.
- Perlahan kembali berdiri tanpa mengunci lutut.
- Ulangi selama 1–3 set dengan 10–16 repetisi.Kalau akan melakukan variasi
squat ini untuk kali pertama, berhati-hatilah. Mulailah dengan barbel bobot ringan dengan benar dan secara bertahap beralih ke barbel dengan bobot yang lebih berat.
5. Sumo squat
Squat sumo atau squat lebar melibatkan variasi penempatan kaki yang membantu menargetkan otot kaki dengan cara yang berbeda. Menurut laporan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2021, pada variasi squat ini, kamu menggabungkan paha bagian dalam sedikit lebih banyak dibanding squat tradisional.
Ini bisa menjadi variasi squat yang bagus untuk ditambahkan ke dalam rutinitas kalau kamu butuh tantangan baru. Namun, tetap berhati-hati saat squat dan hanya lakukan sesuai fleksibilitas kamu.
Cara melakukannya:
- Berdiri dalam posisi lebar dengan jari kaki keluar pada sudut yang nyaman. Lutut harus tetap sejajar dengan jari kaki, jadi jangan melangkah terlalu jauh.
- Pegang dumbel di paha atas, satu dumbel di depan, atau barbel di bahu atau di belakang kepala untuk menambah bobot.
- Tekuk lutut dan turunkan tubuh ke posisi jongkok, jaga agar lutut sejajar dengan jari kaki, perut berkontraksi, dan punggung lurus. Hanya turun serendah mungkin tanpa mengorbankan fleksibilitas atau keseimbangan.
- Dorong kembali untuk bokong ke atas tanpa mengunci lutut.
- Ulangi untuk 1–3 set dengan 10–16 repetisi.
Jika kamu kesulitan dalam melakukannya, atau mencari variasi squat yang lebih intens, pertimbangkan untuk mendapatkan pelatih pribadi yang bisa memberikan dukungan lebih lanjut.
Sumber : idntimes.com
Kenali 5 Tanda Pelecehan Seksual pada Anak
Pelecehan seksual adalah kasus tidak manusiawi yang kerap terjadi. Bentuknya beragam, mulai dari pelecehan seksual verbal, nonverbal, serta fisik. Korban pelecehan seksual berasal dari berbagai golongan, dari usia dewasa, jenis kelamin perempuan maupun laki-laki, bahkan anak-anak.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyebutkan bahwa korban pelecehan seksual anak sebesar 57,2 persen dari jumlah keseluruhan kasus sejak 1 Januari 2023.
Bagaimana tanda-tanda pelecehan seksual pada anak? Yuk, kita kenali tandanya bersama.
1. Perilaku anak berubah
Kebanyakan orang tua lebih memahami kebiasaaan dan perilaku anak di rumah. Insting orang tua bisa mengangkap perubahan ini sebagai tanda adanya pelecehan seksual. Jika anak biasanya aktif lalu tiba-tiba berubah menjadi pendiam, mungkin ia menyimpan suatu permasalahan.
Dilansir WebMD, ciri-ciri perubahan perilaku anak akibat pelecehan seksual antara lain:
- Anak cemas ketika ditinggal orang tua pergi.
- Anak mengompol atau mengisap jempol.
- Anak menarik diri dan ingin sendirian.
- Anak melakukan perilaku seksual.
- Terlalu patuh terhadap perintah.
- Takut melepas baju atau mandi di depan orang tua.
2. Luka fisik
Tanda-tanda pelecehan seksual yang terlihat adalah adanya luka fisik yang tidak wajar. Bukti akurat bisa diperkuat lewat pemeriksaan dokter.
Buku berjudul Kekerasan & Penelantaran pada Anak menyebutkan bahwa luka fisik yang disebabkan oleh pelecehan seksual bisa berupa trauma akut area genital atau anus, luka tumpul pada organ intim, memar atau lecet pada selaput dara, serta bekas kekerasan fisik (gigitan, cakaran, atau lebam).
3. Perubahan emosi anak
Anak sulit mengungkapkan masalah yang terjadi padanya. Tidak mudah memang mengenali perubahan emosi pada anak-anak. Namun, perbedaan emosional dapat menjadi salah satu indikator pelecehan seksual.
Dilansir Mayo Clinic, tanda perubahan emosi anak akibat pelecehan seksual antara lain:
- Gangguan perkembangan emosional.
- Kepercayaan diri menurun.
- Hilangnya minat belajar atau pergi ke sekolah.
- Depresi.
- Menghindari situasi yang membuat trauma.
- Penurunan keterampilan.
4. Rasa takut berlebih pada pelaku
Kalau melihat berbagai berita tentang kasus pelecehan seksual anak, parahnya, beberapa kasus pelaku adalah dari orang terdekat anak, seperti anggota keluarga atau pengajar di sekolah.
Diterangkan National Health Service, anak yang menjadi korban pelecehan seksual anak memberikan tanpa mengungkapkannya secara langsung. Trauma yang dialami membuat anak takut dan cemas berlebihan terhadap pelaku.
5. Perbedaan cara bicara
Anak korban pelecehan seksual tidak mudah untuk mengutarakan kejadian yang dialaminya. Ancaman, iming-iming tutup mulut, doktrin pelaku bahwa tindakan yang dilakukan normal atau rahasia membuat anak tidak berbicara tentang pelecehan seksual.
Buku berjudul Tiga Kekuatan Solusi Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Sekolah Dasar menyebutkan tanda korban pelecehan seksual adalah anak menjadi sangat tertutup dan cenderung enggan diajak berbicara.
Orang tua perlu memahami tanda-tanda pelecehan seksual pada anak sebagai bentuk pencegahan. Peranan orang tua sangat besar dalam mencegah pelecehan seksual. Beberapa tindakan preventif pelecehan seksual anak berupa memberikan perhatian cukup, menerapkan pola asuh sehat, mengedukasi batasan dan privasi anak, serta memberikan pendidikan seksual yang tepat.
Sumber : idntimes.com
Narkoba 'Zombie' Menjamur di AS
Kasus narkoba "zombie" di Amerika Serikat (AS) ramai dibicarakan. Maret 2023 US Drug Enforcement Administration (DEA) mengeluarkan peringatan tentang meluasnya ancaman fentanyl yang dicampur dengan xylazine, obat penenang hewan yang juga dikenal sebagai “tranq” atau “tranq dope”, dilansir CNN.
“Xylazine membuat ancaman obat paling mematikan yang pernah dihadapi negara kita, fentanyl, bahkan lebih mematikan,” kata Administrator DEA Anne Milgram dalam peringatan tersebut.
“DEA telah menyita campuran xylazine dan fentanyl di 48 dari 50 negara bagian. Sistem Laboratorium DEA melaporkan bahwa pada tahun 2022 sekitar 23 persen bubuk fentanyl dan 7 persen pil fentanyl yang disita oleh DEA mengandung xylazine.”
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, lebih dari 100.000 orang AS meninggal akibat keracunan obat antara Agustus 2021 dan Agustus 2022, dengan 66 persen kematian melibatkan opioid sintetis seperti fentanyl.
Apa itu xylazine dan apa bahayanya?
Xylazine adalah obat penenang hewan non opioid, yang tidak disetujui untuk digunakan manusia. Obat ini umumnya digunakan untuk membius hewan berukuran besar. Obat ini telah dikaitkan dengan peningkatan jumlah kematian akibat overdosis di AS dalam perkembangan kecanduan narkoba dan krisis overdosis, menurut laporan dalam jurnal Drug and Alcohol Dependence tahun 2022.
Menurut National Institute on Drug Abuse, studi menunjukkan bahwa orang yang terpapar xylazine sering secara sadar atau tidak sadar menggunakannya dalam kombinasi dengan obat lain, khususnya fentanyl terlarang.
Penelitian menunjukkan kematian overdosis terkait dengan xylazine telah menyebar ke arah barat di seluruh AS, dengan dampak terbesar di Timur Laut. Dari 2015 hingga 2020, persentase semua kematian akibat overdosis obat yang melibatkan xylazine meningkat dari 2 persen menjadi 26 persen di Pennsylvania. Xylazine terlibat dalam 19 persen dari semua kematian akibat overdosis obat di Maryland pada tahun 2021 dan 10 persen di Connecticut pada tahun 2020.
Studi dalam Morbidity and Mortality Weekly Report tahun 2021 menunjukkan xylazine sering ditambahkan ke opioid terlarang, termasuk fentanyl. Selain itu, orang-orang melaporkan menggunakan fentanyl yang mengandung xylazine untuk memperpanjang efek euforianya. Sebagian besar kematian overdosis terkait dengan xylazine dan fentanyl juga melibatkan zat tambahan, termasuk kokain, heroin, benzodiazepin, alkohol, gabapentin, metadon, dan opioid resep.
Xylazine adalah depresan sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan kantuk dan amnesia serta memperlambat pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah ke tingkat yang sangat rendah. Menggunakan opioid dalam kombinasi dengan xylazine dan depresan sistem saraf pusat lainnya—seperti alkohol atau benzodiazepin—meningkatkan risiko overdosis yang mengancam nyawa.
Penggunaan xylazine berulang juga dikaitkan dengan ulkus kulit, abses, dan komplikasi terkait. Orang melaporkan penggunaan obat yang mengandung xylazine dengan cara menyuntikkan, disedot melalui hidung, ditelan, atau dihirup.
Xylazine menyebabkan ulkus kulit yang tampak mengerikan
Salah satu efek xylazine pada kulit adalah terbentuknya ulkus kulit yang menyebar dari tempat suntikan. Luka kulit memburuk dengan cepat dan bisa sangat parah sehingga bagian tubuh yang terinfeksi mungkin memerlukan amputasi jika tidak segera ditangani, seperti dijelaskan dalam laman Psychiatrist.com.
Menambahkan dari Fortune Well, mereka yang berulang kali menggunakan obat yang mengandung xylazine dapat mengalami luka terbuka dengan jaringan mati berwarna hitam yang. Bahkan, beberapa di antaranya sampai ke tendon dan tulang. Jika tidak ditangani, pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi.
Penelitian belum secara definitif membuktikan hubungan antara xylazine dan luka terbuka, tetapi ada laporan yang mencatat bahwa tampaknya ada hubungan antara keduanya. Sistem rumah sakit tempat obat tersebut menyebar melaporkan peningkatan angka kasus infeksi kulit dan jaringan lunak di antara pengguna narkoba.
Sumber : idntimes.com
Sekitar 808 Juta Orang akan Idap Polineuropati Diabetik Tahun 2050
Sangat sedikit orang yang tahu tentang neuropati. Bahkan, 80 persen pasien neuropati tidak menyadari bahwa mereka hidup dengan kondisi tersebut dan tidak terdeteksi. Salah satu penyebab neuropati adalah diabetes.
Neuropati perifer bisa memengaruhi dan merusak banyak saraf. Kondisi ini disebut sebagai polineuropati. Diperkirakan, 808 juta orang di seluruh dunia akan mengalami polineuropati diabetik pada tahun 2050. Mengkhawatirkan, bukan?
P&G Health Asia Pacific Virtual Media Roundtable digelar pada Jumat sore (19/5/2023) dalam rangka memperingati Neuropathy Awareness Week 2023. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber, dua di antaranya adalah Aalok Agrawal (Senior Vice President P&G Health untuk kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika) serta Dr. Rainer Freynhagen (Spesialis Anestesiologi, Perawatan Intensif, Manajemen Nyeri, Perawatan Paliatif, dan Manajemen Olahraga).
1. Mengenal neuropati lebih dekat
Neuropati adalah ketika kerusakan saraf menyebabkan nyeri, kelemahan, kesemutan, atau mati rasa di satu bagian tubuh atau lebih. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari penyakit, infeksi, cedera, obat-obatan, hingga penyalahgunaan alkohol jangka panjang.
Salah satu jenis neuropati adalah neuropati perifer, yang memengaruhi saraf di bagian luar tubuh seperti kaki, tungkai, tangan, dan lengan. Menurut Aalok, neuropati perifer dialami oleh 1 dari 10 orang dan 1 dari 2 pasien diabetes.
Jenis neuropati lain yang perlu dikenali adalah neuropati otonom (kerusakan pada saraf yang mengontrol fungsi otomatis tubuh seperti pencernaan, tekanan darah, dan kandung kemih) serta mononeuropati (hanya memengaruhi satu saraf, contohnya adalah carpal tunnel syndrome dan Bell's palsy).
2. Gejala yang sering dikeluhkan
Dokter Rainer memaparkan gejala neuropati yang sering dikeluhkan, yaitu mati rasa, kesemutan, hingga sensasi terbakar atau seperti sengatan listrik. Selain itu, juga bisa menyebabkan kelemahan otot, masalah keseimbangan, dan hilangnya gerakan atau fungsi tubuh, mengutip HealthDirect.
Sayangnya, sebagian besar pasien tidak menganggap serius gejala tersebut dan tidak mengerti bahwa ada kaitannya dengan saraf. Bahkan, sering kali luput dari pengamatan dokter. Ini yang membuat neuropati kurang terdiagnosis.
"Dari keseluruhan jumlah dokter, kurang dari sepertiganya saja yang memiliki keyakinan untuk mengetahui gejala dan tanda-tanda neuropati perifer secara tepat. Sangat mengkhawatirkan bahwa bagi banyak dokter, nyeri neuropatik sering kali dianggap tidak terlalu penting dibandingkan dengan gejala lain yang dialami oleh pasien," ungkapnya.
3. Prevalensi neuropati di berbagai negara
Dalam sebuah studi di Bali, Indonesia, dari 110 pasien dengan diabetes melitus tipe 2, sebanyak 54 persen di antaranya mengalami neuropati diabetik yang menyebabkan rasa nyeri. Bagaimana dengan negara lain? Berikut data yang dihimpun oleh P&G Health:
- Prevalensi neuropati perifer diabetik di Singapura dilaporkan sebesar 28 persen. Faktor risiko yang signifikan adalah usia, etnis (terutama India), penggunaan insulin, serta kondisi medis tertentu seperti retinopati diabetik dan stroke.
- Di Malaysia, 51 persen penderita diabetes mengalami neuropati periferal.
- Di Filipina, prevalensi neuropati diabetik adalah 42 persen dari 2.708 pasien diabetes. Ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh DiabCare Asia pada tahun 2000.
- Neuropati perifer memengaruhi 34-35 persen populasi Uni Emirat Arab yang menderita diabetes.
- Neuropati perifer yang menyebabkan nyeri dialami oleh lebih dari 65 persen penderita diabetes di Arab Saudi.
4. Neuropati bisa menurunkan kualitas hidup
Jangan meremehkan neuropati karena bisa menurunkan kualitas hidup. Menurut Dr. Rainer, 1 dari 2 orang dengan neuropati perifer diabetik akan berkembang menjadi menyakitkan dan dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan kualitas tidur yang buruk.
Bagaimana neuropati memengaruhi kualitas tidur? Dilansir Everyday Health, gejala neuropati seperti sensasi abnormal atau hipersensitivitas terhadap sentuhan (terutama di kaki atau tungkai) bisa membuat kita sulit tidur. Rasa sakit juga lebih intens pada malam hari.
Di sisi lain, berdasarkan penelitian dalam jurnal Pain Research & Management tahun 2020, prevalensi depresi pada pasien neuropati perifer diperkirakan sekitar 30 persen. Makin tinggi intensitas nyeri, makin besar risiko depresi.
5. Untuk kesehatan saraf, konsumsi vitamin B1, B6, dan B12
Vitamin B neurotropik (B1, B6, dan B12) sangat penting untuk kesehatan saraf dan mendukung regenerasi saraf. Masing-masing memiliki peran yang vital, antara lain:
- Vitamin B1 (tiamina): Memiliki peran kunci dalam mengubah karbohidrat menjadi energi yang dibutuhkan sel saraf agar bisa berfungsi dengan baik. Vitamin B1 bisa didapatkan dari ikan, beras, biji-bijian, dan legum (kacang polong, kedelai, atau buncis).
- Vitamin B6 (piridoksina): Berperan penting untuk memastikan serabut saraf mampu mengirim sinyal secara efektif dan memproduksi neurotransmiter vital, yang menyampaikan pesan dari otak ke sel-sel di seluruh tubuh. Sumber vitamin B6 adalah daging unggas, ikan, produk susu, dan kentang.
- Vitamin B12 (kobalamin): Perannya adalah meregenerasi serabut saraf dan memperbaiki kerusakan saraf. Vitamin B12 bisa didapatkan dari daging, ikan, produk susu, telur, dan sereal yang difortifikasi.
Sumber : idntimes.com
Benarkah Pakai Deodoran Malam Lebih Efektif Mencegah Bau?
Warganet di Twitter beberapa waktu lalu membahas deodoran yang katanya jauh lebih ampuh mengurangi bau badan kalau digunakan sebelum tidur. Yap, tidak salah baca, berdasarkan cuitan tersebut tersebut dianjurkan untuk menggunakan deodoran pada malam hari.
Benarkah pakai deodoran malam lebih efektif? Well, mari kita cari tahu jawabannya pada penjelasan di bawah ini.
Bagaimana keringat diproduksi?
Diawali dengan bagaimana keringat diproduksi dulu, ya. Keringat merupakan sekresi tubuh yang dihasilkan oleh kelenjar keringat. Terdapat dua jenis kelenjar keringat pada tubuh manusia, yakni ekrin dan apokrin.
Ekrin hanya mengeluarkan garam dan air saat menghadapi cuaca panas. Dengan demikian, tubuh akan tetap merasa sejuk. Kelenjar keringat ini pun tidak berkontribusi apa pun pada aroma tubuh.
Sementara, kelenjar apokrin membawa sekresi protein dan lemak di dalam tubuh. Ketika dikeluarkan dari tubuh jadi keringat, ini merupakan tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang. Nah, kumpulan bakteri tersebutlah yang akhirnya memicu aroma kurang sedap, melansir Science ABC.
Cara kerja deodoran
Deodoran merupakan produk perawatan kulit yang membantu menjaga ketiak tetap segar. Penggunaannya dilakukan dengan mengoleskannya pada bagian kulit tubuh, seperti di ketiak. Food and Drug Administration mengategorikan deodoran sebagai kosmetik.
Antiperspiran bekerja dengan menghentikan keringat, adapun deodoran dapat mencegah aroma dengan mengontrol bakteri di kulit, melansir Nivea. Dengan demikian, deodoran memang dirancang untuk mencegah bau badan. Meski begitu, beberapa deodoran juga mengombinasikan kedua fungsi tersebut.
Ketika kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak dan protein, bakteri akan berebut untuk mencernanya. Nah, mengoleskan deodoran akan membantu membunuh bakteri-bakteri sehingga keringat tidak menimbulkan aroma kurang sedap.
Benarkah pakai deodoran malam lebih efektif mencegah bau?
Dr. Julia Tzu, pendiri dan direktur medis Wall Street Dermatology di New York dalam InStyle menjelaskan bahwa langkah tersebut tidak perlu. Jika deodoran mengandung antiperspiran, produk ini justru dapat menggumpalkan protein di saluran keringat secara terus-menerus yang tentu berarti kurang baik.
Sementara itu, Byrdie menjelaskan sebaliknya. Mengaplikasikan deodoran dengan antiperspiran saat malam hari memungkinkan penyerapan bahan aktif yang lebih baik. Alasannya, kelenjar keringat kurang aktif saat malam hari sehingga produk punya waktu untuk mencegah keringat pada esok harinya.
Jadi, kapan deodoran sebaiknya digunakan? Well, waktu efektif penggunaan deodoran adalah saat kulit bersih dan benar-benar kering. Waktu tepatnya bisa kapan saja selagi kamu membutuhkannya.
Di luar itu, mengaplikasikan deodoran saat kulit basah (karena keringat atau air) justru dapat meningkatkan aktivitas bakteri. Hasilnya, aroma tubuh berisiko menjadi lebih tajam alias jadi bau.
Jadi, benarkah deodoran malam lebih efektif mencegah bau badan? Terkait hal tersebut tergantung kamu menganggapnya bagaimana. Pasalnya, setiap tubuh mungkin berbeda. Namun, yang jelas kamu harus menggunakannya saat kulit kering sehingga bakteri tidak berkembang.
Sumber : idntimes.com
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi 3 Kali Sehari?
Kopi kerap jadi pilihan untuk menghilangkan kantuk. Aromanya yang nikmat serta kandungan kafeinnya, bisa bikin mata melek di tengah aktivitas. Alhasil, gak sedikit yang meminum kopi setiap kali mengantuk. Bukan cuma sekali, tapi ada juga yang sampai tiga kali, lho!
Waduh, apa yang terjadi pada tubuh saat minum kopi 3 kali sehari? Kamu mungkin mengkhawatirkan asam lambung. Namun, beberapa penelitian menunjukkan kalau ada kemungkinan manfaatnya juga.
Efek kopi pada tubuh
Dilansir Better Health, kopi termasuk dalam asupan stimulan bagi tubuh. Mengonsumsi stimulan dapat meningkatkan aktivitas di otak dan sistem saraf. Selain itu, asupan stimulan juga dapat memicu kenaikan sirkulasi zat kimia pada tubuh, seperti kortisol dan adrenalin.
Dalam dosis kecil, kafein dapat memberi sensasi menyegarkan sehingga tubuh lebih fokus. Namun, kafein yang berlebihan justru bisa memicu kecemasan dan sulit tidur. Zat kimia ini dapat diserap baik oleh tubuh dan dampak jangka pendeknya biasanya muncul sekitar 5-30 menit.
Beberapa efek lainnya termasuk peningkatan pernapasan dan detak jantung. Selain itu, juga dapat meningkatkan kewaspadaan mental serta energi fisik. Namun, hal tersebut tergantung pada tingkat toleransi masing-masing invididu. Begitu pula dengan efek yang dirasakan, ya. Dampak ini kemungkinan bertahan hingga 12 jam, melansir sumber yang sama.
Apa yang terjadi pada tubuh saat minum kopi 3 kali sehari?
Beberapa mungkin berpikiran hal ini akan memunculkan dampak negatif. Namun, sejatinya efek yang muncul dari berapa banyak kopi yang kamu minum sangat bergantung pada tingkat toleransi tubuh terhadap
.
Penelitian baru yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa konsumsi 2-3 cangkir kopi sehari dikaitkan dengan menurunnya kejadian dan kematian akibat masalah kardiovaskular. Jenis penyakit kardiovaskular yang dimaksud dalam penelitian di atas antara lain jantung koroner, gagal jantung kongestif, dan stroke iskemik. Hal tersebut berlaku bagi kopi apa saja, lho. Termasuk konsumsi kopi bubuk, kopi instan, hingga yang tanpa kafein sekalipun.
Peter Kistler, MBBS, PhD., selaku penulis penelitian yang juga Kepala Penelitian Elektrofisiologi Klinis di Baker Heart and Diabetes menjelaskan dalam siaran persnya. Menurutnya, kafein memang jadi kandungan populer dari kopi.
Namun, selain kafein, kopi juga mengandung 100 komponen biologis aktif lainnya. Tampaknya, kandungan tersebut bertanggung jawab terhadap manfaat yang didapat dari meminum kopi, terlebih pada penderita penyakit kardiovaskular.
Bukan berarti manfaat ini berlaku untuk semua orang
Penelitian tersebut meneliti kebiasaan minum kopi hampir dari 450 ribu orang. Peneliti menggunakan data dari UK Biobank yakni sumber daya kesehatan internasional yang mengumpulkan sampel darah, urine, dan air liur serta informasi kesehatannya.
Adapun responden penelitian berusia antara 40-70 tahun dari seluruh Inggris. Namun, peserta yang mengikuti penelitian tersebut bebas dari aritmia atau penyakit kardiovaskular lainnya.
Everyday Health menyebutkan bahwa minum kopi memang tidak seharusnya dihindari, tetapi bukan berarti memberikan dampak yang sama bagi setiap orang. Minum kopi dalam jumlah rendah hingga sedang terbukti aman dan tidak memberikan efek pada kesehatan kesehatan jantung jangka panjang.
Walau begitu, Jim Liu, MD., Ahli Jantung dan Asisten Profesor di The Ohio State University Wexner Medical Center di Colombus menjelaskan, kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung berdebar. Di samping itu, konsumsi kopi dengan kafein tinggi dan jangka panjang berpotensi meningkatkan tekanan darah bagi sebagian orang.
Efek apa yang terjadi pada tubuh saat minum kopi 3 kali sehari mungkin berbeda tiap individu. Namun, sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa ada manfaatnya, meski tidak begitu pada penderita aritmia. Jadi, tetap ketahui batas toleransi tubuhmu, ya
Sumber : idntimes.com
Cara Menjaga Kesehatan Lansia agar Tetap Bugar di Usia Senja
Semua orang pasti ingin tetap sehat dan bugar hingga tua. Sayangnya, banyak yang belum memasuki usia senja, tetapi sudah sakit-sakitan karena gaya hidup yang tidak sehat. Bahkan, ada istilah "remaja jompo" untuk menggambarkan anak muda yang mudah lelah, masuk angin, dan sakit pinggang.
Back to the topic, bagaimana caranya menjaga kesehatan untuk kelompok lanjut usia (lansia)? Berikut ini beberapa tips yang bisa dipraktikkan mulai hari ini.
1. Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke pada orang berusia 65 tahun ke atas adalah 17 persen dan 7,6 persen. Untuk mencegah penyakit tersebut, lansia diimbau untuk mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung.
Menurut studi dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings Innovations, Quality, & Outcomes tahun 2019, makanan yang disarankan adalah sayuran berdaun hijau, buah utuh (tidak dijadikan jus atau smoothie), legum (kacang polong, kacang pinto, kedelai, dan lain-lain), hingga ikan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan kembung dan tongkol.
2. Tetap aktif bergerak
Semua kalangan usia membutuhkan olahraga, tak terkecuali lansia. Durasi olahraga yang direkomendasikan untuk orang berusia 65 tahun ke atas adalah 150 menit per minggu. Jika memiliki kondisi kronis yang menyulitkan untuk mencapai rekomendasi tersebut, sesuaikan dengan kemampuan saja.
Jenis olahraga yang disarankan untuk lansia adalah berjalan kaki, senam, bersepeda, taici, hingga latihan keseimbangan. Jangan lupa peregangan (stretching) untuk mencegah cedera dan memelihara mobilitas.
3. Menjaga kesehatan tulang
Dilansir National Health Service (NHS), osteoporosis adalah kondisi yang melemahkan tulang, membuatnya rapuh dan lebih mudah patah. Perempuan lebih berisiko mengalaminnya, apalagi pada perempuan yang mengalami menopause lebih awal (sebelum usia 45 tahun).
Osteoporosis bisa dicegah dengan mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Clinics in Geriatric Medicine tahun 2003, kebutuhan kalsium dan vitamin D harian untuk orang berusia 70 tahun ke atas adalah 1.200 mg dan 600 IU.
Selain dari suplemen, kalsium bisa didapatkan dari susu, keju, bayam, brokoli, tahu, dan edamame. Sementara itu, sumber vitamin D adalah sinar matahari, ikan, kuning telur, hati sapi, dan jamur.
4. Menjaga kesehatan sendi
Osteoartritis adalah salah satu penyakit sendi degeneratif yang banyak dialami oleh lansia. Mengutip Osteoarthritis Action Alliance, sekitar 43 persen orang dengan osteoartritis berusia 65 tahun atau lebih.
Bagaimana cara menjaga sendi agar tetap sehat? Laman AARP.org memberi beberapa saran, seperti berolahraga secara teratur, memiliki indeks massa tubuh normal, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengadopsi pola makan Mediterania.
5. Istirahat yang cukup
Berdasarkan riset yang dimuat dalam laman Banner Health, sekitar 50 persen orang Amerika yang berusia 65 tahun ke atas mengalami masalah tidur. Ini bukan hal yang sepele, karena kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko jatuh dan penyakit kronis, juga membuat seseorang menjadi mudah tersinggung dan pelupa.
Durasi tidur yang ideal bagi lansia adalah 7–9 jam. Untuk meningkatkan kualitas tidur, jangan makan dalam porsi besar dan menjauhi kafein (kopi, teh, soda, dan cokelat) menjelang waktu tidur.
Kurang lebih, itulah beberapa tips menjaga kesehatan untuk lansia. Jangan lupa beri tahukan informasi ini kepada orang tua atau kakek dan nenekmu, ya!
Sumber : idntimes.com
Cara Rumahan Mengatasi Asam Lambung
Refluks asam lambung dapat menyerang kapan saja. Kondisi ini terjadi karena asam lambung terdorong naik ke kerongkongan, saluran makanan dan minuman dari mulut ke lambung. Jika terlalu sering, refluks tersebut bisa "membakar" kerongkongan, sehingga menyebabkan heartburn.
Gejala-gejala refluks asam lambung yang paling umum adalah:
- Mulas
- Sensasi heartburn
- Rasa asam di bagian belakang mulut
- Kesulitan menelan
- Batuk
- Asma
- Erosi gigi
- Inflamasi pada sinus
Jika dibiarkan, refluks asam lambung dapat menyebabkan kondisi pencernaan serius yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD).
Meskipun dapat ditangani dengan obat, tetapi akan lebih baik jika asam lambung ditangani secara alami, yaitu lewat perubahan gaya hidup dari gaya makan hingga tidur. Inilah cara-cara alami yang dapat kamu lakukan untuk mencegah refluks asam lambung.
1. Makan dengan porsi sedikit
Antara kerongkongan dan perut terdapat otot yang berbentuk seperti cincin bernama sfingter esofagus bagian bawah. Terbuka hanya saat menelan, serdawa, atau muntah, otot ini bertindak sebagai katup agar isi lambung tidak naik ke kerongkongan.
Namun, dalam kasus refluks asam lambung, sfingter esofagus bagian bawah melemah atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Selain itu, bila otot tersebut menerima terlalu banyak tekanan, maka asam lambung merembes dari celahnya. Inilah kenapa sebagian besar gejala refluks asam lambung terjadi setelah makan.
Menurut berbagai penelitian, salah satu faktor yang menyebabkan fenomena tersebut adalah porsi makan yang terlalu besar! Nah, untuk mencegah hal tersebut terjadi, hal yang dapat kamu lakukan adalah mengurangi porsi makan.
2. Menjaga berat badan
Sfingter esofagus bagian bawah secara alami disangga oleh diafragma, otot di atas perut. Akan tetapi, jika lemak menumpuk di perut, tekanan tersebut membuat sfingter esofagus bagian bawah terdorong menjauhi diafragma, atau disebut hernia hiatus.
Hernia hiatus adalah salah satu alasan utama mengapa orang-orang yang kelebihan berat badan atau ibu hamil lebih berisiko terkena refluks asam lambung dan heartburn. Oleh karena itu, hal kedua yang dapat kamu lakukan adalah menjaga berat badan tetap stabil, apalagi jika memiliki riwayat penyakit asam lambung.
3. Cobalah pola makan rendah karbohidrat
Cara ketiga untuk mencegah refluks asam lambung adalah menerapkan pola makan rendah karbohidrat. Ini karena gangguan pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga bakteri tumbuh tidak terkontrol dan menekan perut. Hasilnya, produksi gas, serdawa, dan sensasi kembung.
Beberapa penelitian pun menganggap kalau fenomena ini adalah salah satu penyebab umum refluks asam lambung. Oleh karena itu, pola makan rendah karbohidrat berpotensi memperbaiki gejala refluks asam lambung dan heartburn. Selain itu, pengobatan antibiotik juga dapat mengurangi refluks dan bakteri penghasil gas di pencernaan.
4. Batasi hingga singkirkan konsumsi alkohol
Bukan rahasia, konsumsi alkohol dapat meningkatkan tingkat keparahan refluks asam dan heartburn. Ini karena alkohol mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan merusak kemampuan otot tersebut untuk membersihkan diri dari asam lambung.
Jadi, kurangi atau lebih baik lagi berhenti mengonsumsi alkohol. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa asupan alkohol dalam jumlah sedang saja dapat menyebabkan refluks asam lambung pada orang sehat.
5. Batasi konsumsi kafein
Sama halnya dengan alkohol, kafein juga bisa melemahkan kinerja sfingter esofagus bagian bawah, sehingga meningkatkan risiko refluks asam. Oleh karena itu, jika kamu memiliki riwayat refluks asa
m lambung atau heartburn, lebih baik kamu mengurangi konsumsi kopi atau teh.
Kalau tidak tertahankan, pilihlah kopi bebas kafein. Konsumsi kafein dikaitkan dengan kerusakan di kerongkongan yang lebih besar akibat refluks asam lambung. Lebih baik nikmati senjamu dengan segelas air putih saja, ya!
Itulah beberapa cara alami untuk mencegah dan meringankan refluks asam lambung dan heartburn yang dapat berpotensi menyebabkan GERD. Dengan mengubah gaya hidup, kamu pun tidak perlu bergantung pada obat, sehingga bisa sehat secara alami.
Sumber : idntimes.com
Fakta Kelainan Bawaan Hiperplasia Adrenal Kongenital
Hiperplasia adrenal kongenital (congenital adrenal hyperplasia) adalah kelainan bawaan kelenjar adrenal. Ini dapat dialami anak laki-laki maupun perempuan.
Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan menghasilkan tiga jenis hormon :
- Kortisol: Mengatur energi, tekanan darah, dan gula darah serta membantu kita pulih dari penyakit mendadak (sudden illness).
- Aldosteron: Mengatur jumlah garam dan air dalam tubuh.
- Androgen: Sekelompok hormon yang mengontrol perkembangan karakteristik laki-laki.
Orang-orang dengan hiperplasia adrenal kongenital (HAK) tidak dapat membuat kortisol dengan baik, dan dalam beberapa kasus tidak dapat menghasilkan aldosteron. Mereka juga memproduksi terlalu banyak androgen, seperti testosteron dan 17-hidroksiprogesteron. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan penyakit serius, alat kelamin atipikal, pubertas dini, masalah pertumbuhan, dan masalah lainnya.
1. Jenis
Pada anak dengan HAK, kelenjar adrenal kekurangan enzim tertentu yang dibutuhkan untuk memproses kortisol dan aldosteron. Pada hampir 95 persen kasus, enzim yang hilang disebut 21-hidroksilase. HAK yang disebabkan oleh enzim yang hilang ini disebut defisiensi 21-hidroksilase, mengutip laman Children’s Hospital of Philadelphia.
Ada dua bentuk HAK yang disebabkan oleh defisiensi 21-hidroksilase.
- HAK klasik: Ini adalah bentuk penyakit yang paling parah dan lebih jarang. Pada orang HAK jenis ini, tubuh gagal menghasilkan kortisol, yang diperlukan untuk mengatur tekanan darah, gula darah, dan membantu tubuh merespons penyakit atau cedera. Banyak anak dengan HAK klasik juga tidak mampu menyekresikan aldosteron atau mampu mempertahankan jumlah garam yang cukup dalam tubuh, suatu situasi yang dapat menyebabkan dehidrasi parah dan bahkan kematian jika tidak ditangani.
- HAK non klasik: Ini adalah jenis HAK yang paling umum dan presentasinya ringan. Tubuh menghasilkan cukup kortisol, tetapi terlalu banyak androgen tertentu, seperti testosteron dan 17-hidroksiprogesteron. Sekresi aldosteron normal pada orang dengan HAK non klasik.
2. Penyebab
Menurut Buklet Hiperplasia Adrenal Kongenital yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), HAK merupakan keadaan genetik.
Untuk mengetahui bagaimana penyakit ini terjadi, kamu perlu sedikit memahami tentang kromosom dan gen. Kromosom merupakan struktur seperti benang yang terkandung pada setiap sel di dalam tubuh, sementara gen merupakan area lebih kecil pada kromosom yang mengandung informasi genetik.
Gen menentukan karakteristik seseorang dari awal terjadinya konsepsi atau pembuahan. Informasi yang termuat pada gen-gen sangat penting untuk perkembangan dan fungsi tubuh yang normal.
Setiap sel pada tubuh mengandung 23 pasang dari kromosom, yang mana masing-masing dari setiap pasang diturunkan satu dari ayah dan satu dari ibu. HAK terjadi ketika gen untuk produksi enzim adrenal cacat atau terganggu, sehingga menyebabkan tidak berfungsinya enzim.
Individu yang terkena mewarisi dua kopi dari gen yang cacat, satu dari ayah dan satu dari ibu. Biasanya orang tua tidak terkena HAK karena mereka hanya memiliki satu gen yang cacat dan satu gen yang tidak cacat. Gen yang tidak terkena lebih dominan dan mengalahkan gen yang cacat.
Ketika kedua orang tua yang masing-masing membawa satu gen yang cacat memiliki anak, masing masing anak memiliki risiko 25 persen kemungkinan untuk terkena HAK (mewariskan dua gen cacat), 25 persen kemungkinan tidak terkena HAK (mewariskan dua gen normal), dan 50 persen menjadi carrier atau pembawa seperti orang tua mereka (mewariskan satu gen cacat dan satu gen normal). Pola dengan penurunan seperti ini dikenal dengan penurunan secara austosomal resesif.
3. Gejala
Gejala HAK akan bervariasi, tergantung pada jenis HAK yang dimiliki dan usia saat gangguan tersebut didiagnosis, seperti dilansir MedlinePlus.
- Anak-anak dengan jenis HAK yang lebih ringan mungkin tidak memiliki tanda atau gejala dan mungkin tidak terdiagnosis sampai akhir masa remaja.
- Anak perempuan dengan jenis HAK yang lebih parah sering kali memiliki alat kelamin maskulin saat lahir dan dapat didiagnosis sebelum gejala muncul.
- Anak laki-laki akan tampak normal saat lahir, meski memiliki bentuk yang lebih parah.
Pada anak-anak dengan bentuk kelainan yang lebih parah, gejala sering berkembang dalam 2 atau 3 minggu setelah lahir. Gejala tersebut dapat berupa:
- Makan yang buruk atau muntah.
- Dehidrasi.
- Perubahan elektrolit (tingkat abnormal natrium dan kalium dalam darah).
- Irama jantung abnormal.
Anak perempuan dengan jenis penyakit yang lebih ringan biasanya memiliki organ reproduksi normal (indung telur, rahim, dan saluran tuba). Mereka mungkin juga memiliki perubahan ini:
- Periode menstruasi yang tidak normal atau gagal menstruasi.
- Munculnya rambut kemaluan atau ketiak secara lebih dini.
- Pertumbuhan rambut atau rambut wajah yang berlebihan.
- Beberapa pembesaran klitoris.
Anak laki-laki dengan bentuk yang lebih ringan sering kali tampak normal saat lahir. Akan tetapi, mereka mungkin tampak memasuki pubertas lebih awal. Gejala mungkin termasuk:
- Suara dalam.
- Munculnya rambut kemaluan atau ketiak secara lebih dini.
- Penis membesar namun testis normal.
- Otot yang berkembang dengan baik.
Baik anak laki-laki maupun perempuan akan setinggi anak-anak lainnya, tetapi jauh lebih pendek dari biasanya saat dewasa.
4. Diagnosis
Untuk HAK klasik, dokter akan melakukan skrining untuk HAK sebelum bayi oleh dibawa pulang. Ini adlaah bagian dari skrining bayi baru lahir normal. Dokter akan melakukan tes darah dengan menusuk tumit bayi. Skrining ini dapat menentukan apakah bayi mengidap HAK klasik.
Kamu dapat mempertimbangkan tes genetik prenatal jika sedang hamil dan sudah memiliki anak dengan HAK. Dokter dapat memeriksa HAK melalui amniosentesis atau pengambilan sampel chorionic villus.
Untuk HAK non klasik, diagnosis mungkin tidak terjadi sampai kamu atau anak mulai menunjukkan gejala penyakit ini. Dalam beberapa kasus, ini mungkin tidak terjadi sampai awal masa dewasa. Dokter akan mendiagnosis CAH non klasik melalui:
- Pemeriksaan fisik.
- Tes darah.
- Tes urine.
- Pengujian genetik.
5. Penanganan
HAK klasik
Menurut Endocrine Society, tujuan pengobatan adalah untuk memastikan kadar hormon yang tepat dan meningkatkan pertumbuhan normal, perkembangan seksual, dan fungsi seksual.
Pasien dengan HAK klasik harus memiliki tim dokter, termasuk spesialis endokrinologi pediatrik, bedah urologi pediatrik, kesehatan mental, dan genetika.
Individu dengan HAK klasik diobati dengan obat yang disebut glukokortikoid untuk menggantikan kortisol yang tidak dapat dibuat oleh tubuh mereka. Glukokortikoid ekstra mungkin diperlukan selama masa stres, seperti ketika individu sakit infeksi.
Individu dengan HAK klasik, terutama yang memiliki bentuk kehilangan garam berat, juga membutuhkan obat yang disebut mineralokortikoid untuk menggantikan aldosteron yang tidak dapat mereka buat. Bayi baru lahir juga mungkin membutuhkan suplemen natrium klorida (garam).
Operasi dapat memperbaiki alat kelamin ambigu pada anak perempuan. Orang tua dapat memilih untuk menunda operasi sampai anak cukup umur untuk membantu membuat keputusan. Dengan demikian, operasi rekonstruksi genital harus menggabungkan keputusan dan nilai bersama dari orang tua, pasien, ahli bedah, ahli endokrin, penyedia kesehatan mental, dan kelompok pendukung.
Penting agar anak-anak dengan HAK dan pengasuhnya mencari perawatan kesehatan mental untuk mengatasi masalah psikososial terkait kondisi ini. Tujuan penting dari terapi HAK adalah untuk meningkatkan pemantauan kesehatan mental dan kualitas hidup.
HAK non klasik
Beberapa pasien tidak memiliki gejala dan tidak memerlukan pengobatan, sementara yang lain butuh glukokortikoid dosis rendah (yang mungkin membantu kesuburan), tetapi mungkin tidak memerlukan pengobatan seumur hidup.
Dengan perawatan tepat, orang dengan kedua jenis HAK ini bisa berumur panjang dan hidup sehat. Para peneliti terus mencari cara yang lebih baik untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi ini.
6. Komplikasi yang dapat terjadi
Dilansir Cleveland Clinic, HAK klasik menyebabkan seseorang kehilangan terlalu banyak air dan garam dalam urine. Ini berisiko menyebabkan komplikasi serius, termasuk ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium. Jika tidak diobati, ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan :
- Detak jantung tidak teratur (aritmia).
- Gagal jantung.
- Kematian.
HAK non klasik yang tidak diobati juga dapat menimbulkan komplikasi. Pada orang yang ditetapkan sebagai laki-laki saat lahir, ini dapat menyebabkan:
- Pubertas dini.
- Perawakan pendek.
Pada orang yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir, ini bisa menyebabkan:
- Ciri-ciri tubuh laki-laki permanen.
- Menstruasi tidak teratur.
- Infertilitas.
Operasi untuk memperbaiki genitalia ambigu membawa risiko komplikasinya sendiri, termasuk infeksi, pendarahan, dan jaringan parut.
Kamu tidak dapat mencegah karena ini merupakan kondisi genetik. Jika memiliki riwayat kondisi ini dalam keluarga, atau sudah memiliki anak dengan kondisi ini, mungkin kamu ingin mempertimbangkan konseling genetik dan/atau pengujuan genetik. Dengan begitu, kamu bisa memahami tentang risiko menurunkan kondisi ini kepada anak.
Sumber : idntimes.com
Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Menyusui
Batuk adalah masalah kesehatan yang umum terjadi dan biasanya mudah diobati, biasanya dengan obat batuk. Namun, batuk bisa membuat ibu menyusui dilema. Kalau tidak diobati khawatir akan menularkan penyakit ke bayi, tetapi kalau mau minum obat tidak boleh sembarangan karena dapat memengaruhi air susu ibu (ASI).
Dilansir Mayo Clinic, hampir semua obat yang ada di dalam darah akan ditransfer ke dalam ASI sampai batas tertentu. Sebagian besar obat yang punya efek tersebut pada tingkat rendah dan tidak menimbulkan risiko nyata bagi sebagian besar bayi. Namun, beberapa obat bisa ditemukan dalam kadar tinggi dalam ASI. Maka dari itu, setiap obat harus dipertimbangkan secara terpisah.
Bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaat bagi kamu dan bayi dari obat apa pun yang diresepkan, obat yang dijual bebas, termasuk obat herbal.
Obat batuk yang aman untuk ibu menyusui
Sebagian besar obat batuk aman dikonsumsi saat menyusui. Namun, kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter atau dokter anak sebelum menggunakan obat baru apa pun.
Untuk batuk dan sakit tenggorokan, inilah beberapa obat yang diketahui aman untuk ibu menyusui dan bayinya.
1. Pseudoephedrine
Pseudoephedrine yang merupakan dekongestan bisa digunakan oleh ibu menyusui untuk mengatasi batuk. Memang benar bahwa obat ini bisa menyebabkan penurunan produksi ASI, tetapi kecil kemungkinannya untuk menyebabkan masalah besar pada suplai ASI, kecuali jika ibu menyusui menggunakan obat ini dalam jangka panjang.
Sebagai catatan, obat ini mungkin bisa membuat bayi sedikit rewel. Satu penelitian lampau dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa 20 persen bayi yang ibunya mengonsumsi pseudoephedrine menjadi rewel atau lekas marah.
2. Mentol
Mentol adalah agen mati rasa. Obat ini umum digunakan untuk analgesik topikal dan pereda sakit tenggorokan. Hanya sejumlah kecil mentol yang akan ditransfer ke dalam ASI. Efek samping pada bayi dari menyusui tidak mungkin terjadi karena dosis relatif rendah dan efek lintas pertama (fenomena metabolisme obat yang mana konsentrasi obat berkurang cukup signifikan sebelum mencapai sirkulasi sistemik).
Tidak ada studi yang memadai dan terkontrol dengan baik pada ibu menyusui. Obat batuk mentol, pelega tenggorokan, dan/atau obat gosok dada adalah pilihan yang sangat baik untuk meredakan batuk pada ibu menyusui.
3. Benzocaine
Benzocaine juga merupakan agen mati rasa. Diterangkan laman Texas Tech University Health Sciences Center, obat ini untuk sementara mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan tenggorokan sakit dan gatal.
Tidak ada studi atau laporan kasus yang memadai dan terkontrol dengan baik pada ibu menyusui. Karena penyerapan oral yang rendah setelah aplikasi, konsentrasi darah ibu mungkin terlalu rendah untuk menghasilkan efek klinis yang signifikan pada bayi yang disusui.
Benzocaine dalam bentuk sirop batuk atau pelega tenggorokan (dengan atau tanpa mentol) adalah pilihan yang aman untuk meredakan batuk pada ibu menyusui.
4. Guaifenesin
Guaifenesin adalah ekspektoran yang digunakan untuk melonggarkan sekresi saluran pernapasan. Obat ini bukan supresan batuk. Efikasi buruk ekspektoran secara umum menunjukkan bahwa obat ini tidak memberikan alasan yang cukup untuk digunakan oleh ibu menyusui. Akan tetapi, efek yang tidak diinginkan pada bayi belum dideskripsikan.
5. Dextromethorphan
Dextromethorphan yang merupakan obat pilek ini dianggap aman untuk ibu menyusui dan bayi. Ini adalah obat antitusif yang tampaknya bekerja dengan meningkatkan ambang batuk di otak. Ini adalah antitusif yang paling aman dan sangat kecil kemungkinannya untuk ditransfer ke dalam ASI.
Awasi bayi yang disusui untuk kantuk atau makan yang buruk. Saat minum obat apa pun, perhatikan tanda-tanda kemungkinan efek samping pada bayi, seperti peningkatan rasa kantuk, ruam, dan diare parah.
Penting untuk memahami alasan kamu butuh obat dan cara menggunakannya secara efektif dan aman. Bicarakan dengan dokter atau apoteker sebelum memulai obat baru atau menghentikan obat sementara selama menyusui.
Sumber : idntimes.com
Apakah Anak-Anak Bisa Mengalami Kanker Payudara?
Kanker payudara dimungkinkan terjadi pada anak-anak, tetapi ini sangat jarang. Penelitian jurnal Seminars in Plastic Surgery tahun 2013 menunjukkan bahwa anak-anak yang dirawat karena kanker sebelumnya dengan radiasi ke dada adalah yang paling berisiko terkena kanker payudara.
Menurut National Cancer Institute, kanker payudara adalah kanker yang paling umum di antara perempuan usia 15 hingga 39 tahun. Namun, kurang dari 5 persen dari semua kasus kanker payudara terjadi pada kelompok usia tersebut. Ada penyebab "jinak" mengapa seorang anak atau remaja mungkin mengalami benjolan di payudara.
1. Sebagian besar tumor payudara pada anak adalah fibroadenoma, dan ini bukan kanker
Sering kali ketika anak-anak memiliki tumor di jaringan payudaranya, tumor tersebut tidak bersifat kanker. Sebagian besar tumor payudara pada anak adalah fibroadenoma, dan ini bukan kanker. Tumor kanker payudara adalah tumor ganas yang dapat tumbuh dan menyebar ke seluruh payudara dan tubuh.
Sementara tu, fibroadenoma adalah tumor jinak yang bisa berkembang di dada atau payudara anak. Walaupun tidak berbahaya, tetapi fibroadenoma bisa menjadi kanker, tetapi ini jarang. Mayoritas benjolan yang terdeteksi pada payudara anak-anak adalah jinak
Sebagian besar benjolan yang terdeteksi pada payudara anak-anak adalah jinak. Pertumbuhan (tunas) payudara (breast budding)—payudara tumbuh seperti gunung kecil yang terkadang sakit jika payudaranya bersentuhan dengan baju atau ketika tidak sengaja tersentuh—adalah salah satu satu penyebab paling umum dari benjolan payudara pada perempuan 8 hingga 12 tahun, seperti mengutip Seattle Children’s Hospital.
Begitu kuncup payudara terbentuk, mereka tumbuh menjadi jaringan payudara selama 2 hingga 3 tahun ke depan. Menurut Nemours KidsHealth, ini normal dan sering menandai awal pubertas. Bagi kebanyakan orang, periode menstruasi dimulai sekitar 2 tahun setelah kuncup payudara pertama kali berkembang.
Tunas payudara tidak berisiko menjadi kanker. Normal jika kuncup payudara berkembang di satu sisi dada terlebih dahulu dan sisi lainnya seharusnya berkembang dalam waktu 3 bulan.
2. Faktor risiko
Menurut National Cancer Institute, faktor risiko kanker payudara pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda adalah sebagai berikut:
- Pengobatan kanker sebelumnya dengan terapi radiasi pada payudara atau dada untuk kanker lain, seperti limfoma Hodgkin.
- Memiliki riwayat pribadi jenis kanker yang dapat menyebar ke payudara, seperti leukemia, rhabdomyosarcoma, sarkoma jaringan lunak, atau limfoma.
- Riwayat keluarga kanker payudara pada ibu, ayah, saudara perempuan, atau saudara laki-laki.
- Perubahan bawaan pada gen BRCA1 atau BRCA2 atau gen lain yang meningkatkan risiko kanker payudara.
3. Gejala kanker payudara pada anak
Kanker payudara pada anak jarang terjadi, dan banyak gejalanya dapat disebabkan oleh kondisi lain yang kurang serius. Namun, jika anak mengalami salah satu dari gejala berikut, segera bawa anak ke dokter sesegera mungkin:
- Benjolan di ketiak, di sekitar puting, atau di mana saja di area payudara.
- Perubahan bentuk area payudara yang tidak terkait dengan pubertas atau penambahan berat badan.
- Kulit pada atau di sekitar payudara yang terlihat tidak rata, berlesung pipit, atau berkerut.
- Kulit di atau sekitar payudara yang merah, bersisik, gatal, atau bengkak.
- Puting yang tertarik ke dalam.
- Darah atau cairan lain yang keluar dari puting susu.
Diterangkan dalam laman Healthline, perlu diingat bahwa perkembangan payudara yang khas selama pubertas dapat menyebabkan asimetri antara ukuran payudara, tetapi hal ini biasa terjadi.
4. Diagnosis
Saat anak memiliki benjolan pada payudara, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik untuk menilai kesehatan secara keseluruhan. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan payudara untuk meraba atau merasakan benjolan tersebut.
Beri tahu dokter apabila anak memiliki riwayat pengobatan kanker atau radiasi dan jika kanker payudara terjadi dalam keluarga. Tes diagnostik yang mungkin diperlukan meliputi :
- USG: Gelombang suara berenergi tinggi untuk memberikan gambar jaringan tubuh.
- Tes darah: Memeriksa darah untuk zat yang dikeluarkan oleh tumor.
- Mammogram: Sinar-X payudara untuk mendeteksi kanker.
- MRI: Gambar detail dari kedua payudara
- PET scan: Mendeteksi sel kanker di dalam tubuh.
- Biopsi: Jarum dimasukkan untuk mengangkat sel atau jaringan untuk ditinjau oleh ahli patologi di bawah mikroskop.
5. Pengobatan
Pengobatan kanker payudara pada anak bervariasi dan tergantung pada tumor atau jenis kanker. Anak-anak dengan fibroadenoma jinak biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, mereka akan dipantau dengan hati-hati untuk perubahan yang bisa mengindikasikan kekhawatiran, seperti perubahan ukuran atau karakteristik massa.
Dalam banyak kasus, fibroadenoma akan hilang tanpa pengobatan. Anak-anak dengan kanker payudara ganas akan membutuhkan perawatan dari tim onkologi pediatrik. Perawatan biasanya meliputi :
- Terapi radiasi untuk menargetkan dan membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhan sel kanker baru.
- Operasi pengangkatan tumor.
Terapi baru, termasuk terapi obat yang ditargetkan untuk menyerang sel kanker tanpa merusak sel lain di dalam tubuh, bisa menjadi pilihan. Perawatan juga akan tergantung pada kesehatan anak secara keseluruhan dan apakah ada kanker lain. Tim onkologi pediatrik akan membantu mengembangkan rencana yang sesuai untuk setiap anak.
6. Prognosis
Sebagian besar anak dengan tumor payudara memiliki fibroadenoma dan ini sering kali menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Fibroadenoma tidak berbahaya kecuali jika bermutasi menjadi tumor kanker, yang mana ini jarang terjadi, terutama pada anak-anak.
Seorang anak atau remaja dengan fibroadenoma akan diawasi untuk memastikannya tetap tidak berbahaya. Dokter mungkin melakukan biopsi jaringan untuk memastikannya jinak.
Untuk anak-anak dengan kanker payudara ganas, prognosis bisa berbeda-beda.
Sama seperti kebanyakan jenis kanker lainnya, mengendalikan penyebaran membuat perbedaan besar pada hasilnya. Tujuannya selalu agar tumor dapat diobati atau diangkat tanpa menyebar.
Secara umum, prospek anak-anak dengan semua jenis kanker makin membaik.
Pada 2021, ada 84 persen tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk anak-anak yang didiagnosis dengan kanker jenis apa pun, menurut American Cancer Society. Meskipun tidak ada statistik tentang tingkat kelangsungan hidup yang tepat dari anak-anak dengan kanker payudara, tetapi tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker payudara pada perempuan dewasa adalah 90 persen.
Makin cepat anak mendapatkan pengobatan untuk kanker, makin besar kemungkinan kanker bisa diobati. Kanker yang belum menyebar selalu lebih mudah diobati dan disembuhkan.
Jadi, kanker payudara adalah kanker yang jarang terjadi pada anak-anak dan remaja. Kalau kamu khawatir tentang benjolan di payudara anak, ada kemungkinan itu jinak.
Ketika anak-anak memiliki tumor di jaringan payudara mereka, biasanya itu adalah tumor jinak fibroadenoma. Seorang anak dengan fibroadenoma perlu dipantau namun tidak memerlukan perawatan apa pun.
Terkadang, anak-anak bisa mengalami tumor payudara ganas. Dalam kasus ini, perawatan radiasi atau operasi diperlukan.
Sumber : idntimes.com
Manfaat Vitamin B3 atau Niasin bagi Kesehatan
Vitamin B3, disebut juga niasin, adalah salah satu dari delapan vitamin B kompleks yang larut dalam air. Vitamin ini memainkan peran dalam mengubah makanan yang kita makan menjadi energi, termasuk membantu tubuh untuk menggunakan protein dan lemak, serta menjaga kulit, rambut, dan sistem saraf tetap sehat.
Niasin hadir dalam beberapa bentuk, termasuk niacinamide atau nicotinamide dan inositol hexanicotinate. Masing-masing bentuk ini punya manfaat yang berbeda-beda pula.
Vitamin B3 sering menjadi bagian dari multivitamin harian. Namun, kebanyakan orang bisa memenuhi kebutuhannya lewat pola makan.
Jadi, apa saja manfaat vitamin B3 bagi kesehatan tubuh kita? Berapa banyak dosis yang dianjurkan? Dan apa yang terjadi bila kita kekurangan mikronutrien ini? Temukan jawabannya lewat ulasan di bawah ini, ya!
1. Manfaat vitamin B3 untuk menjunjang kesehatan
Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa kita perlu memenuhi kebutuhan asupan vitamin B3 setiap hari :
- Menurunkan kolesterol jahat
Vitamin B3 sudah digunakan sejak tahun 1950-an untuk menangani kolesterol tinggi. Menurut laporan dalam jurnal JAMA Internal Medicine tahun 2004, vitamin ini bisa menurunkan low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat hingga 5-20 persen.
Meski demikian, vitamin B3 bukanlah pengobatan utama untuk kolesterol tinggi karena kemungkinan efek sampingnya. Akan tetapi, penggunaannya disarankan sebagai pengobatan penurun kolesterol untuk orang yang tidak dapat menoleransi obat statin, menurut laporan dalam The American Journal of Medicine tahun 2017.
- Meningkatkan kolesterol baik
Selain bisa membantu menurunkan LDL, vitamin B3 juga dapat meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin B3 meningkatkan tingkat HDL hingga 15-35 persen.
- Menurunkan trigliserida
Niasin juga terbukti lewat penelitian dapat menurunkan trigliserida sekitar 20-50 persen. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan aksi enzim yang terlibat dalam sintesis trigliserida.
Maka dari itu, memastikan kecukupan vitamin B3 dapat menurunkan produksi baik LDL maupun very low-density lipoprotein (VLDL).
Akan tetapi, dosis terapi diperlukan untuk mencapai efek ini pada kadar kolesterol dan trigliserida.
- Mungkin dapat membantu mencegah penyakit jantung
Efek niasin pada kolesterol mungkin bisa membantu mencegah penyakit jantung. Selain itu, menurut laporan dalam The American Journal of Cardiology tahun 2008, niasin juga bisa mengurangi stres oksidatif dan inflamasi, yang mana keduanya terlibat dalam aterosklerosis atau pengerasan arteri.
Merujuk pada studi dalam jurnal Current Cardiology Reports tahun 2003, beberapa studi menunjukkan bahwa terapi niasin—baik sendiri atau dikombinasikan dengan statin—dapat membantu menurunkan risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Meski demikian, temuan penelitian beragam. Penelitian dalam The American Journal of Medicine tahun 2017 menyimpulkan bahwa terapi niasin tidak secara signifikan membantu mengurangi risiko serangan jantung, stroke, atau kematian dari penyakit jantung pada orang-orang dengan penyakit jantung atau mereka yang berisiko.
- Mungkin dapat membantu diabetes tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun ketika tubuh menyerang dan merusakan sel-sel pembuat insulin di dalam pankreas. Dilansir Healthline, ada penelitan yang menemukan kalau niasin dapat membantu melindungi sel-sel tersebut dna mungkin mengurangi risiko diabetes tipe 1 pada anak-anak yang berisiko.
Walau begitu, peran vitamin B3 bagi diabetes tipe 2 masih rumit. Di satu sisi, vitamin tersebut dapat membantu mengurangi kolesterol tinggi yang sering kali terlihat pada orang-orang dengan diabetes tipe 2. Namun, di sisi lain juga ada potensi peningkatan kadar gula darah.
Menurut laporan dalam jurnal Clinical Nutrition tahun 2015, orang-orang dengan diabetes yang mengonsumsi niasin untuk menangani kolesterol tinggi juga perlu memonitor kadar gula darah dengan saksama.
2. Sumber vitamin B3
Vitamin B3 bisa ditemukan di berbagai makanan, seperti:
- Dada ayam
- Ikan tuna kalengan dalam minyak
- Daging sapi
- Hati sapi
- Ikan salmon asap
- Kacang tanah
- Lentil
- Roti dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin B3
- Dada kalkun
- Nasi merah matang
- Daging babi
- Alpukat
- Jamur
- Kacang polong atau kacang ercis
- Ikan teri
- Kentang
3. Berapa banyak dosis harian vitamin B3 yang dianjurkan?
Dilansir Mayo Clinic, mengingat vitamin B3 dapat digunakan dengan cara yang berbeda, bicarakan dengan dokter mengenai dosis yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.
Setiap orang butuh vitamin B3 dalam jumlah tertentu, baik dari makanan atau suplemen, agar tubuh berfungsi dengan normal. Jumlah rekomendasi vitamin B3 harian bervariasi, yaitu:
- Anak-anak: antara 2-16 mg per hari, bergantung pada usia
- Laki-laki: 16 mg per hari
- Perempuan: 14 mg per hari
- Perempuan hamil: 18 mg per hari
- Ibu menyusui: 17 mg per hari
- Asupan harian maksimum untuk orang dewasa dari segala usia: 35 miligram setiap hari
Sebagian besar orang bisa memenuhi kebutuhan vitamin B3 lewat pola makan sehat bergizi seimbang.
Mengingat pentingnya memenuhi vitamin B3 atau niasin untuk mendukung fungsi tubuh, penuhi kebutuhannya lewat pola makan sehat bergizi seimbang setiap hari, ya. Dengan begitu, seluruh kebutuhan nutrisimu juga akan terpenuhi.
Sumber : idntimes.com
Penyebab dan Cara Mencegah Keputihan Berwarna Hijau
Pada dasarnya, keputihan sering kali merupakan hal yang normal pada perempuan. Cairan tersebut umumnya menandakan bahwa vagina telah membersihkan dirinya sendiri. Bersamaan dengannya, keluar pula sel-sel mati dan bakteri yang mungkin akan menyebabkan infeksi.
Akan tetapi, sebagian kecil dari keputihan bisa menjadi pertanda buruk. Apalagi ketika cairan yang keluar berwarna kuning kehijauan dan memiliki aroma yang busuk. Apa sebenarnya penyebab keputihan berwarna hijau? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Keputihan berwarna hijau menandakan kemungkinan penyakit menular seksual
Keputihan yang normal umumnya bening, putih, keruh, atau kekuningan. Namun, jika warnanya kuning kehijauan, kamu harus waspada karena umumnya ini disebabkan oleh penyakit menular seksual.
Ini merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara penetratif, oral, maupun anal. Jenisnya sangat beragam. Namun, yang biasa menimbulkan gejala berupa keputihan berwarna hijau adalah trikomoniasis, gonore, dan klamidia.
2. Kemungkinan penyebab pertama: trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyebab paling umum dari keputihan berwarna kuning kehijauan. Sering kali kondisi ini juga disertai beberapa gejala lain, di antaranya:
- Cairan sangat kental dan berbau tidak sedap.
- Area vagina berwarna kemerahan, terasa gatal, dan terbakar.
- Sering buang air kecil.
- Rasa sakit dan tidak nyaman saat buang air kecil dan berhubungan seksual.
Penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis ini bisa menular selama hubungan seksual dan penggunaan mainan seks (sex toys), terutama ketika dilakukan tanpa kondom.
Untungnya, trikomoniasis tergolong mudah ditangani dan bisa sembuh dalam kurun waktu seminggu dengan pengobatan dokter. Namun, ada beberapa komplikasi yang harus diwaspadai, yaitu kemandulan, sakit pada perut dan panggul, serta tersumbatnya tuba falopi. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter.
3. Kemungkinan penyebab kedua: gonore
Mengutip Mayo Clinic, gonore merupakan penyakit menular seksual dari bakteri yang bisa menyerang vagina, penis, uretra, rektum, serviks, dan area mulut.
Pada perempuan, gonore bisa ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan dari vagina. Sementara itu, gejala lain yang bisa menyertainya meliputi:
- Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil.
- Keluarnya darah di luar haid atau setelah berhubungan seksual.
- Demam.
- Sakit saat berhubungan seksual.
- Sakit di area perut bawah dan panggul.
- Sakit tenggorokan.
Gejala-gejala di atas umumnya baru muncul setelah 2–14 hari infeksi. Untuk mendeteksinya, kamu harus periksa ke dokter jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas.
4. Kemungkinan penyebab ketiga: chlamydia
Berikutnya, keputihan dengan cairan berwarna hijau juga bisa dipicu oleh klamidia. Penyakit menular seksual yang satu ini biasanya disebarkan melalui hubungan seks secara penetratif, anal, maupun oral. Dilansir Healthline, menggesekkan dua alat kelamin tanpa memasukkannya juga bisa menularkan penyakit tersebut.
Lalu apa saja gejala lain yang bisa timbul akibat klamidia? Berikut ini di antaranya:
- Sakit saat berhubungan seksual.
- Keputihan dalam jumlah banyak, berwarna kehijauan, dan bau.
- Rasa terbakar saat buang air kecil.
- Inflamasi pada serviks.
- Keluarnya darah di luar haid.
Untungnya, klamidia termasuk penyakit yang mudah ditangani. Biasanya dokter akan memberikan resep antibiotik untuk dikonsumsi hingga 2 minggu.
5. Bagaimana cara membedakan ketiga penyebab di atas?
Jika dicermati, gejala dari trikomoniasis, gonore, dan klamidia sangat mirip. Satu-satunya cara untuk mengetahui penyakit apa yang menginfeksimu adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Kamu akan diberi serangkaian tes untuk mendeteksi bakteri atau parasit apa yang menyerangmu. Setelah itu, barulah penyakit bisa didiagnosis.
Kamu tentu tidak ingin mengalami penyakit menular seksual, kan? Ada beberapa cara yang bisa menghindarkanmu dari risiko tersebut. Berikut ini di antaranya:
- Selalu menggunakan kondom dengan benar untuk berbagai jenis aktivitas seksual, termasuk seks oral.
- Gunakan kondom pada sex toy.
- Selalu mencuci tangan setelah melakukan kontak seksual.
- Mencuci organ intim dan buang air kecil setelah berhubungan seks.
- Periksakan dirimu dan pasangan akan potensi penyakit menular seksual sebelum menikah.
Itulah sejumlah kemungkinan penyebab keputihan berwarna hijau. Lakukanlah cara-cara pencegahan di atas agar kamu tidak sampai mengalami masalah ini, ya!
Sumber : idntimes.com
Efek Samping Flakka Mengerikan
Kondisi jalanan di Philadelphia menjadi sorotan dunia. Banyak orang terlihat gak sadarkan diri seperti zombi. Ini terjadi karena mereka mengonsumsi obat non-opioid xylazine atau obat tranq.
Obat tranq bukan satu-satunya yang memiliki efek samping seperti zombi, lho. Flakka adalah salah satu jenis narkoba yang bisa memberikan efek serius pada manusia, seperti delusi dan halusinasi. Seperti apa efek samping flakka yang mengerikan? Simak penjelasan ini, yuk!
Apa itu flakka?
Flakka atau alpha-pyrrolidinopentiophenone (Alpha-PVP) merupakan psikotropika golongan stimulan yang mengandung senyawa cathinone sintetis. Bentuk flakka seperti garam atau kristal. Warnanya merah muda atau putih. Dilansir Drug Free, flakka mirip obat sintesis lain seperti garam mandi (bath salt) secara kimiawi.
Tergolong narkotika, flakka dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran. Perilaku penggunanya bisa aneh, bahkan gak jarang membuatnya agresif. Pengguna flakka punya halusinasi bahwa ia memiliki kekuatan super. Jadi, efek samping flakka bisa dibilang mirip dengan obat tranq.
Efek samping flakka
Diketahui sebagai salah satu jenis narkotika, maka efek samping flakka gak bisa disepelekan. Efeknya sangat mengerikan.
Dilansir National Institute on Drug Abuse (NIDA), flakka dapat menyebabkan katatonia, yakni gejala perilaku tidak normal, berupa tubuh kaku atau tubuh bergerak secara berulang-ulang. Efeknya gak main-main dan berbeda dengan obat lain. Penggunanya bisa jadi gila dan mengamuk seperti zombi.
Ini sejumlah efek samping jika mengonsumsi flakka:
- Mengalami halusinasi
- Mengalam paranoia
- Melakukan kekerasan, bahkan bisa melukai diri sendiri
- Bisa memicu bunuh diri dan serangan jantung
- Memicu gagal ginjal.
Efeknya dapat menyebabkan ketergantungan fisik atau psikologis. Mereka yang menyalahgunakan flakka biasanya memakan, menghirup, menyuntik, atau menguapkannya untuk mendapatkan efek samping flakka.
Saking bahayanya, mengonsumsi flakka sangat dilarang. Efek samping flakka merugikan kesehatan fisik dan psikologis penggunanya.
Apabila ada teman, sahabat, atau anggota keluarga yang mengonsumsi flakka, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Jaga diri dan lindungi orang sekitarmu agar gak mengonsumsi obat-obat terlarang.
Sumber : idntimes.com
Obat yang Harus Dikonsumsi bersama Makanan dan Alasannya
Saat mengonsumsi obat, kita tentu maunya obat tersebut bekerja maksimal untuk menyembuhkan atau menangani penyakit atau kondisi tertentu. Efek terapi yang maksimal bisa dicapai apabila obat digunakan dengan tepat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah waktu minum obat.
Obat merupakan senyawa kimia yang memiliki cara kerja yang berbeda-beda dalam mengatasi gangguan di dalam tubuh. Cara kerjanya tergantung berbagai faktor, salah satunya adalah interaksi obat dengan makanan. Saat diminum, obat akan melewati lambung dan kemudian masuk ke usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung dan sebagian besar diserap di usus.
Obat pada umumnya dapat diserap dengan baik apabila tidak terdapat gangguan di lambung dan usus, misalnya berupa makanan. Namun, ada juga obat-obatan yang penyerapannya dibantu oleh makanan.
Selain interaksi dengan makanan, sifat dan efek dari obat juga menentukan kapan sebaiknya obat diminum, yakni sebelum, saat, atau sesudah makan. Artikel ini akan membahas apa saja obat yang harus diminum saat makan dan alasannya.
Alasan beberapa obat perlu dikonsumsi dengan makanan
Secara umum, ada beberapa alasan sejumlah obat perlu dikonsumsi bersama makanan:
- Membantu penyerapan obat: Beberapa obat bekerja lebih baik jika diminum saat ada makanan dalam perut. Menurut National Library of Medicine, ini membantu meningkatkan penyerapan obat ke dalam aliran darah. Artinya, lebih banyak obat tersedia untuk melakukan tugasnya dalam tubuh kita.
- Mengurangi efek samping pada perut: Makanan dapat membanti melindungi perut dari iritasi yang disebabkan oleh beberapa obat.
- Mencegah gula darah rendah: Kita perlu makan saat menggunakan beberapa obat diabetes untuk mencegah gula darah turun terlalu rendah.
Apa saja obat yang perlu dikonsumsi dengan makanan? Terus baca, ya!
1. OAINS
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah obat-obatan yang dapat membantu mengobati nyeri dan peradangan. Contohnya ibuprofen, meloxicam, dan naproxen.
OAINS dapat merusak lambung, bahkan beberapa bisa langsung mengiritasi lapisan perut dan juga dapat mengganggu lapisan lendir pelindung di perut.
Menurut laporan dalam British Journal of Clinical Pharmacology tahun 2015, OAIDS direkomendasikan untuk dikonsumsi bersama makanan atau susu untuk membantu mengurangi iritasi lambung. Akan tetapi, makanan juga bisa membuat OAINS lebih lama untuk bekerja, yang mana ini tidak ideal saat kita sedang merasa kesakitan.
2. Antasida
Antasida membantu meringankan gejala refluks asam, seperti heartburn. Obat ini bekerja dengan menetralkan asam di dalam perut. Beberapa antasida mengandung kalsium, seperti kalsium karbonat, sementara beberapa lainnya mungkin mengandung magnesium dan/atau aluminium.
Kemungkinan besar refluks asam bisa terjadi setelah makan. Jadi, mengonsumsi antasida dengan makanan dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala ini. Obat ini tidak akan menghentikan pelepasan asam dari perut, tetapi dapat menetralkan asam setelah dipicu oleh makanan.
Antasida biasanya bekerja selama sekitar 20 hingga 60 menit saat diminum dengan perut kosong. Namun, jika diminum 1 jam setelah makan, obat mampu bekerja hingga 2 jam, menurut studi dalam Journal of International Medical Research tahun 2022.
3. Beberapa antibiotik
Beberapa antibiotik perlu dikonsumsi saat perut kosong agar bisa diserap lebih baik. Namun, beberapa lainnya bekerja lebih baik bila dikonsumsi bersama makanan.
Contoh antibiotik yang harus dikonsumsi bersama makanan antara lain:
- Amoxicillin/clavulanate (Augmentin).
- Cefpodoxime.
- Nitrofurantoin (Macrobid, Macrodantin).
- Rifabutin (Mycobutin).
Amoxicillin/clavulanate dan rifabutin keduanya dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan sakit perut. Meminum antibiotik tersebut dengan makanan dapat membantu mengurangi masalah perut.
Beberapa antibiotik akan diserap lebih baik apabila dikonsumsi dengan makanan. Apabila lebih banyak obat masuk ke dalam tubuh, maka itu akan berkerja lebih baik.
Sebagai contoh, sekitar 40 persen lebih banyak nitrofurantoin diserap ke dalam tubuh saat dikonsumsi bersama makanan. Tablet cefpodoxime juga lebih baik diserap saat dikonsumsi bersama makanan, seperti dilansir GoodRx Health.
Perlu diingat, tidak semua antibiotik dikonsumsi bersama makanan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk memastikannya.
4. Kortikosteroid
Kortikosteroid adalah obat yang membantu menurunkan peradangan dalam tubuh. Contohnya adalah prednisone, hydrocortisone, dan methylprednisolone.
Sakit perut adalah efek samping yang umum dari kortikosteroid oral. Obat tersebut merangsang pelepasan asam di perut, bisa menyebabkan iritasi. Menurut penelitian, mengonsumsi kortikosteroid dengan makanan dapat membantu menetralkan asam di perut dan mencegah atau meminimalkan sakit perut.
5. Insulin kerja cepat
Insulin digunakan untuk mengobati diabetes, dengan cara membantu tubuh mengontrol kadar glukosa darah. Ada banyak jenis insulin. Tergantung pada jenis yang digunakan, beberapa mungkin perlu digunakan bersama makanan.
Insulin kerja cepat (seperti insulin aspart) biasanya disuntikkan tepat sebelum makan.
Menggunakan insulin kerja cepat tanpa makan bisa meningkatkan risiko gula darah rendah (hipoglikemia). Hipoglikemia bisa berbahaya jika tidak ditangani.
Dokter akan membantu kamu memahami cara menentukan dosis insulin berdasarkan berapa banyak karbohidrat yang kamu makan dan target kadar glukosa darah.
Sumber : idntimes.com
Momen Keseruan Meet and Greet Ricardo Kaka bareng Oppo di Jakarta
Sabtu (3/6/2023), Oppo Indonesia mengadakan sebuah acara yang menghadirkan Ricardo Izecson Dos Santos Leite, mantan pemain sepak bola asal Brasil dengan sapaan akrab Kaka. Eks pemain AC Milan dan Real Madrid itu menjadi bintang utama dalam sebuah sesi temu dan sapa di Plaza Indonesia, Jakarta. Kaka ditunjuk khusus oleh Oppo untuk menjadi global brand ambassador UEFA Champions League.
Acara ini tentunya sangat menghibur para penggemar sang pemain, tak terkecuali bagi pengguna setia HP Oppo (O-Fans). Menariknya lagi, acara ini juga dihadiri oleh sederet selebritas ternama dari tanah air yang menambah keseruan. Kalau kamu ketinggalan dengan kemeriahan acara tersebut, kamu dapat menyimak sederet video dan foto berikut untuk mengetahui cuplikan kegiatan Kaka bersama Oppo selama di Jakarta.
- Para penggemar antusias menyambut kehadiran Ricardo Kaka di Bandara Soekarno Hatta pada, Jumat (2/6/2023)
- Acara temu dan sapa antara penggemar dan Ricardo Kaka berlangsung di Oppo Gallery, Mal Plaza Indonesia, Jakarta
- Setelah membeli smartphone, hanya mereka yang mengisi formulir pendaftaran pada periode 26–31 Mei 2023 yang dapat mengikuti acara ini
- Setiap peserta mendapatkan satu bola yang ditandatangani Ricardo Kaka sekaligus berkesempatan untuk berfoto bersama sang idola
- 5. Bola yang ditandatangani Ricardo Kaka bermerek Adidas dan merupakan bola resmi UEFA Champions League
- 6. Menpora Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, juga ikut menghadiri acara dan berfoto dengan Ricardo Kaka
- 7. Acara ini juga dihadiri oleh pasangan selebritas terkemuka tanah air, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta kedua anaknya8. Icip kuliner, Ricardo Kaka tampak gembira saat mengikuti sesi makan bersama dengan penggemar di La Moda Cafe, Plaza Indonesia
Setelah Jakarta, Ricardo Kaka berkunjung ke Beijing pada, Senin 5/6/2023), untuk menjumpai O-Fans di ibukota China tersebut. Setelah itu, Kaka akan terbang ke Istanbul, Turki, untuk menjadi tamu istimewa di booth Oppo sebagai rangkaian acara memeriahkan babak final Liga Champions 2023 antara Manchester City dan Inter Milan yang berlangsung di Stadion Olimpiade Atatürk, Minggu (11/6/2023).
Sumber : idntimes.com
Fakta Lengkap Rabies alias Penyakit Anjing Gila, Belum Ada Obatnya
Dengan tingkat kematian hampir 100 persen pada manusia dan hewan, rabies tetap menjadi ancaman global, membunuh sekitar 59.000 orang setiap tahun, mengutip World Organisation for Animal Health.
Anjing adalah reservoir utama penyakit ini. Oleh karena itu, mengendalikan dan menghilangkan zoonosis yang mematikan berarti memeranginya pada sumber hewannya.
Selama lebih dari 4.000 tahun, rabies telah menjangkiti hampir setiap penjuru dunia dan banyak upaya telah dilakukan untuk memberantasnya. Sebagian besar kematian akibat rabies, baik pada manusia maupun hewan, disebabkan oleh kurangnya akses ke sumber daya kesehatan masyarakat dan pengobatan pencegahan. Artinya, negara-negara berpenghasilan rendah terkena penyakit ini secara tidak proporsional.
Menurut Pan American Health Organization, kasus rabies tercatat di semua benua, kecuali Antartika, tetapi lebih dari 95 persen kematian manusia tercatat di Asia dan Afrika.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pada Jumat (2/6/2023) mengumumkan ada 11 kasus kematian yang disebabkan oleh rabies. Sebanyak 95 persen kasus rabies tersebut disebabkan oleh gigitan anjing.
“Sebanyak 95 persen kasus rabies pada manusia didapatkan lewat gigitan anjing yang terinfeksi. Ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar, tapi 95 persen karena gigitan anjing,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi, MPHM pada konferensi pers virtual, mengutip laman Kemenkes.
Untuk mewaspadai penyakit ini, yuk ketahui apa itu rabies, gejala dan penyebabnya, komplikasi yang bisa terjadi, hingga penanganannya.
1. Penyebab dan faktor risiko
Rabies disebabkan oleh virus rabies. Virus rabies termasuk dalam ordo Mononegavirales, virus dengan genom RNA beruntai negatif yang tidak tersegmentasi. Dalam kelompok ini, virus berbentuk "peluru" yang berbeda diklasifikasikan dalam keluarga Rhabdoviridae, yang mencakup setidaknya tiga genera virus hewan, Lyssavirus, Ephemerovirus, dan Vesiculovirus. Genus Lyssavirus termasuk virus rabies, kelelawar Lagos, virus Mokola, virus Duvenhage, virus kelelawar Eropa 1 dan 2, dan virus kelelawar Australia.
Virus menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi. Kemudian, hewan yang terinfeksi bisa menyebarkan virus dengan menggigit hewan lain atau menusia.
Dalam kasus yang jarang, rabies dapat menyebar ketika air liur yang terinfeksi masuk ke luka terbuka atau selaput lendir, seperti mulut atau mata. Ini bisa terjadi jika hewan yang terinfeksi menjilat luka terbuka di kulit kita, dilansir Mayo Clinic.
Setiap mamalia dapat menyebarkan virus rabies. Hewan yang paling mungkin menyebarkan virus rabies ke manusia antara lain:
Hewan peliharaan dan hewan ternak:
- Kucing
- Sapi
- Anjing
- Musang
- Kambing
- Kuda
Hewan liar:
- Kelelawar
- Berang-berang
- Anjing hutan (coyote)
- Rubah
- Monyet
- Rakun
- Sigung
- Marmot tanah (woodchuk atau groundhog)
Dalam kasus yang sangat jarang, virus telah menyebar ke jaringan dan penerima transplantasi organ dari organ yang terinfeksi.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kita terkena rabies antara lain:
- Melakukan perjalanan atau hidup di negara berkembang di mana rabies umum terjadi.
- Melakukan aktivitas yang meningkatkan kemungkinan kita bersentuhan dengan hewan liar yang mungkin mengidap rabies, seperti menjelajahi gua tempat kelelawar tinggal atau berkemah tanpa melakukan tindakan pencegahan untuk menjauhkan hewan liar.
- Bekerja sebagai dokter hewan.
- Bekerja di laboratorium dengan virus rabies.
- Luka di kepala atau leher, yang dapat membantu virus rabies menyebar ke otak lebih cepat.
2. Gejala
Dijelaskan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setelah terpapar rabies, virus rabies harus melakukan perjalanan ke otak sebelum bisa menimbulkan gejala. Waktu antara paparan dan kemunculan gejala adalah masa inkubasi. Ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Masa inkubasi dapat bervariasi berdasarkan:
- Lokasi tempat paparan atau gigitan (seberapa jauh dari otak).
- Jenis virus rabies.
- Imunitas yang dimiliki.
Gejala pertama rabies mungkin mirip flu, termasuk kelemahan atau rasa tidak nyaman, demam, atau sakit kepala. Mungkin juga ada rasa tidak nyaman, tusukan, atau sensasi gatal di tempat gigitan. Gejala ini dapat berlangsung selama berhari-hari.
Gejala kemudian berkembang menjadi disfungsi serebral, kecemasan, kebingungan, dan agitasi. Seiring perkembangan penyakit, penderitanya mungkin mengalami delirium, perilaku abnormal, halusinasi, hidrofobia (takut air), dan insomnia.
Periode akut penyakit biasanya berakhir setelah 2–10 hari. Begitu tanda-tanda klinis rabies muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal, dan pengobatan biasanya bersifat suportif. Kurang dari 20 kasus kelangsungan hidup manusia dari rabies klinis telah didokumentasikan. Hanya sedikit yang selamat yang tidak memiliki riwayat profilaksis sebelum atau sesudah pajanan.
Tanda, gejala, dan dampak rabies pada hewan dapat bervariasi. Gejala pada hewan sering kali mirip dengan yang terjadi pada manusia. Ini termasuk gejala non spesifik awal, gejala neurologis akut, dan akhirnya kematian.
3. Diagnosis
Tidak seperti kebanyakan penyakit, kita tidak boleh menunggu gejala untuk mendiagnosis rabies. Kalau kamu baru digigit atau dicakar oleh hewan liar atau hewan peliharaan yang mungkin memiliki rabies, segera cari bantuan medis. Tenaga kesehatan akan memeriksa luka dan mengajukan pertanyaan untuk menentukan apakah kita perlu dirawat karena rabies.
Pengujian tanda-tanda rabies juga bisa dilakukan. Dipaparkan dalam laman Cleveland Clinic, dokter mungkin menanyakan ini:
- Bagaimana kita bisa terluka atau tergigit.
- Hewan apa yang mencakar atau menggigit.
- Apakah mereka bisa menguji atau memeriksa hewan tersebut.
Jika hewan tersebut terkena rabies, tanda-tandanya akan diawasi atau diuji, jika memungkinkan. Biasanya hewan akan "ditidurkan" (dibunuh secara manusiawi) untuk mengujinya.
Tes yang akan dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini antara lain:
- Tes air liur: Kita akan meludah ke dalam tabung. Sampelnya akan dikirim ke laboratorium untuk mencari tanda-tanda rabies.
- Biopsi kulit: Dokter akan mengambil sampel kecil kulit dari bagian belakang leher. Sampel kulit akan dikirim ke laboratorium untuk mencari tanda-tanda rabies.
- Tes cairan serebrospinal (pungsi lumbal): Dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil cairan serebrospinal dari punggung bawah. Sampel ini akan dikirim ke laboratorium untuk mencari tanda-tanda rabies.
- Tes darah: Dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil darah dari lengan. Darah akan dikirim ke laboratorium untuk mencari tanda-tanda rabies.
- MRI: Kita akan berbaring di mesin yang memotret otak. Dokter akan menggunakan gambar untuk membantu menentukan apa yang menyebabkan gejala.
4. Komplikasi yang bisa terjadi
Menurut laporan dalan publikasi StatPearls, berikut ini berbagai komplikasi rabies yang bisa terjadi pada manusia:
- Kejang.
- Fasikulasi (adalah kedutan otot individu yang terlihat dan tidak disengaja).
- Psikosis (gangguan mental yang menyebabkan seseorang memandang atau menginterpretasikan sesuatu secara berbeda dari orang-orang di sekitarnya).
- Afasia (kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara karena penyakit, cacat, atau cedera pada otak).
- Ketidakstabilan otonom (terjadi ketika sistem saraf otonom, yang mengontrol fungsi yang bertanggung jawab untuk kesejahteraan dan menjaga keseimbangan, tidak diatur dengan benar).
- Paralisis (kelumpuhan).
- Koma.
- Kematian.
5. Penanganan
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), jika kamu digigit atau dicakar hewan yang mungkin memiliki rabies, atau jiwa hewan tersebut menjilat luka terbuka yang kamu punya, kamu harus segera mencuci luka tersebut selama 15 menit dengan air sabun, povidone iodine, atau detergen. Ini mungkin meminimalkan jumlah partikel virus. Kemudian, segera cari pertolongan medis.
Setelah paparan dan sebelum gejala dimulai, serangkaian injeksi dapat mengobati potensi infeksi rabies. Karena dokter biasanya tidak mengetahui apakah hewan tersebut mengidap rabies, lebih aman untuk berasumsi bahwa hewan tersebut memiliki virus tersebut dan memulai vaksinasi.
Sejumlah kecil orang selamat dari rabies, tetapi sebagian besar kasus berakibat fatal setelah gejala berkembang, dan tidak ada pengobatan yang efektif pada tahap ini. Alih-alih, profesional perawatan kesehatan biasanya akan mencoba dan membuat seseorang dengan gejala senyaman mungkin. Orang-orang ini mungkin juga membutuhkan bantuan pernapasan.
Vaksin rabies
Dokter tidak memberikan vaksin rabies secara rutin. Mereka menyimpannya untuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, seperti staf laboratorium yang bekerja dengan virus penyebab penyakit, dokter hewan, dan orang yang kemungkinan besar terkena gigitan hewan. Orang-orang ini mungkin menerima vaksinasi rutin.
Orang lain mungkin menerima vaksin setelah terpapar virus setelah gigitan hewan. Ini disebut profilaksis pasca pajanan.
Vaksin rabies mengandung versi virus rabies yang tidak aktif atau tidak berbahaya, sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit. Ini memicu respons kekebalan untuk menghasilkan antibodi, yang tetap berada di dalam tubuh dan membantu melindungi dari infeksi rabies di masa depan.
Dokter memberikan vaksin rabies ke lengan atas. Perlindungan pra pajanan membutuhkan tiga dosis vaksin rabies selama 28 hari.
Untuk perlindungan pasca pajanan, orang yang sebelumnya tidak divaksinasi memerlukan empat dosis vaksin rabies, ditambah rabies immune globulin (RIG). Dokter memberikan RIG sesegera mungkin, di dekat luka gigitan, untuk mencegah virus menyebabkan infeksi pada individu tersebut. Ada berbagai cara untuk mencapai hal ini tergantung pada penjadwalan dan frekuensi vaksin.
6. Pencegahan
Dilansir Mayo Clinic, berikut ini beberapa langkah untuk mengurangi risiko kontak dengan hewan yang memiliki rabies:
- Vaksinasi hewan peliharaan kamu. Kucing, anjing, dan musang dapat divaksinasi rabies. Tanyakan kepada dokter hewan seberapa sering hewan peliharaan harus divaksinasi.
- Jaga hewan di area terbatas. Jaga hewan peliharaan di dalam rumah dan awasi mereka saat berada di luar. Ini akan membantu mencegah hewan peliharaan bersentuhan dengan hewan liar.
- Lindungi hewan peliharaan kecil dari predator. Pelihara kelinci dan hewan peliharaan kecil lainnya, seperti marmut, di dalam rumah atau di kandang yang terlindung agar aman dari hewan liar. Hewan peliharaan kecil ini tidak dapat divaksinasi rabies.
- Laporkan hewan liar ke pihak berwenang setempat. Hubungi petugas kontrol hewan setempat atau penegak hukum setempat lainnya untuk melaporkan anjing dan kucing liar.
- Jangan mendekati hewan liar. Hewan liar dengan rabies mungkin tampak tidak takut pada manusia. Tidak normal bagi hewan liar untuk bersahabat dengan manusia, jadi jauhi hewan apa pun yang tampaknya tidak takut.
- Jauhkan kelelawar dari rumah. Tutup semua celah dan celah tempat kelelawar bisa masuk ke rumah. Jika ada kelelawar di rumah, bekerjalah dengan ahli setempat untuk menemukan cara mengusir kelelawar.
- Pertimbangkan vaksin rabies jika kamu bepergian atau sering berada di sekitar hewan yang mungkin mengidap rabies. Jika kamu bepergian ke negara di mana rabies umum terjadi dan kamu akan berada di sana untuk waktu yang lama, tanyakan kepada dokter apakah kamu harus menerima vaksin rabies. Ini termasuk bepergian ke daerah terpencil di mana perawatan medis sulit ditemukan.
Jika kamu bekerja sebagai dokter hewan atau bekerja di laboratorium dengan virus rabies, dapatkan vaksin rabies.
adalah penyakit serius yang hampir selalu berakibat fatal. Untungnya, penyakit ini sepenuhnya dapat dicegah jika penderitanya segera dirawat. Kalau kamu pernah digigit atau dicakar binatang atau khawatir kamu terpapar rabies, segera cari perhatian medis.
Sumber : idntimes.com
Apakah Pizza Menyehatkan atau Termasuk Junk Food?
Siapa yang doyan pizza? Salah satu makanan populer di dunia ini disukai banyak orang karena mengandung keju dan bisa dikreasikan dengan berbagai topping.
Namun, apakah pizza menyehatkan? Banyak ahli mengategorikannya sebagai junk food atau makanan cepat saji. Namun, beberapa mengatakan bahwa ini bisa tergantung pada porsi yang kamu makan, saus, dan topping yang digunakan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membuat pizza dianggap bukan makanan yang menyehatkan.
1. Kadar lemak jahat yang tinggi
Pizza bisa mengandung lemak jahat dalam jumlah banyak. Ini bisa menjadi masalah besar bagi kesehatan, terutama jika kamu sering mengonsumsinya.
Menurut buku Low Carb, High Fat Food Revolution: Advice and Recipes to Improve Your Health and Reduce Your Weight, sang penulis, Andreas Eenfeldt, yang merupakan ahli nutrisi asal Swedia menuliskan bahwa pizza adalah makanan yang tinggi akan lemak jenuh dan kolesterol tinggi, terutama jika menggunakan topping daging.
Misalnya, kalau kamu mengonsumsi pizza dengan topping daging sapi atau domba, maka kandungan lemaknya bisa mencapai 70–80 persen dari total kalori yang dikonsumsi.
2. Pizza memiliki kandungan kalori raksasa
Pizza juga bisa mengandung kalori dalam jumlah besar. Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA) satu irisan (107 gram) pizza keju reguler dari restoran cepat saji standar:
- Kalori: 285
- Lemak: 10,4 gram
- Natrium: 640 mg
- Karbohidrat: 35,6 gram
- Serat: 2,5 gram
- Gula: 3,8 gram
- Protein: 12,2 gram
Tingginya kandungan kalori pizza datang dari bahan-bahan pembuatnya, seperti keju, saus tomat, dan daging. Maka dari itu, kalau kamu mengonsumsi pizza secara berlebihan, misalnya menghabiskan ukuran besar pizza sekali makan, ada risiko penambahan berat badan dan obesitas.
3. Rendah serat
Di balik kenikmatan pizza, ternyata hidangan ini memiliki kandungan serat yang rendah. Adonan pizza biasanya dibuat dari tepung putih atau tepung rafinasi atau olahan (telah melalui proses pengolahan yang sangat panjang). Ini mengurangi jumlah serat, vitamin, dan mineral dalam tepung, membuatnya kurang bergizi.
Kekurangan serat akan berdampak negatif pada masalah pencernaan seperti sembelit, dan beragam masalah kesehatan lainnya.
Dietary Guidelines for Americans tahun 2010 merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi biji-bijian rafinasi dan mendapatkan setidaknya setengah dari porsi biji-bijian setiap hari dari biji-bijian utuh.
Makan biji-bijian olahan, seperti yang ditemukan dalam pizza, meningkatkan risiko timbunan lemak perut, termasuk jenis lemak perut yang lebih berisiko yang disebut lemak perut viseral, menurut sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010. Lemak perut viseral meningkat risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker payudara, menurut Harvard Medical School.
4. Tinggi kandungan garam
Pizza bisa mengandung garam dalam jumlah banyak. Studi dalam International Journal of Obesity tahun 2003 menyatakan bahwa konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
Satu porsi pizza bisa mengandung hingga 1.500 mg natrium, itu lebih dari setengah asupan natrium harian yang disarankan oleh American Heart Association. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi pizza dan memilih alternatif makanan yang lebih sehat dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
5. Kandungan nutrisinya mungkin saja rendah
Terutama buatan restoran cepat saji, kandungan nutrisi pizza yang dijual bisa saja rendah dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita sehari-hari.
Banyak topping pizza tidak mengandung sayuran, terutama di restoran cepat saji. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa pizza memiliki sedikit kandungan serat, vitamin, dan mineral yang sangat diperlukan tubuh.
Jadi, meskipun pizza bisa menjadi pilihan yang lezat dan praktis di saat-saat tertentu, tetap penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan tetap menjaga pola makan yang seimbang dan sehat.
Meskipun beberapa orang menganggap pizza sebagai makanan sehat, tetapi banyak ahli yang menganggapnya sebagai junk food. Ini bisa tergantung pada bahan dan topping yang dipakai. Jadi, bijaklah dalam mengonsumsinya dan kalau memungkinkan pilihlah pizza dengan topping sayuran. Atau, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang lebih sehat.
Sumber : idntimes.com
Gejala Thalasemia yang Bisa Muncul dan Harus Diwaspadai
Thalasemia merupakan salah satu bentuk kelainan darah yang diturunkan melalui genetik. Pada level ringan, penderita thalasemia tidak selalu membutuhkan perawatan intensif. Namun, jika kondisinya memburuk atau mengalami gangguan kesehatan lebih serius, maka transfusi darah secara teratur sangat diperlukan.
Tanda thalasemia sedang dan berat biasanya diidentifikasi sedari masa anak-anak. Sementara, gejala tingkat ringan bisa jadi muncul dan disalahartikan sebagai anemia biasa. Lantas, seperti apa gejala thalasemia?
Gejala thalasemia
Thalasemia terjadi ketika tubuh tidak cukup dalam memproduksi protein hemoglobin. Akibatnya, sel darah merah tidak berfungsi dengan baik sehingga jumlah oksigen yang dihasilkan tidak cukup untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Seperti disebutkan sebelumnya, thalasemia merupakan kelainan yang diwariskan dari gen. Oleh sebab itu, gejala bisa muncul sejak bayi lahir dan berkembang selama 2 tahun pertama kehidupan, melansir Mayo Clinic. Di samping itu, gejala thalasemia yang muncul mungkin bergantung pada jenis yang dialami.
1. Tanpa gejala
Thalasemia mungkin tidak menimbulkan gejala alias asimtomatik, melansir Cleveland Clinic. Hal ini kerap terjadi ketika pasien hanya kehilangan satu gen alfa. Namun, meski tidak menunjukkan tanda atau gejala, penderita thalasemia ini tetap dapat menurunkannya kepada keturunannya.
2. Anemia
Thalasemia merupakan gangguan kesehatan yang memengaruhi darah. Ketika hemoglobin tidak mencukupi, sel darah merah tidak berfungsi dengan baik dan hanya bertahan dalam waktu lebih singkat. Hal tersebut bisa mengganggu peredaran oksigen ke seluruh tubuh sehingga memicu anemia.
Beberapa gejala anemia termasuk kelelahan, rasa lemah, detak jantung cepat, hingga kesulitan konsentrasi, melansir WebMD. Pada penyintas thalasemia, gejala anemia bisa muncul dalam bentuk ringan hingga berat.
3. Masalah pertumbuhan
Masalah pertumbuhan bisa jadi gejala thalasemia level sedang. Mayo Clinic menjelaskan bahwa hal ini dapat memperlambat fase pertumbuhan anak-anak sehingga pubertas pun tertunda.
Sebuah studi dalam Mediterranean Journal of Hematolofy and Infectious Disease menyebutkan anak dengan thalasemia memiliki pola pertumbuhan tertentu. Percepatan pertumbuhan relatif normal hingga usia 9-10 tahun. Setelah usia tersebut, fusi lempeng pertumbuhan tertunda sampai akhir dekade kedua kehidupan.
4. Warna urine yang tidak normal
Salah satu gejala yang muncul saat seseorang terkena thalasemia adalah berubahnya warna urine menjadi lebih gelap. Meski hal ini bisa juga menandakan dehidrasi, tetapi perlu diwaspadai pula sebagai tanda thalasemia.
Dilansir Cooley's Anemia Foundation, urine berwarna kuning gelap hingga cokelat muda pada pasien thalasemia berasal dari bilirubin sel darah merah yang terpecah. Kondisi ini sering dijumpai pada thalasemia jenis intermedia (thalasemia yang tidak bergantung pada transfusi) atau pada pasien yang belum melakukan transfusi darah lanjutan.
5. Munculnya penyakit kuning
Gejala penyakit kuning bisa terjadi pada penderita thalasemia mayor. Kondisi tersebut terjadi karena mutasi homozigot (beta-zero thalassemia) dari gen beta-globin. Akhirnya, mengakibatkan tidak adanya rantai beta sama sekali dan bermanifestasi secara klinis sebagai penyakit kuning, melansir publikasi dalam StatPearls dari National Library of Medicine.
Kondisi ini bisa muncul dalam 2 tahun pertama kehidupan. Dilansir MedlinePlus, gejala anemia parah hingga penyakit kuning yang terjadi pada anak-anak pun dapat mengancam jiwa.
6. Timbulnya masalah tulang
Pada kasus thalasemia berat, beberapa komplikasi mungkin terjadi. Salah satu yang bisa muncul yakni deformitas tulang. Hal tersebut terjadi ketika thalasemia membuat sumsum tulang membesar dan mengakibatkan tulang melebar.
Akibatnya, struktur tulang pun menjadi tidak normal. Terlebih di bagian wajah dan tengkorak. Ekspansi sumsum tulang yang tidak normal juga membuat tulang tipis dan rapuh sehingga meningkatkan risiko patah tulang, melansir Mayo Clinic.
7. Kulit terlihat pucat
Anemia yang terjadi pada pasien thalasemia dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Selain mengubah warna urine, anemia juga memicu kulit pucat. Gejala thalasemia ini dapat muncul pada penderita thalasemia beta.
Alasannya, kadar hemoglobin rendah memicu pengurangan kadar oksigen dalam tubuh. Ketika kekurangan sel darah merah (anemia), tubuh pun menjadi lebih pucat, mengalami kelemahan, dan berisiko tinggi mengalami pembekuan darah abnormal, melansir MedlinePlus.
Gejala thalasemia dapat muncul lebih kompleks. Jika mengalaminya, segera dapatkan bantuan medis untuk mendapatkan perawatan terbaik, ya.
Sumber : idntimes.com
Jenis Gangguan Mental yang Berkaitan Erat dengan Delusi
Delusi merupakan kondisi medis yang dialami seseorang ketika ia tidak lagi dapat membedakan mana kenyataan dan khayalan. Orang-orang yang mengalami kondisi ini tidak lagi mampu memisahkan realita dengan alam pikirannya. Mereka kerap mengalami rangsangan indra yang dianggap ada dan nyata meskipun sebenarnya objek tersebut tidak ada.
Penderita dengan delusi dan halusinasi biasanya akan mengaku dan menganggap apa yang ia lihat, dengar, rasakan, dan alami, merupakan hal yang betul-betul nyata secara lahiriah atau fisik. Menurut laporan di laman National Library of Medicine, kondisi delusi sebetulnya termasuk kasus yang sangat jarang terjadi. Namun, dengan persentase yang sedikit, gangguan delusi bisa menetap seumur hidup penderita.
Nah, rupanya ada beberapa jenis gangguan mental yang sangat berkaitan erat dengan kondisi delusi dan halusinasi. Apa saja, ya?
1. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang membutuhkan penanganan medis. Kondisi ini akan membuat penderitanya sangat tidak nyaman karena tidak bisa membedakan hal yang nyata atau tidak. Dilansir Mayo Clinic, penderita skizofrenia kerap mengalami delusi sebagai gejala utamanya.
Penderita akan merasa betul-betul mengalami sesuatu yang dianggap nyata, padahal semua pengalamannya merupakan imajinasi atau khayalan yang ada di alam pikirannya sendiri. Selain delusi, orang dengan skizofrenia akan mengalami halusinasi dan mungkin pada satu titik, mereka bisa melakukan hal-hal di luar kewajaran, misalnya bunuh diri.
Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu yang lama dan bahkan seumur hidup. Kondisi ini bisa disembuhkan, tapi memang sangat sulit dan mungkin pengobatan hanya bersifat untuk mengendalikan atau menekan gejala pada penderita.
2. Demensia
Dilansir Alzheimer's Society, penderita demensia juga akan bersinggungan dengan kondisi delusi dan halusinasi. Demensia sendiri merupakan kondisi medis yang mengakibatkan penurunan cara berpikir bagi penderitanya. Pada umumnya, pasien demensia akan mudah pikun, berdelusi, dan memasuki kondisi yang mengubah perilaku mereka.
Demensia sendiri merupakan penyakit yang menjadi bagian dari alzheimer dan biasanya menyerang orang-orang yang memasuki masa senja. Namun, di sisi lain, demensia juga bisa disebabkan oleh hal-hal di luar alzheimer, misalnya tumor otak, cedera kepala, efek samping pengobatan, dan kelainan metabolisme pada tubuh manusia.
3. Bipolar
Gangguan delusi dan halusinasi bisa terjadi pada orang-orang yang mengidap bipolar, seperti dijelaskan dalam laman Healthline. Nah, bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang merujuk pada perubahan suasana hati dan pikiran secara mendadak. Orang yang mengidap bipolar biasanya akan merasa senang sekali, tapi tiba-tiba mendadak bersedih tanpa sebab yang jelas.
Sayangnya, bipolar bisa saja dialami seumur hidup oleh penderitanya yang tentu saja dapat sangat mengganggu. Bahkan, kondisi ini juga bisa mengganggu hubungan atau interaksi antara penderita dengan orang lain. Nah, pemeriksaan dan diagnosis sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah medis apa yang akan ditempuh ke depannya.
Dengan perawatan dan pola hidup yang baik, penderita gangguan mental bisa memiliki kualitas hidup yang sama baiknya dengan orang lain pada umumnya. Kuncinya ada di diri pasien itu sendiri beserta keluarga, yakni memberanikan diri untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri pada ahli medis profesional.
Sumber : idntimes.com
Resistansi 5 Hormon Ini Bisa Berkontribusi terhadap Obesitas
Hormon adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar dengan sekresi internal. Fungsinya adalah untuk membawa sinyal melalui darah ke organ target di dalam tubuh. Pola makan dan pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan resistansi hormon.
Resistansi hormon adalah masalah yang terkait dengan hormon. Resistansi hormon bisa menyebabkan obesitas, salah satu masalah kesehatan yang meningkatkan risiko berbagai macam seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan masih banyak lagi.
Tidak semua jenis hormon apabila mengalami resistansi bisa menyebabkan obesitas. Setidaknya ada lima yang tercatat. Apa saja lima hormon yang jika mengalami resistansi bisa berkontribusi terhadap obesitas? Cek daftarnya di bawah ini!
1. Insulin
Dilansir Scripps Health, insulin adalah hormon metabolisme yang dibuat oleh organ pankreas. Hormon ini memiliki peran memberi tahu sel-sel dalam tubuh bahwa bahan bakar dalam bentuk gula darah atau glukosa tersedia untuk segera digunakan.
Dalam beberapa kasus karena berbagai alasan, sel-sel tubuh tidak merespons insulin sebagaimana mestinya dan tidak dapat dengan mudah mengambil gula dari darah. Akhirnya, pankreas bereaksi dengan memproduksi lebih banyak insulin untuk mempertahankan kadar gula darah yang lebih tinggi.
Jika sel tubuh menjadi terlalu resistan terhadap insulin, hal itu dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang bisa menyebabkan penambahan berat badan dan berujung pada obesitas. Menurunkan berat badan dengan resistansi insulin lebih sulit karena tubuh menyimpan kelebihan gula darah sebagai lemak.
Saat mengalami resistansi insulin, terjadi gangguan pada proses glikolisis yang mana pankreas tetap memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak menyerap glukosa sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan penumpukan glukosa di dalam darah, sehingga membuat kadar glukosa tubuh berada di atas normal.
Tanda dari resistansi insulin antara lain yaitu kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, tingkat trigliserida tinggi (sejenis lemak darah), LDL (kolesterol jahat) tinggi, dan HDL (kolesterol baik) rendah. Gejala resistansi insulin berhubungan dengan kadar glukosa darah yang tinggi, seperti meningkatnya rasa lapar.
Insulin membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Caranya dengan memberi sinyal pada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen (gula otot) di sel otot, trigliserida di sel lemak, dan keduanya di sel hati.
Pola makan tinggi karbohidrat dan lemak jenuh adalah penyebab obesitas. Obat-obatan tertentu dan kondisi genetik juga merupakan kontributor lain. Faktor penting lainnya yaitu kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik rutin penting dalam membantu metabolisme normal tubuh yang secara tidak langsung mampu mencegah terjadinya keadaan patologis terkait obesitas.
2. Leptin
Mengutip Cleveland Clinic, leptin adalah hormon yang dilepaskan oleh jaringan adiposa (lemak tubuh). Tugasnya membantu tubuh untuk mempertahankan berat badan normal dalam jangka panjang dengan cara mengatur rasa lapar dengan memberikan sensasi kenyang.
Leptin terutama bekerja pada batang otak dan hipotalamus untuk mengatur rasa lapar dan keseimbangan energi. Leptin juga bertindak untuk mengubah asupan makanan dan mengontrol pengeluaran energi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu menjaga berat badan.
Jika leptin mengalami resistansi, otak tidak bisa merespons leptin seperti biasanya. Karena terus-menerus dirangsang oleh leptin, perut tidak akan merasa kenyang. Ini menyebabkan kita ingin makan lebih banyak meskipun tubuh memiliki simpanan lemak yang cukup.
Resistansi leptin selanjutnya berkontribusi pada obesitas dan menyebabkan penambahan berat badan dalam bentuk penyimpanan lemak, karena merangsang rasa lapar dan menurunkan metabolisme.
Resistansi leptin mengakibatkan penurunan kemampuan leptin untuk menekan nafsu makan atau meningkatkan penggunaan energi tubuh. Oleh karena itu, gejala utama resistansi leptin adalah rasa lapar yang terus-menerus dan peningkatan asupan makanan.
Tanpa leptin, tubuh mengira tidak memiliki lemak tubuh yang kemudian akan menandakan rasa lapar dan akhirnya mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.
Resistansi leptin juga menyebabkan hiperinsulinemia (produksi insulin berlebih) dan dislipidemia (ketidakseimbangan lipid, termasuk kolesterol dan trigliserida). Keduanya berkontribusi terhadap obesitas.
3. Estrogen
Dilansir Healthline, estrogen adalah hormon seks yang bertanggung jawab untuk mengatur sistem reproduksi perempuan, sistem kekebalan tubuh, kerangka, dan pembuluh darah. Tingkat perubahan hormon ini berubah selama tahap kehidupan, seperti saat kehamilan, menyusui, menopause, serta sepanjang siklus menstruasi.
Keadaan hormon estrogen yang tidak normal, yaitu rendah, dapat memengaruhi berat badan dan lemak tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis. Individu dengan kadar estrogen rendah sering mengalami obesitas sentral, yaitu penumpukan lemak di sekitar batang tubuh. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Tingkat estrogen yang rendah membuat tubuh merasa kurang mampu untuk berolahraga. Sebagian besar penyebab obesitas yaitu karena kurangnya aktivitas fisik. Baik kadar hormon seks estrogen yang tinggi maupun rendah dapat menyebabkan penambahan berat badan dan pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit.
4. Tiroid
Mengutip laporan dari The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tahun 2010, gangguan hormon tiroid dikaitkan dengan pengeluaran energi total, perubahan berat badan yang signifikan, serta merupakan faktor risiko obesitas.
Resistansi hormon tiroid yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gangguan tersebut memicu kenaikan berat badan. Gejalanya termasuk sering merasa dingin dan mudah depresi Gangguan ini bisa menyebabkan masalah dengan berat badan, karena bisa memicu kenaikan berat badan yang sangat signifikan.
Ketika kelenjar tiroid tidak cukup menghasilkan hormon tiroid bagi tubuh, ini akan membuat proses metabolisme tubuh menjadi rendah. Akibatnya, terjadi kenaikan berat badan yang bisa berujung pada obesitas.
Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan karena kinerja kelenjar hormon tiroid berkaitan erat dengan hormon estrogen (yang resistansinya merupakan penyebab obesitas).
5. Kortisol
Dikutip dari Bon Secours, kortisol dapat menjadi hormon yang penting dan bermanfaat jika jumlahnya tepat. Hormon tersebut mengurangi peradangan, membantu membakar lemak menjadi energi, menstabilkan kadar gula darah, mengurangi nafsu makan, bahkan membantu kita bangun dengan perasaan segar pada pagi hari.
Namun, apabila terjadi resistansi hormon kortisol, ini bisa menyebabkan penambahan berat badan. Karena kadar kortisol yang tinggi mengalir melalui aliran darah, hormon tersebut meningkatkan nafsu makan, menyebabkan resistansi insulin, dan memperlambat metabolisme.
Dalam kondisi ketika kadar kortisol berlebihan, tubuh akan menyimpan banyak lemak. Hal ini bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas. Apabila dibiarkan, obesitas bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.
Resistansi lima hormon yang disebutkan di atas bisa menyebabkan obesitas dengan caranya masing-masing. Pola makan dan pola hidup yang sehat membantu mencegah resistansi kelima hormon tersebut.
Sumber : idntimes.com
Hipertensi Sekunder: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Tekanan darah tinggi atau hipertensi diklasifikasikan sebagai "esensial" (primer) dan sekunder. Hipertensi primer tidak memiliki penyebab yang jelas. Mungkin karena faktor seperti riwayat keluarga atau gaya hidup. Kebanyakan orang dengan hipertensi memiliki hipertensi primer.
Sementara itu, hipertensi sekunder terjadi sebagai akibat dari beberapa kondisi medis lain. Hipertensi sekunder diperkirakan dialami sekitar 10 persen orang dengan hipertensi, membuatnya menjadi kondisi yang kurang umum, mengutip WebMD.
1. Penyebab
Mengutip Mayo Clinic, banyak penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder. Beberapa penyakit ginjal dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:
- Komplikasi diabetes (nefropati diabetik): Diabetes dapat merusak sistem penyaringan ginjal, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
- Penyakit ginjal polikistik: Kista di ginjal mencegah ginjal bekerja secara sebagaimana mestinya dan dapat meningkatkan tekanan darah.
- Penyakit glomerulus: Ginjal menyaring limbah dan natrium menggunakan filter mikroskopis (glomeruli) yang kadang bisa menjadi bengkak. Jika glomeruli yang bengkak tidak mampu bekerja secara normal, seseorang mungkin mengalami tekanan darah tinggi.
- Hipertensi renovaskular: Jenis tekanan darah tinggi ini disebabkan oleh penyempitan (stenosis) salah satu atau kedua arteri yang menuju ke ginjal. Kondisi ini sering disebabkan oleh jenis plak lemak yang sama yang dapat merusak arteri koroner (aterosklerosis), atau kondisi terpisah saat otot dan jaringan fibrosa dari dinding arteri ginjal menebal dan mengeras menjadi cincin (displasia fibromuskular).
Kondisi medis yang memengaruhi kadar hormon juga dapat menyebabkan hipertensi sekunder. Ini dapat meliputi:
- Aldosteronisme: Kelenjar adrenal menghasilkan terlalu banyak hormon aldosteron. Ini membuat ginjal menahan garam dan cairan dan kehilangan terlalu banyak potasium, yang meningkatkan tekanan darah.
- Sindrom Cushing: Dalam kondisi ini, obat kortikosteroid dapat menyebabkan hipertensi sekunder, atau hipertensi dapat disebabkan oleh tumor hipofisis atau faktor lain yang menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi terlalu banyak hormon kortisol.
- Masalah tiroid: Ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid (hipotiroidisme) atau memproduksi terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme), tekanan darah tinggi dapat terjadi.
- Feokromositoma: Tumor langka biasanya ditemukan di kelenjar adrenal ini menghasilkan terlalu banyak hormon adrenalin dan noradrenalin, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jangka panjang atau lonjakan tekanan darah jangka pendek.
- Hiperparatiroidisme: Kelenjar paratiroid mengontrol kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh. Jika kelenjar melepaskan terlalu banyak hormon paratiroid, jumlah kalsium dalam darah meningkat, yang mana ini memicu peningkatan tekanan darah.
Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan hipertensi sekunder termasuk:
- Koarktasio aorta: Dalam kondisi ini, sejak lahir, arteri utama tubuh (aorta) menyempit (koarktasio). Ini memaksa jantung untuk memompa lebih keras untuk mendapatkan darah melalui aorta dan ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah meningkat, terutama di lengan.
- Sleep apnea: Kondisi ini sering ditandai dengan dengkuran yang parah, pernapasan berulang kali berhenti dan dimulai saat tidur, menyebabkan seseorang tidak mendapat cukup oksigen. Tidak mendapatkan cukup oksigen dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah yang dapat mempersulitnya untuk mengontrol tekanan darah. Selain itu, sleep apnea menyebabkan bagian dari sistem saraf menjadi terlalu aktif dan melepaskan bahan kimia tertentu yang meningkatkan tekanan darah.
- Obesitas: Saat kelebihan berat badan, jumlah darah yang mengalir melalui tubuh meningkat. Ini memberi tekanan tambahan pada dinding arteri sehingga meningkatkan tekanan darah. Kelebihan berat badan juga meningkatkan detak jantung dan mempersulit pembuluh darah untuk mengalirkan darah. Selain itu, timbunan lemak dapat melepaskan zat kimia yang meningkatkan tekanan darah.
- Kehamilan: Kehamilan dapat memperburuk tekanan darah tinggi yang ada atau menyebabkan berkembangnya tekanan darah tinggi (preeklamsia).
- Obat-obatan dan suplemen: Berbagai obat resep. seperti pereda nyeri, pil KB, antidepresan, dan obat yang digunakan setelah transplantasi organ dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi pada beberapa orang. Dekongestan yang dijual bebas dan suplemen herbal tertentu (termasuk ginseng, licorice, dan ma-huang), mungkin memiliki efek yang sama. Banyak obat-obatan terlarang, seperti kokain dan metamfetamin, juga meningkatkan tekanan darah.
Faktor risiko terbesar untuk mengembangkan hipertensi sekunder adalah memiliki kondisi medis yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, seperti masalah pada ginjal, arteri, jantung, atau masalah sistem endokrin.
2. Gejala
Gejala hipertensi sekunder dapat bervariasi tergantung pada jenis kondisi atau penyakit yang bekerja dalam kombinasi dengan tekanan darah tinggi. Selain itu, mungkin ada kesulitan dalam mengendalikan tekanan darah tinggi hanya dengan menggunakan satu atau dua obat. American Heart Association mendefinisikan tekanan darah tinggi sebagai pembacaan tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Layaknya hipertensi primer, hipertensi sekunder biasanya tidak memiliki tanda atau gejala khusus, bahkan jika tekanan darah telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Apabila kamu telah didiagnosis dengan hipertensi, memiliki salah satu dari tanda-tanda di bawah ini mungkin berarti kamu memiliki hipertensi sekunder.
- Tekanan darah tinggi yang tidak merespons obat tekanan darah (hipertensi resisten).
- Tekanan darah sangat tinggi (tekanan darah sistolik lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 120 mmHg).
- Tekanan darah tinggi yang tidak lagi merespons obat yang sebelumnya mengontrol tekanan darah.
- Tekanan darah tinggi yang tiba-tiba muncul sebelum usia 30 atau setelah usia 55 tahun.
- Tidak ada riwayat hipertensi dalam keluarga.
- Tidak mengalami obesitas.
3. Diagnosis
Mengutip Cleveland Clinic, karena hipertensi sekunder secara relatif jarang, dan skrining penyebabnya bisa mahal dan memakan waktu, tidak setiap pasien dengan tekanan darah tinggi akan dites untuk kondisi tersebut. Dokter akan menguji pasien apabila ada kecurigaan kuat akan kondisi tertentu.
Ada beberapa faktor yang membantu apakah seseorang harus diskrining untuk hipertensi sekunder, yang meliputi:
- Pasien usia di bawah 30 tahun yang memiliki tekanan darah tinggi tanpa ada riwayat kondisi ini dalam keluarga atau faktor risiko hipertensi lainnya.
- Pasien dengan hipertensi persisten yang memiliki tekanan darah tinggi yang belum membaik meskipun pengobatan optimal dengan setidaknya tiga jenis obat tekanan darah.
- Pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan tekanan darah tinggi yang tidak merespons pengobatan dari waktu ke waktu.
- Tanda atau gejala yang menunjukkan kondisi yang mendasarinya.
- Kelainan laboratorium seperti kadar kalium rendah atau kalsium tinggi.
Dokter akan fokus pada gejala yang dan ta kondisi yang mungkin menyebabkan hipertensi sekunder. Tanda fisiknya dapat termasuk:
- Perubahan pada berat badan.
- Penumpukan cairan (pembengkakan).
- Pertumbuhan rambut abnormal.
- Stretch mark di kulit perut.
- Aliran darah yang tidak normal ke ginjal.
Tes darah juga mungkin diperlukan, yang mungkin termasuk:
- Tes kreatinin dan nitrogen urea darah untuk memeriksa fungsi ginjal.
- Kadar kalsium dan kalium dalam darah.
- Tes fungsi tiroid.
Tes pencitraan juga bisa dilakukan untuk melihat ukuran dan struktur organ, misalnya:
- Ultrasound ginjal untuk memeriksa ukuran dan aliran darah.
- CT scan atau MRI untuk memeriksa kelenjar adrenal, atau arteriogram untuk melacak aliran darah ke ginjal.
Tekanan darah juga akan dipantau untuk melihat apakah terjadi penurunan pada titik yang berbeda pada siang hari atau malam hari.
4. Komplikasi yang dapat terjadi
Hipertensi sekunder dapat memperburuk kondisi medis yang mendasari tekanan darah tinggi. Apabila tidak mendapat pengobatan, hipertensi sekunder bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti:
- Aneurisme: Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan menonjol, membentuk aneurisme. Jika pecah, itu bisa mengancam jiwa.
- Kerusakan pada arteri: Ini dapat mengakibatkan pengerasan dan penebalan arteri (aterosklerosis) yang dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, atau komplikasi lainnya.
- Pembuluh darah yang melemah dan menyempit di ginjal: Ini dapat mencegah organ-organ tersebut bekerja dengan baik.
- Gagal jantung: Untuk memompa darah melawan tekanan yang lebih tinggi di pembuluh darah, otot jantung menebal. Akhirnya, otot yang menebal mungkin lebih sulit memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung.
- Sindrom metabolik: Ini adalah sekelompok gangguan metabolisme tubuh, termasuk peningkatan lingkar pinggang, trigliserida tinggi, kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik rendah, tekanan darah tinggi, dan kadar insulin tinggi. Pada orang dengan tekanan darah tinggi, ia cenderung memiliki komponen lain dari sindrom metabolik. Makin banyak komponen yang dimiliki, makin besar risiko terkena diabetes, penyakit jantung, atau stroke.
- Pembuluh darah di mata menebal, menyempit, atau robek: Keadaan ini dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan.
- Masalah dengan memori atau pemahaman: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan belajar. Masalah dengan memori atau pemahaman konsep lebih sering terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi.
5. Penanganan
Penanganan hipertensi sekunder melibatkan pengobatan kondisi medis yang mendasarinya, baik dengan obat-obatan atau operasi. Setelah kondisi yang mendasari ditangani, tekanan darah akan kembali normal.
Pasien mungkin harus terus mengonsumsi obat tekanan darah, dan kondisi medis mendasar apa pun yang dimiliki dapat memengaruhi pengobatan dari dokter.
Obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter meliputi:
- Thiazide diuretic.
- Beta-blocker.
- Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor.
- Angiotensin II receptor blocker.
- Calcium channel blocker.
- Direct renin inhibitor.
Pengobatan untuk hipertensi sekunder terkadang bisa rumit. Seseorang mungkin memerlukan lebih dari satu obat yang dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Kontrol rutin akan diperlukan, misalnya sebulan sekali, sampai tekanan darah terkendali. Dokter juga mungkin menyarankan untuk rutin cek tekanan darah di rumah.
Dokter juga mungkin akan memberikan tips ini agar pengobatan maksimal:
- Makan makanan sehat yang rendah sodium.
- Rutin olahraga.
- Tidak merokok.
- Menjaga berat badan dalam kisaran sehat.
- Membatasi atau menghindari alkohol.
Dalam kasus di mana tumor ditemukan menjadi penyebab hipertensi sekunder, pembedahan mungkin diperlukan. Untuk ketidakseimbangan hormon dan kondisi lain, pengobatan dapat digunakan untuk mengobati hipertensi sekunder.
Beberapa penyebab hipertensi sekunder, seperti tumor atau struktur pembuluh darah yang tidak normal, tidak dapat dicegah. Penyebab lainnya, seperti penggunaan obat atau obesitas, dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan kesadaran akan potensi efek samping obat. Diskusikan efek samping obat dengan dokter. Jangan menghentikan obat apa pun tanpa sepengetahuan dokter.
Hipertensi sekunder memiliki pandangan positif dengan pengobatan. Deteksi dan pengobatan dini dapat membantu meminimalkan kemungkinan kerusakan serius karena kelainan bentuk pembuluh darah atau tumor.
Hipertensi dapat menjadi lebih umum seiring penuaan. Tidak jarang pasien harus terus dirawat karena tekanan darah tinggi, bahkan setelah kondisi penyebab hipertensi sekunder mereka telah diobati.
Sumber : idntimes.com
Manfaat Pil KB Selain Mencegah Kehamilan
Jangan heran kalau dokter meresepkan kontrasepsi oral pada perempuan. Pasalnya, ada manfaat pil KB selain mencegah kehamilan. Yap, obat minum ini juga punya tujuan non-kontrasepsi, lho. Alasannya, pil KB juga dapat mengatasi ketidakseimbangan hormon. Apa saja fungsinya?
Manfaat pil KB selain mencegah kehamilan
Dilansir Cleveland Clinic, pil KB sebagai alat kontrasepsi memiliki efektivitas hingga 99 persen dalam mencegah kehamilan. Dengan catatan, konsumsinya harus secara rutin, ya. Di luar itu, obat ini juga punya manfaat lain hingga 14 persen selain mengontrol kehamilan, melansir WebMD.
Penggunaan pil KB untuk tujuan non-kontrasepsi ini tidak boleh sembarangan, ya. Pasalnya, dalam obat ini mengandung hormon progesteron dan/atau estrogen. Keduanya berfungsi untuk mengontrol hormon yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
1. Meredakan sindrom pra menstruasi (PMS)
Menurut Office on Women's Health, sekitar 90 persen perempuan mengalami gejala sindrom pra menstruasi. Tanda-tanda ini dapat muncul sekitar 1-2 minggu sebelum haid tiba. Adapun tandanya seperti kelelahan, perubahan suasana hati, hingga nyeri payudara.
Gejala tersebut terjadi karena perubahan hormon. Oleh karena pil KB mengandung progesteron dan estrogen, konsumsi obat-obatan ini dengan resep dokter dapat membantu mengurangi fluktuasi hormon yang memicu PMS.
2. Melancarkan siklus menstruasi
Sekali lagi, pil KB dapat membantu menyeimbangkan fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi berlangsung. Oleh karena itu, obat ini mungkin diresepkan pada perempuan yang mengalami pendarahan gak teratur atau terlalu berat hingga PCOS.
Pil KB dapat bekerja dengan beragam cara. Namun, yang paling umum yakni membantu membuat darah menstruasi keluar lebih ringan dan konsisten sesuai waktunya, melansir Healthline.
3. Meringankan gejala endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar lokasi yang seharusnya. Perempuan yang mengalami kondisi ini dapat merasakan kram perut yang menyakitkan saat menstruasi berlangsung.
Meresepkan pil KB memang gak secara langsung menyembuhkan endometriosis. Namun, konsumsi obat sesuai anjuran dokter dapat membantu meringankan rasa sakit dengan menghentikan menstruasinya, melansir WebMD.
4. Membantu meringankan PCOS
Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan kondisi umum yang kerap terjadi pada perempuan muda. PCOS ini umumnya ditandai dengan hormon yang gak seimbang. Lebih lanjut, kondisi ini ditandai dengan ovarium yang menghasilkan testosteron berlebih.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami menstruasi gak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebih, hingga jerawat. Manfaat pil KB selain mencegah kehamilan terkait ini yakni membantu menyeimbangkan hormon sehingga efeknya bisa dikurangi, melansir sumber yang sama.
5. Mengurangi risiko kista ovarium
Kista ovarium adalah kantong kecil berisi cairan yang terbentuk di ovarium selama ovulasi. Kondisi ini gak selalu berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa gak nyaman hingga nyeri. FYI, perempuan dengan PCOS kerap memiliki sejumlah kista kecil di indung telurnya, melansir Healthline.
Pil KB bekerja dengan mencegah ovulasi terjadi. Dengan demikian, konsumsi obat yang sesuai resep dokter dapat mencegah pembentukan kista. Dalam jangka panjang, obat tersebut juga bisa membantu mencegah kista agar tidak tumbuh kembali.
6. Mengurangi risiko kanker rahim
Dalam jangka panjang, manfaat pil KB selain mencegah kehamilan juga mengurangi risiko kanker rahim. Sebuah panduan yang bersumber dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa perempuan yang mengonsumsi pil KB kombinasi, 50 persen lebih kecil risiko terkena kanker rahim.
Efek tersebut bisa bertahan hingga 20 tahun setelah seseorang berhenti mengonsumsi pil Kb. Sebuah penelitian dalam jurnal ACOG juga menyebutkan hasil serupa untuk kanker ovarium.
7. Mengatasi migrain saat menstruasi
Siklus menstruasi datang dengan berbagai tanda. Termasuk migrain yang tidak tertahankan. Jenis sakit kepala satu ini memang umum dialami, tetapi perubahan hormonal saat menstruasi mungkin jadi pemicu utama untuk sebagain perempuan.
Para ahli berpendapat bahwa migrain saat menstruasi dapat berkaitan dengan penurunan estrogen dan progesteron yang terjadi sebelum haid tiba. KB hormonal, termasuk pil KB, dapat membantu menghindari penurunan hormon dan melewatkan masa menstruasi yang menyakit ini.
Manfaat pil KB selain mencegah kehamilan bervariasi. Namun, perlu dicatat, penggunaan obat untuk tujuan non-kontrasepsi harus dengan resep dokter, ya.
Sumber : idntimes.com
Muntah Bubuk Kopi (Coffee Ground Vomitus)
Seperti namanya, muntah bubuk kopi (coffee ground vomitus atau coffee ground emesis) adalah muntah yang terlihat seperti bubuk kopi. Tampilan bubuk kopi ini berasal dari darah yang menggumpal dalam muntahan. Ini mungkin berwarna merah tua, cokelat, atau hitam, tergantung umur darahnya. Ini merupakan gejala yang dianggap sangat serius oleh dokter.
Muntah bubuk kopi merupakan indikasi pendarahan internal di suatu tempat di saluran pencernaan bagian atas. Saluran pencernaan bagian atas meliputi kerongkongan, lambung, dan bagian pertama dari usus kecil (duodenum). Ada banyak kemungkinan penyebab, tetapi pendarahan internal selalu diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.
1. Penyebab
Ada banyak kemungkinan penyebab muntahan bubuk kopi. Ini dapat meliputi:
- Tukak lambung.
- Varises esofagus, yaitu ketika pembuluh darah bengkak di kerongkongan pecah dan berdarah, kadang akibat sirosis.
- Gastritis, yakni iritasi pada lapisan lambung.
- Kondisi koagulasi yang mendasari, yang mana mekanisme normal pembuatan bekuan darah dalam tubuh dapat terganggu.
- Kanker kerongkongan.
Sedang menggunakan obat-obatan pengencer darah bisa menjadi faktor risiko untuk pendarahan pada umumnya dan pendarahan gastrointestinal bagian atas pada khususnya.
2. Gejala
Segera cari pertolongan medis setelah mengalami muntah darah. Telepon ambulans atau pelayanan darurat medis terdekat jika kamu muntah darah atau muntah mengeluarkan material seperti bubuk kopi dan juga disertai:
- Kulit sangat pucat.
- Merasa ingin pingsan.
- Hilang kesadaran.
- Pusing.
- Sakit dada.
- Darah merah terang atau gumpalan besar dalam muntah.
- Sakit perut parah.
3. Diagnosis
Muntah bubuk kopi biasanya menunjukkan perdarahan di saluran pencernaan. Jika ini terjadi, temui dokter untuk diagnosis akurat.
Untuk mendiagnosis penyebab muntah bubuk kopi atau faktor apa pun yang berkontribusi, dokter akan menanyakan hal-hal ini:
- Apakah mengalami gejala lain?
- Apa saja obat-obatan yang sedang diminum?
- Apakah memiliki kondisi medis tertentu?
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan medis untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu, dokter akan memesan satu atau beberapa tes untuk menentukan penyebab pasti dari pendarahan, umumnya tes darah dan rontgen dada.
Selain itu, beberapa tes berikut mungkin dibutuhkan :
Endoskopi: Dokter akan memasukkan tabung tipis panjang dengan cahaya dan kamera ke tenggorokan untuk memeriksa perut, kerongkongan, dan usus kecil bagian atas. Dalam proses ini, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan (biopsi).
- Kolonoskopi: Ini melibatkan memasukkan tabung tipis panjang dengan cahaya dan kamera melalui rektum untuk memeriksa saluran pencernaan bagian bawah.
- Tes fungsi hati: Untuk memeriksa apakah terdapat masalah pada organ hati.
Setelah mendapatkan hasil tes, dokter dapat membuat diagnosis yang lebih akurat dan mengembangkan rencana perawatan yang akan mengatasi kondisi mendasar yang menyebabkan muntah bubuk kopi.
4. Pengobatan
Pengobatan muntah bubuk kopi tergantung pada penyebab dan lokasi pendarahan internal. Ada banyak kemungkinan penyebab pendarahan gastointestinal dan fokus utama dokter adalah menemukannya.
Dokter biasanya dapat menentukan penyebabkan pendarahan gastointestinal dengan tes dan prosedur diagnostik. Sering kali, pengobatan dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan. Misalnya, selama endoskopi dokter mungkin mampu menghentikan pendarahan dengan memotong atau menjepit pembuluh darah, atau dengan menyuntikkan obat.
Jika penyebab pendarahan gastointestinal adalah ulkus, dokter mungkin dapat membakarnya selama endoskopi untuk mengontrol perdarahan. Jika polip di usus besar menyebabkan pendarahan, dokter bisa mengangkatnya selama kolonoskopi.
Tergantung berapa banyak darah yang hilang dan apakah pendarahan gastointestinal berlanjut, dokter mungkin memberikan cairan intravena atau transfusi darah.
Kamu mungkin perlu minum obat berkelanjutan untuk mengontrol pendarahan gastointestinal. Sebagai contoh, dokter mungkin memberi resep obat protein pump inhibitor (PPI)—jenis obat yang meminimalkan asam lambung—untuk menangani ulkus yang berdarah.
Menurut artikel dalam Merck Manual, pendarahan gastointestinal berhenti secara spontan pada sekitar 80 persen pasien. Namun, jika pendarahan berlanjut, atau apabila dokter tidak dapat menentukan penyebabnya, operasi eksplorasi perut mungkin diperlukan.
Jika ada indikasi operasi, dokter akan sering menggunakan laparoskopi. Dokter bedah akan membuat beberapa sayatan kecil di perut dan memasukkan laparoskop untuk memeriksa organ dalam serta menentukan penyebab pendarahan gastointestinal.
5. Bedanya muntah bubuk kopi dan hematemesis
Hematemesis adalah muntah darah. Jadi, muntah bubuk kopi adalah salah satu jenis hematemesis. Dalam kasus muntah bubuk kopi, darah tidak segar atau warnanya bukan merah cerah. Saat refleks muntah dipicu, darah sudah berada di saluran pencernaan cukup lama untuk mulai mengering, menggumpal, dan berubah warna menjadi lebih gelap.
Darah yang sempat menggumpal dan tampilannya berubah menjadi seperti bubuk kopi atau berwarna hitam artinya sudah tidak segar. Artinya, pendarahan telah melambat atau bahkan berhenti, setidaknya untuk sementara. Namun, penyebab pendarahan mungkin masih aktif, dan mungkin akan ada lebih banyak lagi muntah serupa. Dokter biasanya memperlakukan muntah bubuk kopi sebagai kondisi akut.
Muntah bubuk kopi bukanlah hal yang normal, karena ini mengindikasikan pendarahan internal. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, dan beberapa lebih serius daripada yang lain. Akan tetapi, pendarahan apa pun bisa menjadi kondisi darurat jika tidak berhenti. Jadi, jika kamu mengalami muntah bubuk kopi, segera cari pertolongan medis agar bisa ditangani secepat mungkin.
Sumber : idntimes.com
Perbedaan Operasi Plastik dan Operasi Kecantikan yang Dianggap Sama
Wajah merupakan bagian tubuh yang pertama kali dilihat oleh orang. Tidak heran apabila kita melakukan banyak hal agar tampak rapi dan menarik. Bahkan ada pula yang melakukan tindakan seperti suntik botox, memancungkan hidung, hingga membuang lemak pipi agar tampil memukau.
Terkait dengan upaya untuk memperoleh penampilan yang sempurna, beberapa dari kita tentu pernah mendengar istilah operasi plastik dan operasi kecantikan. Istilah ini kerap tertukar atau bahkan dianggap sama. Namun, ada perbedaan antara operasi plastik dan operasi kecantikan.
1. Definisi dan tujuannya berbeda
Operasi plastik tidak sama dengan operasi kecantikan, karena mempunyai definisi yang berbeda. Merujuk American Board Cosmetic Surgery, operasi plastik adalah operasi untuk merekonstruksi anggota tubuh dan wajah yang cacat karena disebabkan oleh penyakit bawaan dari lahir, terbakar, trauma, atau penyakit.
Operasi plastik dilakukan untuk membetulkan bagian tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya, seseorang yang mengalami luka bakar di bagian tangan menjalani operasi plastik. DIlansir Michigan Medicine, operasi plastik akan membantu orang tersebut dalam melakukan aktivitas, karena luka bakar dapat menghambat lingkup gerak sendi dan otot. Bekas luka bakar di kulit bisa disamarkan, tetapi mungkin tidak bisa sepenuhnya hilang.
Sebaliknya, operasi kecantikan adalah proses dan teknik yang dilakukan untuk meningkatkan penampilan tubuh atau wajah. Tujuan utama operasi kecantikan adalah meningkatkan proporsi, simetris, serta daya tarik estetika seseorang. Anggota tubuh atau wajah dari orang yang akan menjalani operasi kecantikan dalam keadaan baik atau sehat.
2. Jenisnya berbeda satu dengan yang lain
Operasi plastik sifatnya penting atau wajib, sedangkan operasi kecantikan tidak diharuskan. Kembali menggunakan contoh sebelumnya, bekas luka bakar di tangan nantinya akan mengganggu orang tersebut dalam bekerja.
Namun, operasi kecantikan, seperti sedot lemak atau liposuction tidak wajib untuk dilakukan. Seseorang dapat melakukan diet dan olahraga untuk mengurangi lemak tubuh yang berlebihan.
Dilansir Cleveland Clinic, berikut adalah contoh jenis operasi plastik:
- Operasi bibir sumbing untuk memperbaiki celah bibir dan langit (cleft lift, cleft palate).
- Operasi untuk menangani kelainan pada tangan yang mana bentuk tangan dan jari tidak wajar atau cacat.
- Operasi rekonstruksi payudara sesudah menjalani mastektomi (tindakan medis untuk mengangkat jaringan payudara akibat kanker).
- Operasi rahang akibat proporsi rahang yang tidak normal.
Selain sedot lemak, jenis lain dari operasi kecantikan adalah operasi pembesaran payudara yang biasanya menggunakan gel silikon. Rhinoplasty atau terkenal dengan istilah nose job yang mengubah bentuk hidung juga termasuk operasi kecantikan.
Penambahan dagu dan penambahan tulang pipi termasuk operasi kosmetik. Penambahan dagu dapat dilakukan dengan menyuntikkan filler atau menjalani operasi.
3. Lisensi dokter yang akan melakukan prosedur
Seorang dokter memerlukan pendidikan, lisensi serta latihan khusus terutama di area bedah kecantikan agar dapat melakukan baik operasi plastik maupun kecantikan. Mengutip laman Forum Dokter, layanan medis bedah plastik di Indonesia terbagi menjadi 2 yaitu bedah plastik dan bedah plastik kosmetik.
Kedua operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik yang terdaftar melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI). Selain menempuh pendidikan spesialis bedah plastik, dokter tersebut juga harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) dokter dengan masa periode yang masih berlaku.
Apabila berencana untuk melakukan operasi plastik atau operasi kecantikan di luar negeri, maka kalian perlu mempelajari peraturan atau jenis lisensi di negara yang akan dituju. Sebab, setiap negara mempunyai syarat serta peraturan tertentu terkait dengan pendidikan kedokteran dan lisensi/sertifikat. Pastikan pula rumah sakit atau klinik tersebut mempunyai izin resmi dari pemerintah.
Perbedaan operasi plastik dan operasi kecantikan kini sudah kamu ketahui. Selain tujuannya yang berbeda, pada umumnya dokter yang melakukan operasi kecantikan mempunyai spesialisasi di area bedah plastik dan kemudian mengambil pendidikan ekstra di area kecantikan.
Tidak lupa kalian yang mempunyai kondisi medis, seperti diabetes atau hipertensi, sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter pribadi sebelum melakukan operasi kecantikan atau operasi plastik. Jangan melakukannya tanpa ada persetujuan dokter, ya!
Sumber : idntimes.com
Amankah Bayi Tidur dengan Empeng?
Empeng, terkadang memang bisa menjadi senjata ampuh untuk mengatasi bayi yang rewel, terlebih ketika mereka mau tidur. Sehingga tak jarang, bayi terlelap dalam tidurnya dengan empeng yang masih menempel di mulut.
Namun, aman gak sih bayi tertidur dengan empeng? Ini kerap kali juga menjadi kekhawatiran orangtua. Pasalnya, beberapa pengaturan tidur yang salah pada bayi bisa menyebabkan kondisi yang fatal, seperti sindrom kematian mendadak atau dikenal dengan sudden infant death syndrome (SIDS).
Lantas, seperti apa penjelasan para ahli terkait bayi tidur dengan empeng? Simak uraiannya berikut.
1. Amankah bayi tidur dengan empeng?
Menurut bukti penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics tahun 2016, penggunaan empeng saat bayi tidur ternyata dapat menurunkan risiko SIDS sebesar 90 persen. Artinya, empeng aman digunakan bayi saat tidur.
Secara teori, alasannya memang belum bisa dijelaskan secara gamblang. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa penggunaan empeng saat tidur dapat membantu saluran udara tetap terbuka.
Selain itu, penggunaannya juga mampu mendorong sistem saraf otonom bayi (sistem saraf yang mengatur pernapasan dan detak jantung) tetap aktif dan berfungsi dengan baik sehingga mampu melindunginya dari kemungkinan SIDS. Menariknya, efek perlindungan ini juga masih bisa didapatkan ketika empeng terjatuh atau terlepas dari mulut bayi setelah mereka tertidur.
Lalu, bagaimana jika empeng terlepas, apakah perlu dimasukkan kembali? Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) yang diperbarui tahun 2022, jika empeng terlepas dari mulut bayi yang sudah tertidur, biarkan saja alias tak perlu memasangkannya kembali. Karena ini dapat membangunkan dan mengganggu tidur mereka.
2. Tips keamanan penggunaan empeng untuk bayi tertidur
Meski dinyatakan aman, namun penggunaan empeng untuk menidurkan bayi juga harus dilakukan secara hati-hati. Sebab pengaturan yang salah justru bisa membahayakan dan memungkinkan terjadinya kondisi yang fatal.
Adapun beberapa tips keamanan penggunaan empeng untuk menidurkan bayi, adalah:
- Empeng tidak boleh ditempelkan pada bayi dengan cara apa pun. Misalnya, memasang tali di leher atau tangan bayi. Sebab hal ini justru dapat memicu pencekikan dan meningkatkan risiko mati lemas.
- Jangan mengikat empeng di tempat tidur bayi karena ini juga sangat berbahaya.
- Empeng harus memiliki ukuran yang tepat untuk bayi. Idealnya, empeng berganti ukuran seiring pertumbuhan bayi.
- Jangan gunakan empeng dari bagian atas atau dot botol susu bayi. Karena jika bayi mengisapnya dengan kuat, dot dapat terlepas dari ring (cincin) dan menyebabkan penghalangan saluran napasnya atau tersedak.
- Gunakan empeng yang tidak mungkin terlepas dari cincinnya, seperti empeng yang dibuat dengan satu bagian plastik padat yang aman dan memiliki diameter setidaknya 1 hingga 0,5 inci (3,8 cm). Selain itu, pastikan plastik pelindung (cincin empeng) memiliki lubang ventilasi untuk memudahkan mereka bernapas.
- Jika empeng sudah mulai rusak, misalnya robek atau berganti warna, gantilah dengan yang baru untuk meningkatkan keamanannya.
- Jangan memaksakan bayi menggunakan empeng jika mereka tidak tertarik.
3. Keuntungan dan kerugian tidur dengan empeng
Selain dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi, tidur dengan empeng ternyata dilaporkan memiliki banyak manfaat lainnya. Di antaranya:
- Empeng dapat meningkatkan aliran udara dan mencegah refluks asam pada bayi. Ini akhirnya juga berdampak pada pengurangan risiko SIDS.
- Empeng dapat memberi kenyamanan pada bayi, baik sebelum tidur maupun ketika tertidur. Ini dikarenakan empeng dapat mendorong refleks isapan bayi dan merangsang hormon otak yang berfungsi meningkatkan ketenangan dan istirahat.
- Pada bayi prematur, penggunaan empeng dapat mengurangi lama waktu rawat inap, seperti dijelaskan dalam European Journal Pediatrics tahun 2022.
Di luar hal tersebut, penggunaan empeng juga dapat membawa beberapa kerugian. Laman Verywell Family menjelaskan, penggunaan empeng saat tidur dapat menyebabkan masalah gigi pada anak jika digunakan hingga usianya melewati 2 tahun.
Selain itu, penggunaan empeng atau dot botol juga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga. Kemungkinan ini terjadi karena gerakan mengisap dapat menghalangi aliran udara yang tepat melalui tuba eustachius, yaitu bagian telinga yang menjaga telinga tengah tetap terbuka dan bersih.
Namun, beberapa penelitian terbaru yang lebih kecil, memberikan bukti yang bertentangan terkait efek negatif tersebut. Pada satu penelitian terhadap 340 bayi, menemukan empeng dapat menyebabkan infeksi telinga. Sedangkan penelitian lain pada 780 bayi, menunjukkan tidak adanya perbedaan frekuensi infeksi telinga pada bayi yang menggunakan empeng atau tidak.
Bayi yang tidur dengan empeng di mulutnya, umumnya aman. Bahkan, ini bisa melindunginya dari potensi risiko kematian mendadak dan tak terduga, seperti SIDS. Namun, penggunaannya juga harus memperhatikan keamanan umum.
Sumber : idntimes.com
Manfaat Minum Susu Kedelai untuk Ibu Hamil
Selama kehamilan, penting untuk meninjau diet dengan cermat guna melihat apakah kamu perlu menambah atau mengganti makanan tertentu untuk memastikan kehamilan tetap sehat. Jika memilih susu, ada banyak sekali pilihan yang tersedia. Salah satu jenis susu yang mungkin kamu pertimbangkan adalah susu kedelai.
Banyak orang memilih susu kedelai karena berbagai alasan, mulai dari intoleransi laktosa, sensitif terhadap alternatif susu lainnya, dan sebagainya. Bagi ibu hamil, mengonsumsi susu kedelai selama kehamilan bukan hanya aman, tetapi juga menawarkan banyak manfaat.
Lalu, apa saja manfaat mengonsumsi susu kedelai selama kehamilan? Simak sampai tuntas untuk mendapatkan jawabannya.
1. Meningkatkan level energi
Banyak ibu hamil mengeluh mudah lelah dan tidak berenergi sepanjang waktu. Untungnya, ibu hamil dapat meningkatkan level energi mereka dengan minum susu kedelai.
Dijelaskan dalam laman Mini Klub Parenting, susu kedelai dikemas dengan riboflavin, karbohidrat, dan lemak nabati. Semua ini dapat mengembalikan tingkat energi selama kehamilan dan baik untuk perkembangan janin.
2. Kontrol gula darah
Ibu hamil yang memiliki diabetes gestasional mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsi susu kedelai untuk kadar gula darah dan kolesterol mereka. Dengan catatan tidak menambahkan banyak gula saat membuat susu kedelai.
Sebuah studi yang telah dimuat dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tahun 2015 melibatkan peserta yang diminta mengonsumsi 50 gram kedelai setiap hari setelah minggu ke-26 kehamilan.
Hasilnya, konsumsi protein kedelai pada ibu hamil dengan diabetes gestasional secara signifikan meningkatkan parameter homeostasis glukosa, trigliserida, dan biomarker stres oksidatif, serta pengurangan kejadian hiperbilirubinemia baru lahir dan rawat inap.
3. Meningkatkan suasana hati
Ibu hamil cenderung mengalami perubahan suasana hati yang disebabkan oleh fluktuasi hormon. Nah, konsumsi susu kedelai selama kehamilan akan membantu mengurangi masalah perubahan suasana hati. Ini karena tingginya kandungan vitamin B kompleks dan magnesium dalam susu kedelai yang mampu membantu melepaskan serotonin dalam tubuh, yang merupakan antidepresan alami.
Satu studi yang dilakukan di Jepang dan telah dimuat dalam European Journal of Nutrition tahun 2018 bertujuan untuk mengenal efek konsumsi kedelai terhadap gejala depresi pada kehamilan.
Studi yang melibatkan 1.700 perempuan tersebut mendapatkan hasil bahwa konsumsi kedelai memberikan manfaat bagi suasana hati selama kehamilan, di mana pasta miso menunjukkan manfaat yang paling signifikan.
4. Meningkatkan kekuatan tulang
Penting bagi ibu hamil untuk meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Bayi yang belum lahir juga membutuhkan banyak kalsium untuk perkembangan tulang dan ototnya.
Karena susu kedelai tinggi akan kandungan kalsium, ini bisa menjadi minuman kehamilan yang sempurna. Selain itu, susu kedelai membantu mengurangi risiko osteoporosis di masa depan.
5. Sumber protein nabati
Mengutip Healthline, ibu hamil harus mendapatkan setidaknya 60 gram protein setiap hari. Protein penting untuk menjaga kesehatan berbagai organ dalam tubuh dan memastikan organ janin berkembang dengan baik.
Kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik, utamanya bagi vegetarian dan vegan. Beberapa protein yang terdapat dalam susu kedelai adalah treonin, arginin, isoleusin, glisin, dan lisin.
Tak perlu diragukan lagi, susu kedelai memberikan manfaat untuk kehamilan, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi susu kedelai selama kehamilan, karena konsumsi yang salah dapat mengembangkan risiko penyakit bawaan makanan.
Sumber : idntimes.com
Manfaat Kafein untuk Kulit
Kafein adalah bahan yang efektif untuk menghalau kantuk dan membuatmu tetap berenergi. Tak hanya itu, kafein juga makin populer di dunia kecantikan. Terbukti dengan banyaknya produk perawatan kulit yang dibuat dari kafein, mulai dari losion tubuh, krim mata, hingga pelembap wajah.
Kafein adalah alkaloid alami yang berasal dari berbagai tanaman, seperti kopi, kakao, dan teh. Ini terkenal karena sifat stimulannya. Saat ini, sekitar 80 persen populasi dunia mendapatkan kafein dalam beberapa bentuk setiap harinya. Selain sebagai stimulan, saat ini kafein juga banyak dimanfaatkan untuk merawat kulit.
Apakah kafein benar-benar memiliki manfaat untuk kulit? Apa saja manfaatnya? Itu semua akan dibahas satu per satu di bawah ini.
1. Melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari
Kafein merupakan antioksidan, yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari kerusakan yang dipicu oleh radikal bebas, dikutip dari Cleveland Clinic. Radikal bebas ialah molekul yang memecah kolagen dan memicu munculnya garis halus, keriput, kulit kendor, dan pucat.
Antioksidan ditambahkan ke sebagian besar produk perawatan kulit saat ini. Radikal bebas biasanya didapat dari polusi dan sinar UV matahari, tetapi menerapkan produk dengan antioksidan ke kulit dapat membantu menghentikan sebagian kerusakan tersebut.
2. Menghilangkan kantong mata
Ada banyak hal yang tanpa disadari dapat memicu munculnya kantong mata, mulai dari kurang tidur hingga kelelahan. Kabar baiknya, produk berkafein dapat membantu mengurangi munculnya lingkaran hitam dan kantong mata yang muncul akibat kelelahan.
Dijelaskan Cleveland Clinic, kafein mampu membantu mikrosirkulasi, yang mendorong penyempitan pembuluh darah dan mengurangi perubahan warna pada kulit untuk sementara waktu. Dengan demikian, kafein dapat mengurangi tampilan kantong dan lingkaran hitam di bawah mata setidaknya dalam jangka pendek. Namun, jika kamu memiliki kantong mata karena genetika, kafein tidak akan membantu.
3. Eksfoliator fisik
Salah satu sumber kafein, yaitu kopi, dapat digunakan sebagai eksfoliator yang bermanfaat untuk mengelupas dan menghilangkan sel kulit mati dari permukaan kulit. Partikel kopi dapat mengelupas kotoran dan sel kulit mati dari permukaan kulit, membuat kulit tampak lebih cerah.
Selain itu, kandungan kafein dalam kopi dapat membantu merangsang aliran darah dan pada akhirnya meningkatkan sirkulasi, dikutip dari We Heart This. Hasilnya, kulit akan langsung terasa ternutrisi dan diremajakan setiap kali kamu menggunakan lulur kopi.
4. Melindungi kulit dari garis halus dan kerutan
Kafein juga dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan cahaya, seperti munculnya garis halus dan kerutan setelah paparan sinar matahari. Studi yang dimuat dalam British Journal of Dermatology tahun 2007 menunjukkan bahwa mengoleskan kafein ke kulit setelah terpapar sinar UVA dan UVB dapat membantu melindungi dari kerusakan.
Kamu akan segera mendapatkan peningkatan dan perlindungan stres oksidatif. Namun, produk perawatan kulit harus mengandung bahan aktif lain untuk membantu memperbaiki kulit secara maksimal.
5. Mengurangi tampilan stretch mark dan selulit
Krim yang mengandung kafein dapat memberikan perbaikan cepat untuk sementara waktu mengurangi tampilan selulit dan stretch mark. Diterangkan Cleveland Clinic, kafein mengurangi tampilan selulit dengan merangsang enzim yang memecah lemak, sehingga dapat mengeringkan sel lemak untuk sementara waktu. Ini menghasilkan tampilan kulit yang lebih halus dan lebih kencang untuk sementara waktu.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, aplikasikan krim berkafein sambil memijat kulit. Kafein dan gerakan memijat bekerja sama untuk merangsang enzim.
Untuk mendapatkan semua manfaat kafein untuk kulit, kamu bisa mengaplikasikan produk yang mengandung kafein ke kulit, seperti kopi, teh hijau, atau teh hitam. Kamu bisa menggunakannya sebagai masker atau scrub. Kamu juga bisa menambahkan bahan lain untuk mendapatkan manfaat lebih.
Sumber : idntimes.com
Beberapa Tips Persiapan Olahraga Panjat Tebing dari Dokter
Mandaya Royal Hospital resmi berkolaborasi dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia pada Jumat (16/6/2023). Kolaborasi ini disertai dengan peluncuran peluncuran Pusat Orthopedi & Movement Mandaya dan pemberian perlindungan asuransi kesehatan untuk para atlet panjat tebing Indonesia.
Dalam acara tersebut, tim dokter orthopedi dari Pusat Orthopedi & Movement Mandaya memberikan informasi kesehatan terkait persiapan fisik sebelum panjat tebing dan penanganan cedera jika sampai terjadi.
1. Cedera yang umum terjadi pada olahraga panjat tebing
Dokter Troydimas Panjaitan, SpOT(K) Sport mengatakan bahwa panjat tebing merupakan jenis olahraga yang tinggi risiko. Cedera yang banyak terjadi untuk olahraga panjat tebing adalah area upper body atau tubuh bagian atas. "Prinsipnya, panjat tebing itu banyak menggunakan upper body, jadi banyak menggunakan hip strength dan kekuatan bahu," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa cedera yang paling mungkin terjadi untuk panjat tebing adalah pada otot dan tendon. Jenis cedera otot yang bisa dialami oleh para atlet panjat tebing juga bervariasi. Ini meliputi radang otot, robekan kecil atau luas pada otot, dan urat yang terputus.
Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melakukan pemanasan dan persiapan yang matang sebelum melakukan olahraga panjat tebing. Jika kamu tidak pernah melakukan olahraga ini, disarankan untuk menyewa coach atau pelatih untuk mendapatkan panduan yang tepat.
2. Pertolongan pertama jika terjadi cedera olahraga
Menambahkan pemaparan dr. Troydimas, dr. Venansius Suryanta, Sp.OT (Traumatologi) menjelaskan bahwa ada beberapa penanganan utama saat seseorang mengalami
.
Penanganan pertama pada cedera olahraga bisa dilakukan dengan metode PRICE. Metode ini berlaku untuk cedera trauma, strain, dan sprain pada 24–72 jam pertama setelah terjadinya cedera. Metode PRICE meliputi:
- Protect.
- Rest.
- Ice (kompres es 10–15 menit per 4 jam).
- Compression.
- Elevation.
Jika cedera tidak membaik dan makin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Pengobatan untuk cedera panjat tebing
Pengobatan cedera olahraga panjat tebing akan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera yang dialami.
Dokter Ardi Setiawan, SpOT(K) Hip & Knee mengatakan bahwa penanganan cedera olahraga umumnya akan diawali dengan pengobatan konservatif berupa pemberian obat-obatan. Ini khususnya berlaku pada jenis cedera yang ringan.
Jika terapi konservatif tidak bekerja, dokter mungkin perlu melakukan prosedur operatif, seperti operasi minimal invasif. Menurut dr. Ardi, operasi minimal invasif dinilai lebih efektif dalam mengatasi cedera olahraga karena hanya menggunakan sayatan kecil dan mempunyai risiko yang lebih kecil.
Panjat tebing merupakan salah satu jenis olahraga yang tinggi akan risiko cedera. Jika kamu tertarik melakukan olahraga ini, pastikan sudah melakukan persiapan yang matang dan sudah memiliki informasi penanganan cederanya.
Sumber : idntimes.com
Cara Menjaga Kesehatan Gusi
Bicara tentang kesehatan mulut, jangan hanya fokus pada gigi. Gusi pun harus diperhatikan karena gusi bisa terserang penyakit. Karena biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan orang tidak tahu ada yang salah dengan gusi mereka.
Sudah banyak penelitian yang menemukan bahwa kondisi gusi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Dilansir WebMD, sebagai contoh:
- Kesehatan jantung: Penyakit gusi sedang hingga berat telah terbukti meningkatkan tingkat inflamasi atau peradangan di seluruh tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa inflamasi dari penyakit gusi parah mungkin berkaitan dengan risiko stroke dan penyakit jantung, yang juga merupakan penyakit inflamasi.
- Kesehatan paru-paru: Beberapa studi menemukan bahwa kesehatan periodontal dapat membantu meningkatkan kesehatan paru-paru bagi orang-orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit periodontal juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia. Ini dapat terjadi karena menghirup bakteri ke dalam saluran pernapasan.
- Kecukupan asupan nutrisi: Jika kamu kehilangan gigi karena penyakit gusi, mungkin akan lebih sulit untuk makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran segar. Masalah mengunyah dapat menyebabkan gizi buruk, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah lain, termasuk kelelahan dan pusing.
- Kesehatan emosional: Semua orang tentu ingin memiliki senyum menawan. Jika ada penyakit gusi atau penyakit tersebut berdampak pada gigi atau sampai membuat gigi tangga, ini tentu dapat menyebabkan rasa malu.
Penyakit gusi dimulai ketika plak gigi menumpuk di bawah dan di sepanjang garis gusi. Plak adalah zat lengket seperti film yang berisi bakteri. Ini bisa menyebabkan infeksi dan tulang, yang dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan gusi. Plak juga bisa menyebabkan gingivitis atau radang gusi, tahap awal penyakit gusi.
Penyakit gusi bisa dicegah. Agar hal-hal di atas tidak kamu alami, yuk, menjaga kesehatan gusi mulai hari ini dengan cara-cara mudah ini!
1. Pastikan kamu sudah menyikat gigi dengan benar
Menyikat gigi dengan benar adalah kunci untuk kesehatan mulut dan gusi. Berikut ini panduannya dari American Dental Association:
- Sikat gigi setidaknya dua kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluorida.
- Ganti sikat gigi setiap 3 hingga 4 bulan, atau lebih cepat jika bulu mulai berjumbai atau tampak rusak.
- Posisikan sikat gigi pada sudut 45 derajat dari gusi.
- Gerakkan sikat gigi dengan gerakan pendek.
- Tekan sikat gigi dengan lembut.
- Bersihkan bagian dalam gigi depan dengan memutar sikat secara vertikal dan membuat beberapa sapuan pendek di sepanjang setiap gigi.
2. Jangan asal pilih pasta gigi
Pasta gigi yang beredar di pasaran sangat beragam, mulai dari produk pemutih, klaim dapat mengurangi radang gusi, gigi sensitif, menyegarkan napas, dan lain-lain.
Saat memilih pasta gigi, kamu harus memastikan apakah produk tersebut mengandung fluorida serta memiliki izin edar yang jelas.
3. Flossing setiap hari
Banyak orang mengabaikan flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setiap hari. Kamu termasuk? Padahal, memupuk kebiasaan flossing setiap hari sejak dini merupakan bagian penting dari perawatan mulut.
Menurut ADA, flossing menghilangkan makanan dan plak dari antara gigi dan gusi. Jika makanan dan plak tetap berada di area ini, ini dapat menyebabkan karang gigi, yang merupakan penumpukan bakteri keras yang hanya bisa dihilangkan oleh dokter gigi. Karang gigi dapat menyebabkan penyakit gusi.
4. Berkumur dengan hati-hati
Banyak orang berkumur setelah menyikat gigi. Namun, praktik kebersihan mulut harus melengkapi efektivitas produk fluorida, seperti pasta gigi. Saat kamu berkumur dengan air setelah menyikat gigi dengan pasta gigi berfluorida, maka ini akan menghilangkan fluorida.
Sebaliknya, saat kamu berkumur setelah makan, ini dapat membilas makanan dan bakteri yang dapat menyebabkan plak dan karang gigi, mengutip Medical News Today.
5. Gunakan mouthwash
Ada dua jenis mouthwash, yaitu kosmetik dan terapeutik. Keduanya banyak tersedia di pasaran dan dijual bebas.
Mouthwash terapeutik dapat membantu:
- Mencegah penyakit gusi.
- Mengurangi kecepatan pembentukan karang gigi.
- Mengurangi jumlah plak pada gigi.
- Menghilangkan partikel makanan dari mulut.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa mouthwash bukanlah pengganti sikat gigi dan flossing. Selain itu, anak-anak usia di bawah 6 tahun tidak boleh menggunakan mouthwash.
6. Tidak merokok
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), merokok membuat kamu lebih rentan terhadap penyakit gusi karena melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Jadi, berhentilah merokok jika kamu seorang perokok. Bukan cuma untuk mengurangi risiko penyakit gusi, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika kamu tidak merokok, jangan memulainya. Penggunaan produk tembakau lainnya juga dapat meningkatkan risiko.
7. Pemeriksaan gigi rutin
Pemeriksaan gigi biasanya mencakup pembersihan mulut secara profesional. Pembersihan profesional adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan karang gigi dari gigi. Pembersihan profesional juga dapat membantu menghilangkan plak yang mungkin terlewatkan saat menyikat gigi.
Dengan kunjungan rutin, setidaknya setiap enam bulan sekali, dokter gigi dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit gusi dan gingivitis. Deteksi dini dapat membantu mencegah terjadinya masalah yang lebih serius.
Sumber : idntimes.com
Penyebab Suara Serak yang Perlu Kamu Ketahui
Pada dasarnya, suara manusia dihasilkan melalui getaran pada pita suara yang terletak di laring. Ukuran serta bentuk pita suara berbeda pada setiap orang sehingga menghasilkan suara yang bervariasi.
Lalu, pernahkah suaramu berubah menjadi serak atau parau? Jika iya, kemungkinan besar kondisi ini terjadi akibat adanya peradangan pada pita suara. Pasalnya, adanya peradangan inilah yang menghambat getaran pada pita suara. Alhasil, suara menjadi serak, parau atau bahkan tidak ada sama sekali.
Masih ada beberapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan suara menjadi serak. Dilansir WebMD, Cleveland Clinic serta Healthline, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!
1. Laringitis
Laringitis merupakan suatu kondisi yang membuat pita suara mengalami pembengkakan. Hal inilah yang membuat suara menjadi serak atau parau. Selain itu, gejalanya lainnya diikuti dengan sakit tenggorokan serta batuk kering.
Pada laringitis akut, gejala tersebut akan menghilang sekitar 1—2 minggu, mengutip Mayo Clinic. Penyebabnya pun berasal dari infeksi virus, bakteri serta penggunaan suara yang berlebihan.
Namun, hal tersebut berbeda dengan laringitis kronis yang biasanya terjadi lebih dari 2 minggu. Nah, paparan secara terus menerus dengan alergen, contohnya debu, inilah yang dapat menyebabkan laringitis kronis.
2. Penggunaan suara secara berlebihan
Suaramu serak setelah menghadiri konser atau mendukung tim sepak bola kesayangan? Ini merupakan tanda jika pita suaramu mengalami peradangan atau bahkan luka.
Perlu kamu ketahui jika pita suara terdiri dari dua lipatan otot yang terletak di laring. Jadi, penggunaan suara secara berlebihan dapat mencederai satu atau bahkan kedua otot itu.
3. Alergi
Ketika tubuh terpapar oleh pemicu alergi atau alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan dan lainnya. Maka, sistem imun akan memproduksi senyawa histamin guna mengeluarkan zat asing tersebut, mengutip Kids Health.
Dari sinilah timbul gejala reaksi alergi yang bervariasi seperti bersin-bersin, pilek, mata gatal dan berair, sakit kepala, diare, bengkak di sekitar wajah serta tenggorokan. Bahkan, tak jarang menyebabkan batuk kering yang akhirnya memicu suara serak.
4. GERD
Banyak orang yang tak menyadari jika GERD diam-diam bisa menyebabkan suara serak. Gastroesophageal reflux disease atau disingkat GERD merupakan suatu kondisi ketika cairan asam lambung naik ke atas menuju kerongkongan.
Hal ini terjadi akibat melemahnya katup (sfingter) yang berada di bagian bawah kerongkongan. Nah, asam lambung yang naik kembali ini turut serta mengiritasi laring serta pita suara. Akhirnya, hal tersebut membuat suaramu menjadi serak.
Nah, salah satu gejala utama GERD lainnya, yaitu sensasi seperti terbakar di dada atau heartburn. Selain itu, para pengidapnya juga akan mengalami nyeri ulu hati, terasa masam di mulut serta batuk kering.
5. Terbentuknya nodul pada pita suara
Suara serak atau terdengar berat bisa menjadi indikasi adanya pertumbuhan jaringan abnormal (non-kanker) seperti nodul pada pita suara. Kondisi ini memiliki julukan, yakni "singer’s nodul".
Sebab, kondisi tersebut sering dialami oleh para penyanyi profesional, mengutip Healthline. Pasalnya, penggunaan suara secara berlebihan dapat membuat peradangan pada pita suara. Lambat laun, kondisi tersebut yang membentuk nodul dan membuatnya mengeras. Kondisi ini bisa bertambah parah jika kamu tidak mengistirahatkan suara.
Selain nodul, suara serak bisa disebabkan oleh terbentuknya polip yang mirip dengan lepuhan atau lecet pada pita suara. Akibatnya, kondisi tersebut juga menyebabkan nyeri di sekitar telinga serta leher.
6. Artritis reumatoid
Artritis reumatoid atau lebih dikenal dengan rematik merupakan suatu penyakit yang menyebabkan peradangan pada sendi. Hal tersebut terjadi ke ketika sistem imun justru menyerang jaringan tubuhnya sendiri.
Nah, banyak yang tak menyadari jika memburuknya rematik dapat membuat suara menjadi serak. Sebab, penyakit autoimun ini bisa menyebabkan kekakuan pada sendi kecil di sekitar wajah dan tenggorokan, mengutip Arthritis Foundation.
Suara serak umumnya disebabkan oleh enam faktor di atas. Untuk mencegahnya semakin memburuk. Maka, pastikan konsumsi cukup air putih serta mengistirahatkan suara selama beberapa waktu, ya.
Sumber : idntimes.com
Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan Kita
Aromatik dan beraroma khas, bawang putih digunakan dalam berbagai masakan di dunia. Saat dimakan mentah, bawang putih punya rasa kuat dan pedas sekaligus memberikan manfaat sehat terbesar.
Bawang putih tinggi akan senyawa belerang tertentu yang diyakini bertanggung jawab atas aroma dan rasanya, serta efeknya yang sangat positif bagi kesehatan kita.
Manfaat bawang putih banyak, tercatat lebih dari 7.500 penelitian yang mengevaluasi kemampuannya untuk mencegah dan memperbaiki spektrum penyakit yang luas.
Jadikan ini sebagai salah satu bumbu masak dan bahan makanan andalanmu, inilah deretan manfaat bawang putih bagi kesehatan kita!
1. Mengandung senyawa dengan khasiat obat
Banyak pujian terapeutik bawang putih diberikan untuk senyawa aktif allicin, mengutip laporan dalam jurnal Antioxidants tahun 2020. Senyawa yang mengandung belerang ini membuat bawang putih memiliki bau menyengat yang khas.
Memotong atau menghancurkan bawang putih akan merangsang produksi allicin. Namun, diperkirakan bahwa memanaskan bawang putih dapat menghambat beberapa khasiat obatnya. Karena alasan inilah kita dianjurkan untuk menambahkan bawang putih pada akhir proses memasak.
2. Mendukung sistem imun
Salah satu hal yang kembali diingatkan saat pandemik COVID-19 adalah menjaga dan meningkatkan sistem imun. Nah, bawang putih bisa mendukung kekebalan tubuh kita.
Walaupun tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa bawang putih akan mencegah atau mengobati pilek, tetapi bawang putih dapat berpedan dalam mekanisme pertahanan tubuh dalam beberapa cara, seperti dijelaskan dalam laman Everyday Health.
Pertama, senyawa allicin punya sifat antibakteri. Para ilmuwan juga percaya bahwa bawang putih memiliki sifat antivirus yang dapat bekerja dengan dua cara, yakni dengan memblokir masuknya virus ke dalam sel dan dengan memperkuat respons kekebalan sehingga dapat secara efektif melawan penyerang potensial. Inilah yang bisa membantu mendukung sistem imun.
3. Mengurangi tekanan darah tinggi
Bawang putih merangsang sintesis oksida nitrat, yang melebarkan pembuluh darah, dan menghambat aktivitas enzim angiotensin-converting (ACE). Sebagai informasi, obat ACE inhibitor sering diresepkan untuk orang dengan untuk mengendurkan pembuluh darah. Maka dari itu, khasiat bawang putih ini berpotensi mendukung aliran dan tekanan darah yang sehat.
Tinjauan ilmiah dalam jurnal Experimental and Therapeutic Medicine tahun 2020 melihat 12 uji coba dan lebih dari 550 orang dengan hipertensi yang dipelajari, mengonsumsi suplemen bawang putih tua Kyolic selama tiga bulan menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 8 poin dan tekanan darah diastolik sebesar 5,5 poin. Efek ini mirip dengan obat tekanan darah.
4. Membantu detoksifikasi logam berat dalam tubuh
Pada dosis tinggi, senyawa belerang dalam bawang putih telah terbukti melindungi dari kerusakan organ akibat keracunan logam berat.
Satu penelitian selama 4 minggu dalam jurnal Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology tahun 2012 terhadap karyawan di pabrik aki mobil (yang memiliki paparan berlebihan terhadap timbal) menemukan bahwa bawang putih mengurangi kadar timbal dalam darah sebesar 19 persen. Ditemukan juga penurunan tanda klinis toksisitas, termasuk sakit kepala dan tekanan darah.
Tiga dosis bawang putih setiap hari bahkan mengungguli obat D-penicillamine dalam mengurangi gejala.
5. Memiliki sifat antijamur dan antibakteri
Penelitian terhadap kekuatan antimikroba bawang putih dalam jurnal PLOS One tahun 2014 mengungkapkan potensinya untuk melindungi dari virus, bakteri, dan jamur, dan sebagian besar adalah berkat senyawa allicin.
Para peneliti telah berhipotesis bahwa senyawa tertentu dari bawang putih berfungsi untuk menjaga mikroorganisme eksternal yang berbahaya agar tidak menyerang sel sehat serta menghambat kemampuannya untuk tumbuh.
6. Mungkin bisa mengurangi risiko kanker
Meskipun lebih banyak penelitian sedang berlangsung untuk sepenuhnya memahami aktivitas antikanker spesifik bawang putih, tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat membantu melindungi dari
dan bahwa beberapa molekul bioaktifnya membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.
Sebuah studi dalam jurnal Nutrition tahun 2018 mengamati bahwa ekstrak bawang putih buatan sendiri memiliki aktivitas anti kanker baik secara in vitro (dalam lingkungan buatan) maupun in vivo (pengujian pada makhluk hidup).
7. Mencegah penyakit jantung
Para peneliti di Emory University School of Medicine di Amerika Serikat menemukan bahwa komponen minyak bawang putih, dialil trisulfida, membantu melindungi jantung setelah serangan jantung dan selama operasi jantung. Tikus yang menerima komponen ini setelah serangan jantung mengalami kerusakan 61 persen lebih sedikit pada jaringan jantung yang terkena daripada tikus yang tidak diobati.
Penelitian tersebut juga menyarankan bahwa komponen tersebut dapat mengurangi pembesaran jantung pada model tikus yang mengalami gagal jantung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efeknya pada manusia.
Suplemen bawang putih, dan khususnya ekstrak bawang putih tua, juga terbukti menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi. Ini tampaknya dengan cara mencegah vasokontriksi atau penyempitan pembuluh darah. Sementara efek bawang putih sebanding dengan obat tekanan darah standar, telah ditemukan bahwa orang yang memiliki kadar vitamin B yang tidak memadai mungkin tidak merasakan manfaat ini, seperti diterangkan dalam laman WebMD.
8. Meningkatkan kesehatan tulang
Sebuah penelitian di Iran yang melibatkan ekstrak bawang putih meneliti perempuan pascamenopause dengan osteroporosis. Temuan penelitian yang diterbitkan dalam Electronic Physician Journal tahun 2017 ini mengidikasikan bahwa suplemen bawang putih yang diberikan secara oral dapat memfasilitasi penyerapan kalsium yang dapat menyebabkan tulang lebih kuat.
9. Membantu mencegah penyakit Alzheimer dan demensia
Kerusakan oksidatif dari radikal bebas berkontribusi pada proses penuaan. Bawang putih mengandung antioksidan yang mengandung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif, berdasarkan laporan dalam The Journal of Nutrition.
Lewat beberapa studi, suplemen bawang putih dosis tinggi terbukti meningkatkan enzim antioksidan pada manusia, serta secara signifikan mengurangi stres oksidatif pada orang dengan tekanan darah tinggi. Efek gabungan untuk mengurangi kolesterol dan tekanan darah, dan sifat antioksidannya, dapat mengurangi risiko kondisi otak seperti penyakit Alzheimer dan demensia.
10. Bisa membantu mengurangi pembekuan darah
Satu lagi manfaat bawang putih untuk kesehatan jantung, yaitu terbukti mengurangi "kelengketan" trombosit dan memiliki sifat anti pembekuan. Hal-hal ini bisa membantu mencegah aterosklerosis, suatu proses saat penumpukan plak menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah, dilansir Everyday Health.
Menurut National Heart, Blood, and Lung Institute, aterosklerosis meningkatkan risiko pembekuan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Tentu saja, makan bawang putih bukan "jalan ninja" tindakan pencegahan untuk melindungi arteri. Kita direkomendasikan untuk menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung, rutin olahraga, menjaga berat badan dalam rentang sehat, dan menghindari atau berhenti merokok.
Senyawa aktif bawang putih, yaitu allicin, terbukti bisa hancur oleh panas. Karena alasan itulah mengonsumsi bawang putih mentah adalah cara terbaik untuk mendapatkan semua manfaatnya.
Setelah memotong atau menghancurkan bawang putih, diamkan selama kurang lebih 10 menit sebelum ditambahkan ke makanan atau dimasak. Ini memberi waktu enzim alliinase untuk berkembang sepenuhnya dan menghasilkan senyawa aktif allicin. Apabila menggunakannya saat memasak, tambahkan bawang putih pada akhir proses memasak.
Sumber : idntimes.com
Lakukan Kebiasaan Ini agar Terhindar dari Nyeri Lutut saat Usia Senja
Suka atau tidak, kondisi kesehatan kita akan menurun seiring bertambahnya usia. Salah satu masalah kesehatan yang mungkin kita alami saat lanjut usia (lansia) adalah nyeri lutut.
Penelitian dalam Journal of Korean Medical Science pada tahun 2011 menemukan tingginya prevalensi nyeri lutut pada lansia, yaitu 46,2 persen. Jika dibedah berdasarkan jenis kelamin, nyeri lutut lebih banyak terjadi pada perempuan (58,0 persen) dibandingkan laki-laki (32,2 persen).
Konsultan lutut dan panggul Eka Hospital BSD, dr. Jamot Silitonga SpOT (K) Hip and Knee, akan menjelaskan lebih detail tentang nyeri lutut pada lansia, mulai dari penyebab, pencegahan, dan pengobatan. Perhatikan baik-baik, ya!
1. Mengenal nyeri lutut lebih dekat
Tidak hanya dialami lansia, nyeri lutut sebenarnya bisa memengaruhi orang-orang dari segala usia. Menurut studi dalam Brazilian Journal of Physical Therapy pada tahun 2017, remaja yang melaporkan nyeri lutut jumlahnya berkisar antara 19–31 persen.
Mengutip Mayo Clinic, penyebabnya bervariasi, mulai dari cedera (ligamen yang pecah atau tulang rawan yang robek) hingga kondisi medis (radang sendi atau artritis, asam urat, dan infeksi). Penyebab lainnya adalah penuaan dan tekanan berulang pada lutut (bisa karena kelebihan berat badan atau olahraga tertentu yang terlalu intens).
Gejala yang mungkin kita rasakan adalah lutut bengkak, kaku, dan berwarna kemerahan, tidak mampu meluruskan lutut sepenuhnya, terasa hangat saat disentuh, lemah dan tidak stabil, hingga berbunyi gemeretak (bahasa medisnya adalah "krepitus" atau "krepitasi").
2. Sebagian besar nyeri lutut pada lansia disebabkan oleh osteoartritis
Menurut dr. Jamot, sebagian besar nyeri lutut pada lansia disebabkan oleh osteoartritis, yang merupakan penyakit sendi degeneratif. Sesuai namanya, penyakit ini akan memburuk dari waktu ke waktu.
"Kondisi ini menyebabkan bantalan pelindung tulang rawan mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu sehingga menyebabkan peradangan pada area sendi, terutama pada lansia yang sudah berumur," jelasnya.
Selain itu, seseorang lebih berisiko terkena osteoartritis jika mereka kelebihan berat badan, pernah mengalami cedera lutut, atau memiliki keluarga dengan riwayat osteoartritis. Jika tidak ditangani dengan benar, osteoartritis bisa menyebabkan nyeri berkepanjangan (kronis) dan menurunkan kualitas hidup.
3. Selain dengan obat-obatan, latihan fisik juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri.
Kabar baiknya, nyeri lutut kronis masih bisa diobati berapa pun umur penderitanya. Selain memberi obat-obatan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan, dokter spesialis ortopedi mungkin akan merekomendasikan olahraga untuk mengembalikan kekuatan otot di sekitar persendian serta meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot.
Beberapa jenis olahraga yang disarankan oleh dr. Jamot adalah:
- Jalan kaki: Olahraga yang murah ini bermanfaat untuk melatih kekuatan otot dan tulang. Targetnya adalah 6.000 hingga 8.000 langkah per hari, tetapi untuk lansia bisa kurang dari itu.
- Berenang: Daya apung di dalam air bisa mengurangi tekanan pada persendian, sehingga ideal untuk lansia yang memiliki penyakit sendi. Berenang secara teratur akan membentuk otot-otot di sekitar lutut dan memperkuat penyangga di sekitar persendian.
- Senam: Senam bisa meningkatkan kepadatan tulang dan menangkal efek atrofi otot (penyusutan dan penipisan otot, salah satunya karena penuaan). Merupakan olahraga yang murah karena bisa dilakukan di rumah dan tidak membutuhkan alat khusus.
- Yoga: Bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, mobilitas, keseimbangan, dan fleksibilitas. Termasuk olahraga yang ramah untuk lansia karena bisa dilakukan sambil duduk di lantai atau kursi.
Durasi olahraga yang ideal untuk lansia adalah 150 menit per minggu atau 30 menit sehari, lima kali seminggu. Namun, dr. Jamot menekankan bahwa lansia perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai olahraga.
4. Jika tidak berhasil, dokter akan menyarankan operasi penggantian sendi lutut
Jika obat dan olahraga dinilai kurang efektif, dokter akan merekomendasikan total knee arthroplasty atau operasi penggantian sendi lutut. Prosedur ini dilakukan untuk mengganti total bagian tulang atau persendian lutut yang sudah rusak dengan sendi baru buatan (prostesis) untuk meredakan rasa sakit dan membuat orang tersebut kembali berjalan dengan normal.
"Total knee arthroplasty merupakan salah satu tindakan pembedahan ortopedi yang efektif dengan hasil yang sangat baik selama ini. Tindakan ini sangat dianjurkan untuk lansia yang menderita gangguan lutut kronis seperti osteoartritis," ungkap dr. Jamot.
Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 1–2 jam dan selama operasi berlangsung, pasien tidak akan merasa sakit karena berada dalam pengaruh obat bius. Pasien akan pulih sepenuhnya dalam 12 minggu pasca operasi.
5. Pencegahan bisa dilakukan sedari muda
Tidak perlu menunggu tua untuk menerapkan langkah pencegahan, karena bisa dilakukan sedari muda. Kita bisa menghindari nyeri lutut dengan cara:
- Menjaga berat badan: Dilansir Coastal Empire Orthopedics, kelebihan berat badan menekan sendi penahan beban di pinggul, lutut, dan tulang belakang. Makin lama persendian menahan tekanan yang meningkat, makin cepat sendi tersebut menjadi rusak dan aus.
- Rutin berolahraga: Fokus pada latihan yang memperkuat otot-otot di sekitar lutut, seperti melakukan peregangan paha depan (kuadrisep) dan paha belakang (hamstring), wall squat, dan membungkuk, lalu berusaha menyentuh jari kaki, saran laman Medical News Today.
- Mencukupi kebutuhan gizi harian: Terutama mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalsium, vitamin D, dan antioksidan. Selain itu, kurangi minuman bersoda dan makanan olahan.
- Rutin melakukan medical check-up: Untuk memastikan tulang dan sendi tetap dalam keadaan sehat serta mendeteksi masalah medis sedini mungkin agar bisa ditangani lebih cepat.
Sumber : idntimes.com
Makanan Ini Bantu Cegah Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer (peripheral arterial disease) adalah kondisi pembuluh darah arteri yang menyempit atau tersumbat. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak yang terbentuk dari beragam zat dalam darah antara lain yaitu kalsium, lemak, dan kolesterol.
Menurut laporan dalam Journal Techniques in Vascular and Interventional Radiology tahun 2022, penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi yang terkait dengan tingginya tingkat morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, peningkatan risiko amputasi, kehilangan anggota tubuh, serta penurunan kualitas hidup.
Cara mencegah penyakit ini selain dengan rutin olahraga, pola makan sehari-hari juga sangat berperan. Mengonsumsi makanan tertentu bisa membantu mencegah berkembangnya penyakit arteri perifer dengan mencegah juga faktor risikonya.
Berikut beberapa makanan dengan kandungan tertentu yang bisa bantu cegah penyakit arteri perifer.
1. Asparagus
Dilansir Natures Best The Health and Vitamin Expert, asparagus merupakan salah satu makanan terbaik untuk pembuluh darah arteri. Mengonsumsinya dapat mengurangi risiko terkena penyakit arteri perifer.
Menambahkan asparagus ke dalam asupan makanan sehari-hari merupakan upaya yang baik untuk mencegah terbentuknya plak di dalam pembuluh darah.
Asparagus juga salah satu sayuran terbaik untuk membersihkan plak di dalam arteri. Penyakit arteri perifer sendiri disebabkan karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Asparagus bekerja di dalam arteri dengan mengurangi plak yang mungkin menumpuk dari waktu ke waktu. Plak terdiri dari kolesterol, kalsium, protein pembekuan darah (fibrin) dan produk limbah seluler.
Tidak hanya itu, sayuran yang penuh serat dan mineral ini meningkatkan produksi glutathione, antioksidan yang berperan melawan peradangan dan mencegah oksidasi yang merusak. Arteri sangat rentan terhadap peradangan dan oksidasi. Peradangan dan oksidasi menyebabkan arteri menjadi tersumbat. Sayuran ini juga mengandung asam alfa linoleat dan asam folat untuk mencegah pengerasan pembuluh darah.
2. Cranberry
Dikutip dari Healthline, makan makanan tertentu dapat membantu mencegah penyumbatan arteri. Misalnya buah cranberry, yang telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan yang mengesankan.
Buah ini dikemas dengan serat, vitamin, mineral dan senyawa lainnya termasuk antioksidan flavonoid. Antioksidan flavonoid dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Mengonsumsi buah cranberry mengurangi peradangan dan secara signifikan mengurangi faktor aterosklerosis (proses terjadinya penyakit arteri perifer), peningkatan kolesterol jahat (LDL), tekanan darah serta kadar gula darah. Ketiga kondisi tersebut merupa penyebab penyakit arteri perifer.
Buah cranberry dapat membantu mencegah penyumbatan arteri dengan mengurangi peradangan, penumpukan kolesterol, meningkatkan fungsi arteri dan melindungi dari kerusakan sel di dalam tubuh.
3. Salmon
Peradangan adalah respons tubuh terhadap iritasi, infeksi, dan cedera. Peradangan jangka pendek melindungi tubuh, sedangkan peradangan kronis dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah.
Diterangkan dalam laman Medical News Today, asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan salmon merupakan salah satu makanan antiradang yang paling manjur.
Ikan salmon dapat membantu melawan beberapa jenis peradangan, termasuk peradangan pada pembuluh darah yang berkontribusi langsung dengan penyakit arteri perifer.
Mengonsumsi salmon, atau ikan berlemak lainnya seperti tuna atau ikan kembung, bisa mencegah penyumbatan pembuluh darah sekaligus mampu menurunkan kolesterol jahat.
Penyakit arteri perifer adalah gangguan arteri tersumbat atau menyempit yang disebabkan karena penumpukan plak yang terbentuk dari beragam zat darah termasuk kolesterol.
4. Yoghurt
Kondisi yang paling sering memicu terkena penyakit arteri perifer yaitu obesitas. Orang yang obesitas 1,5 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit arteri perifer dengan iskemia ekstremitas kritis (kondisi lebih parah dari arteri perifer) daripada mereka yang memiliki berat badan normal.
Ketika seseorang mengalami obesitas dan mengembangkan penyakit arteri perifer, mereka akan mengalami kesulitan berjalan yang membuatnya lebih susah untuk menurunkan berat badan, karena tidak aktif bergerak.
Jaga berat badan tetap sehat agar terhindar dari obesitas dengan pola makan seimbang dan rutin olahraga. Obesitas bisa menyebabkan penyakit arteri perifer karena menumpuknya lemak di dalam pembuluh darah.
Dikutip dari MyNetDiary, pilih makanan seperti yoghurt untuk dikonsumsi setiap hari. Yoghurt bisa membantu menurunkan berat badan mengingat kandungan proteinnya yang mengenyangkan.
Kandungan probiotik di dalamnya juga bisa melepaskan hormon pengurang nafsu makan seperti glukagon, peptida-1 (GPL-1), dan peptida YY (PYY). Ketiga hormon itu juga bisa membantu tubuh membakar lemak yang menumpuk di aliran darah (merupakan penyebab dari penyakit arteri perifer)
Tidak hanya probiotik, yoghurt juga memiliki kandungan kalsium yang berfungsi untuk mengelola nafsu makan, memelihara fungsi bakteri pada usus, dan menstabilkan kadar gula darah.
5. Daging sapi
Daging sapi adalah sumber vitamin B yang baik. Daging sapi mengandung vitamin B6 dan B12 dalam jumlah yang tinggi. Sebanyak 100 gram daging sapi memasok sekitar sepertiga Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk masing-masing vitamin ini.
Vitamin B, terutama vitamin B12 dan B6, berperan dalam metabolisme homosistein (asam amino sulfhydril). Defisiensi keduanya dapat menaikkan kadar homosistein di dalam darah, karena proses perubahan homosistein menjadi metionin memerlukan vitamin B12 dan B6.
Dilansir Real Simple, kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit arteri perifer yaitu tingginya kadar homosistein di dalam darah. Mengonsumsi daging sapi membantu memenuhi kebutuhan asupan vitamin B6 dan B12, sehingga mencegah terjadinya kenaikan kadar homosistein dalam darah yang berkontribusi langsung terhadap penyakit arteri perifer.
Masih banyak makanan lain yang bisa bantu cegah penyakit arteri perifer. Yang terpenting, selalu utamakan pola makan sehat bergizi seimbang dan rutin olahraga. Selain itu, jangan lupa untuk cek kesehatan ke dokter secara berkala, ya.
Sumber : idntimes.com
Bebeberapa Manfaat dari Daun Insulin
Tahukah kamu tanaman apa yang ada dalam foto di atas? Itu adalah Costus igneus atau lebih dikenal sebagai "tanaman insulin". Seperti namanya, tanaman ini diklaim bisa membantu menurunkan kadar gula darah (glukosa) pada pasien diabetes.
Apa manfaat daun insulin buat kesehatan? Bagaimana cara mengonsumsinya dan apakah ada efek samping yang akan kita rasakan? Cek faktanya, yuk!
1. Berasal dari Amerika Tengah dan Selatan
Costus igneus atau tanaman insulin berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman dari keluarga Costaceae ini bisa tumbuh setinggi dua kaki (61 cm). Daunnya berwarna hijau tua dengan bunga berwarna oranye.
Tanaman ini bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, seperti:
- Direbus daunnya lalu air rebusan tersebut diminum.
- Dijadikan bubuk lalu diseduh dengan air panas.
- Mengunyah daunnya mentah-mentah.
- Diolah menjadi suplemen.
2. Terbukti mampu menurunkan kadar gula darah
Untuk membuktikan apakah benar daun tanaman insulin bisa menurunkan kadar gula darah, para peneliti melakukan eksperimen ke tikus Wistar jantan yang (kadar gula darahnya melebihi batas normal).
Ada kelompok tikus yang diberi glibenklamid (obat diabetik oral) sebanyak 500 µg per kilogram berat badan (BB) dan ada yang diberi bubuk daun Costus igneus sebanyak 100, 250, dan 500 mg/kg BB. Ini diberikan setiap hari selama 10 hari.
Hasilnya, tikus yang diberi bubuk daun insulin sebanyak 250 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB mengalami penurunan kadar gula darah puasa dan postprandial (setelah makan). Penurunan kadar gula darahnya sebanding dengan tikus yang diberi glibenklamid 500 µg/kg BB. Studi ini dipublikasikan dalam International Journal of Ayurveda Research tahun 2010.
3. Efek samping yang mungkin akan dirasakan
Mengutip Healthline, mengonsumsi daun insulin bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit perut, diare, dan pusing. Bahkan, bisa meningkatkan risiko koma karena hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah).
Manfaat daun insulin untuk menurunkan gula darah memang terbukti lewat penelitian. Namun, butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya untuk manusia.
Karena ada potensi efek samping, sebelum coba-coba, kamu, apalagi yang punya diabetes, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu. Jika diizinkan, konsumsilah sesuai anjuran dan jangan berlebihan. Selain itu, pastikan tidak ada kontraindikasi antara obat yang dikonsumsi dengan Costus igneus.
Sumber : idntimes.com
Jenis Vaksin yang Dibutuhkan oleh Perempuan
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan perempuan, salah satunya dengan vaksinasi. Ada beberapa vaksin yang lebih ditekankan atau bahkan dikhususkan untuk perempuan karena mereka lebih berisiko terhadap kondisi tertentu.
Apa saja vaksinasi yang dibutuhkan oleh perempuan dan apa alasannya? Berikut ini telah kami rangkumkan informasinya buat kamu.
1. Vaksin human papillomavirus (HPV)
Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Dijelaskan The Woman's Clinic, vaksin HPV bekerja paling efektif jika diberikan sebelum kontak seksual pertama. Karenanya, vaksin ini biasanya diberikan pada anak-anak berusia 11 atau 12 tahun.
Akan tetapi, untuk perempuan yang hendak menikah namun belum pernah mendapatkan vaksin HPV, biasanya disarankan untuk mendapatkan vaksin ini sebagai salah satu bagian dari vaksin premarital. Untuk perempuan yang sudah pernah melakukan kontak seksual, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga dosis.
Untuk perempuan yang sedang hamil, pemberian vaksin perlu ditunda hingga melahirkan. Begitu pula dengan orang yang sedang sakit berat, vaksinasi HPV perlu ditunda sementara waktu.
2. Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap)
Vaksin Tdap memberi perlindungan terhadap tetanus, difteri, dan pertusis. Masalah kesehatan ini bisa mengancam jiwa.
Menurut laman Health Shots, pemberian vaksin ini perlu diulangi setiap 10 tahun. Perempuan bisa mendapatkan vaksin Tdap kapan saja selama kehamilan, tetapi waktu yang ideal adalah pada minggu ke 27 hingga 36. Ini akan membantu melindungi ibu dan bayi selama proses persalinan.
3. Flu
Flu merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, muntah, dan diare. Dikutip dari March of Dimes, terserang flu saat hamil meningkatkan risiko mengalami persalinan prematur.
lebih berisiko memiliki berbagai masalah kesehatan dan mungkin perlu tinggal di rumah sakit lebih lama daripada bayi yang lahir sesuai waktu perkiraan lahir.
Vaksin flu aman diberikan sebelum dan selama kehamilan. Setiap tahun, vaksin flu baru dibuat untuk melindungi dari tiga atau empat virus flu yang menurut para ilmuwan paling umum terjadi selama musim flu yang akan datang.
4. Varicella
Perempuan usia subur yang tidak hamil dan belum pernah terkena cacar air harus mendapatkan vaksin varicella. Vaksin ini juga sangat direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas.
Diterangkan laman The Woman's Clinic, vaksin varicella tidak dianjurkan untuk perempuan yang sedang hamil. Untuk perempuan yang akan menjalani program hamil, diskusikan dengan ginekolog tentang skrining kekebalan varicella.
5. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B, yang dapat menyebabkan infeksi seumur hidup, sirosis hati, kanker hati, gagal hati, dan kematian.
Vaksin hepatitis B tersedia untuk semua kelompok umur. Perempuan yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B harus divaksinasi selama kehamilan. Pasalnya, dijelaskan laman Medical News Today, virus hepatitis B dapat berpindah dari ibu ke bayi selama persalinan. Bayi yang terinfeksi hepatitis B memiliki kemungkinan 90 persen akan mengalami infeksi seumur hidup.
6. Vaksin MMR
Vaksin MMR melindungi dari campak, gondok, dan rubella. Ini merupakan virus yang dapat memicu kondisi serius, seperti kerusakan otak, tuli, bahkan kematian.
Vaksin MMR dosis pertama harus diberikan pada anak yang berusia 12 hingga 15 bulan. Kemudian, dosis kedua diberikan saat anak berusia antara usia 4 hingga 6 tahun, dan dosis selanjutnya pada usia 15 tahun.
Perempuan usia subur yang tidak sedang hamil dan tidak memiliki kekebalan terhadap campak, gondok, dan rubella harus mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR.
Dijelaskan laman WebMD, setelah mendapatkan vaksin MMR, perempuan harus menunggu setidaknya 4 minggu sebelum hamil. Perempuan yang sedang hamil harus menunda vaksinasi MMR hingga persalinan. Aman bagi ibu menyusui untuk menerima vaksinasi MMR.
7. Vaksin Hib
Haemophilus influenzae tipe b (Hib) merupakan jenis bakteri yang dapat memicu infeksi yang mengancam jiwa. Vaksinasi menjadi cara terbaik untuk menghindari infeksi Hib serius. Bayi dan anak-anak paling berisiko terkena sakit parah sehingga vaksin ini biasanya diberikan sejak bayi hingga usia 1 tahun, dikutip dari National Health Service.
Jika anak tidak divaksinasi saat masih bayi, tanyakan kepada dokter tentang bagaimana mereka bisa mendapatkannya. Umumnya, kamu hanya perlu divaksinasi Hib saat dewasa jika sistem kekebalan tubuh lemah.
Jenis vaksin yang dibutuhkan oleh perempuan mungkin lebih banyak dari daftar di atas. Untuk lebih pastinya, tanyakan vaksin apa saja yang kamu butuhkan sesuai kondisi kamu kepada dokter.
Mendapatkan vaksinasi merupakan cara yang aman dan efektif bagi para perempuan untuk melindungi kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Jadi, pastikan kamu mendapatkan semua vaksinasi yang penting, ya!
Sumber : idntimes.com